MacBook Murah dengan Prosesor iPhone Dijadwalkan Rilis Musim Panas 2026
Rumor mengenai kehadiran MacBook versi murah semakin menguat. Apple dikabarkan bersiap meluncurkannya pada musim panas tahun ini sekitar bulan Maret – Mei, dengan bocoran terbaru mengungkap informasi layar yang berbeda dari bocoran awal.
Jika rumor awal menyebut panel 13,6 inci seperti MacBook Air, bocoran terbaru menyatakan layarnya berukuran 12,9 inci. Ukuran ini membuat bodinya lebih ringkas dan mudah dibawa, mengingatkan pada MacBook 12 inci yang terakhir hadir pada 2015.
Model lama tersebut populer karena bobotnya ringan, namun performanya cukup terbatas. Apple tampaknya ingin menghidupkan kembali konsep tersebut dengan kemampuan yang jauh lebih baik.
MacBook murah ini akan menggunakan chip A18 Pro. Chip tersebut memang bukan bagian dari seri M, tetapi performanya dinilai sudah sangat memadai. Berdasarkan benchmark, kemampuan single-core-nya bahkan disebut jauh melampaui prosesor Intel lawas yang dulu dipakai MacBook 12 inci.
Untuk urusan multi-core, performanya diklaim hampir setara dengan chip M1. Namun, nilai jual utamanya bukan sekadar kecepatan. Efisiensi daya menjadi fokus utama karena A18 Pro merupakan SoC yang dirancang untuk smartphone, lebih tepatnya iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max.
Dengan efisiensi tersebut, MacBook ini berpotensi menawarkan daya tahan baterai yang sangat impresif. Hal ini bisa menjadi senjata Apple di tengah kenaikan harga laptop global akibat krisis RAM. Namun, pertanyaannya adalah apakah MacBook “murah” ini bakal benar-benar murah?















