Setelah RAM dan Storage, Siap-Siap Harga PSU dan Cooler Juga Bakal Naik!
Kenaikan harga komponen PC tampaknya belum akan berhenti. Setelah RAM dan SSD, kini power supply (PSU) dan pendingin CPU mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan harga. Kondisi ini dipicu oleh tekanan biaya produksi yang makin besar di hulu industri.
Lonjakan harga RAM dan storage sebelumnya banyak dipengaruhi oleh lonjakan kebutuhan AI. Data center menyerap pasokan komponen dalam jumlah besar dan dampaknya harga komponen di pasar konsumen ikut terdorong naik.
Kini, tren serupa mulai merambah PSU dan cooler. Salah satu produsen komponen asal China mengungkap biaya bahan baku mulai mengalami kenaikan signifikan. Material seperti tembaga, perak, dan timah terus naik dalam beberapa bulan terakhir.
Bahan-bahan tersebut merupakan komponen penting dalam pembuatan PSU dan sistem pendingin. Ketika harga bahan mentah naik, biaya produksi otomatis ikut meningkat. Produsen pun tak punya banyak pilihan selain menyesuaikan harga jual.
Sejak awal Januari, produsen dilaporkan sudah tak menerima pesanan baru dari para suplier kelas pertama dengan harga lama. Semua transaksi kini dihitung menggunakan skema harga terbaru dan kenaikan harga ke konsumen kemungkinan tak terhindarkan.
Harga PSU diperkirakan naik sekitar 6 hingga 10 persen dalam beberapa bulan mendatang. Sementara harga heatsink dan cooler CPU diprediksi meningkat di kisaran 6 hingga 8 persen.
Bagi pengguna PC, tentu situasi patut jadi perhatian. Jika berencana upgrade atau merakit PC baru, membeli PSU dan cooler lebih awal bisa menjadi langkah bijak. Pasalnya, tren harga komponen masih berpotensi terus naik alih-alih turun.














