Peneliti Kembangkan Revoice, Alat Bantu Bicara Untuk Pasien Stroke

Author
Irham
Reading time:
January 20, 2026

Peneliti dari University of Cambridge mengembangkan perangkat wearable bernama Revoice yang cukup fungsional, khususnya untuk para pasien penyintas stroke. Dengan alat ini, mereka yang mengalami gangguan bicara, akan bisa berkomunikasi secara lebih alami, tanpa perlu operasi implan chip di otak.

Revoice wearable

Revoice menyasar pengguna dengan dysarthria,yaitu  gangguan bicara akibat melemahnya otot-otot penghasil suara yang dialami sekitar 22 hingga 58 persen pasien stroke. Kondisi ini sering membuat pasien kesulitan menyampaikan pikiran, meski mereka tahu persis apa yang ingin dikatakan, dan ini membuat mereka frustasi.

Cara Revoice Bantu Pengguna Bisa Bicara Kembali

Berbeda dengan alat bantu komunikasi yang mengandalkan pengetikan huruf satu per satu, pelacakan mata, atau implan otak, Revoice bekerja hanya dari gerakan mulut tanpa suara. Ucapan yang kurang jelas dari mulut pasien, nantinya bisa diubah jadi kalimat utuh menggunakan AI.

Revoice

Revoice dikenakan di leher seperti kalung berbahan lembut dan fleksibel. Perangkat ini menangkap getaran halus dari otot tenggorokan serta memantau detak jantung melalui sensor tekstil yang sangat sensitif. Data tersebut diproses oleh dua sistem AI secara bersamaan.

Sistem pertama merekonstruksi kata dari gerakan mulut yang nyaris tak terdengar. Sistem kedua membaca kondisi emosi pengguna dengan menggabungkan data denyut nadi dan konteks, seperti waktu penggunaan. Hasilnya kemudian diperkaya oleh model bahasa berukuran ringan untuk membentuk kalimat lengkap.

Hasil Uji Coba Revoice

Dalam salah satu contoh uji coba, pasien hanya menggerakkan mulut dengan kalimat singkat “We go hospital”. Revoice lalu mengubahnya menjadi kalimat yang lebih utuh dan sesuai situasi, dengan mempertimbangkan detak jantung yang meningkat dan waktu yang sudah larut.

Baca Juga: Mengenang Dr. Gladys West, Sosok Dibalik Teknologi GPS • Jagat Review

Uji coba awal melibatkan lima pasien stroke dengan dysarthria serta sepuluh partisipan sehat, bekerja sama dengan peneliti di China. Hasilnya, tingkat kesalahan kata tercatat 4,2 persen, sementara kesalahan kalimat hanya 2,9 persen. Para peserta juga melaporkan tingkat kepuasan 55 persen lebih tinggi dibandingkan teknologi bantu komunikasi yang biasa mereka gunakan.

Masih Terus Diuji

Meski hasil awalnya menjanjikan, tim peneliti menegaskan bahwa uji klinis berskala besar masih dibutuhkan sebelum Revoice bisa digunakan secara luas. Studi lanjutan untuk pasien dysarthria penutur asli bahasa Inggris dijadwalkan berlangsung di Cambridge tahun ini.

Ke depan, Revoice ditargetkan mendukung banyak bahasa, lebih banyak variasi emosi, serta beroperasi sepenuhnya mandiri untuk penggunaan harian. Teknologi ini juga berpotensi membantu pasien dengan Parkinson dan penyakit neuron motorik. Menurut para peneliti, Revoice bukan sekadar alat bantu bicara, tetapi sarana untuk mengembalikan kemandirian dan martabat pasien dalam berkomunikasi sehari-hari.

Sumber

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 8, 2026 - 0

Bungie Sebabkan Kerugian Besar Untuk Sony Akibat Kegagalan Marathon

Efek kegagalan Marathon akhirnya terungkap berkat laporan finansial terbaru Sony,…
May 8, 2026 - 0

Nintendo Resmi Naikkan Harga Switch 2 dan Nintendo Switch Online

Nintendo resmi mengumumkan kenaikan harga untuk Switch 2, lini Switch…
May 8, 2026 - 0

Sony Belum Tentukan Jadwal Rilis PS6 Akibat Harga RAM

Sony dikabarkan masih belum menentukan jadwal rilis PlayStation 6 karena…
May 8, 2026 - 0

Sony & Bandai Namco Berpartner Guna Kembangkan Tools Generative AI

Sony dan Bandai Namco resmi berkolaborasi di bidang pengembangan Generative…