Baterai Sodium-Ion Buat Mobil Listrik Tengah Diuji Coba, Apa Keunggulannya?

Author
Mahfud
Reading time:
February 2, 2026

Baterai sodium-ion belakangan mulai muncul sebagai alternatif baru untuk mobil listrik. Teknologi ini kembali dibicarakan seiring krisis pasokan baterai berbasis lithium yang harganya kian mahal dan bahan bakunya terbatas. Sejumlah produsen besar kini serius menguji sodium-ion untuk penggunaan di kendaraan penumpang.

Baterai Sodium-Ion Buat Mobil Listrik Tengah Diuji Coba, Apa Keunggulannya?

Secara sederhana, baterai sodium-ion bekerja mirip baterai lithium-ion, tetapi menggunakan natrium sebagai bahan utamanya. Natrium jauh lebih melimpah di alam, lebih murah, dan tidak bergantung pada rantai pasok mineral langka. Hal ini membuat sodium-ion dinilai lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.

Keunggulan lain ada pada faktor keamanan. Baterai sodium-ion lebih stabil secara kimia dan memiliki risiko kebakaran atau ledakan yang jauh lebih kecil dibanding lithium-ion. Bahkan dalam pengujian ekstrem seperti tertusuk atau tertekan, baterai jenis ini diklaim tetap aman.

Performa di suhu dingin juga menjadi nilai jual utamanya. Saat baterai lithium biasanya kehilangan kapasitas di cuaca ekstrem, sodium-ion justru tetap bekerja optimal. Ini membuatnya cocok untuk negara dengan iklim dingin maupun penggunaan harian tanpa penurunan performa drastis.

CATL sodium battery endurance an

Dari sisi daya tahan, baterai sodium-ion memiliki siklus pengisian yang panjang. Artinya, baterai bisa digunakan bertahun-tahun tanpa degradasi signifikan, sehingga biaya kepemilikan kendaraan listrik berpotensi lebih murah. Pengisian cepat juga mulai dikembangkan untuk menyaingi teknologi baterai saat ini.

Meski belum sepenuhnya menggantikan lithium-ion, berbagai pengujian menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satu produsen baterai di China, CATL, sudah mulai melakukan uji coba baterai sodium-ion mereka pada mobil penumpang setelah sebelumnya diuji pada mobil komersial.

Belum ada jadwal pasti kapan baterai jenis ini bakal mulai dipakai pada mobil massal. Namun, jika pengujian sukses tanpa kendala cepat atau lambat produsen mobil elektronik terutama yang memasarkannya mobilnya di negara beriklim dingin bakal mengadopsinya.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

February 2, 2026 - 0

Highguard Tes Mode Raid 5v5 di Weekend Pertamanya

Guna berikan opsi gameplay baru, tim developer Highguard gelar tes…
February 2, 2026 - 0

Nioh 3 Akan Rilis Timed Exclusive di PlayStation 5

Koei Tecmo akhirnya buka suara mengenai wacana akan merilis Nioh…
January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…