Adobe Hadirkan Update Fitur-Fitur Baru ke Premiere Pro dan After Effects, Ngedit Makin Gampang!
Adobe membawa sejumlah pembaruan menarik ke Premiere Pro dan After Effects. Update ini membawa beberapa fitur-fitur baru yang membuat proses editing video dan visual efek terasa lebih cepat, lebih praktis, dan tidak ribet.

Update Fitur di Adobe Premiere Pro
Di Premiere Pro, fitur baru yang paling menonjol adalah Object Mask berbasis AI. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih orang atau objek di video dengan cara yang jauh lebih mudah. Cukup arahkan kursor ke objek yang diinginkan lalu klik, mask akan langsung terbentuk dan mengikuti pergerakannya di dalam klip.
Mask yang dihasilkan sudah cukup presisi sejak awal. Meski begitu, Adobe tetap memberi ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan ukuran dan bentuknya secara manual jika dibutuhkan. Untuk urusan privasi, Adobe menegaskan seluruh proses AI berjalan langsung di perangkat dan tidak menggunakan aktivitas atau data pengguna sebagai bahan pelatihan model.
Baca Juga: SONY dan TCL Joint Venture Pakai Nama BRAVIA, Mulai Beroperasi 2027 • Jagat Review
Pembaruan lain datang dari Shape Mask yang kini tampil lebih rapi dan mudah diakses. Ellipse, Rectangle, dan Pen mask bisa langsung dipilih dari toolbar, dengan kontrol yang dibuat lebih halus saat mengatur posisi atau ukuran. Proses tracking-nya juga jauh lebih cepat, bahkan diklaim hingga 20 kali lipat dibanding sebelumnya.
Alur kerja Premiere Pro juga terasa lebih terhubung. Media dari Firefly Boards kini bisa langsung dibawa ke proyek, sementara Adobe Stock sudah menyatu penuh di dalam aplikasi, tanpa perlu keluar-masuk menu atau layanan lain.
Update Fitur di Adobe Effects
After Effects tidak ketinggalan. Adobe menambahkan dukungan impor file SVG yang umum dipakai di Illustrator, sehingga proses berpindah aset jadi lebih mulus. Selain itu, pengguna kini bisa membangun grafis dan objek fotorealistik menggunakan 3D parametric meshes, mulai dari bentuk dasar seperti kubus dan bola, sampai silinder, kerucut, torus, dan plane.
Lewat update ini, Adobe tampak ingin mengurangi pekerjaan teknis yang menyita waktu. Editor dan motion designer bisa lebih fokus ke kreativitas, tanpa harus berlama-lama mengurus hal-hal yang sifatnya repetitif.














