Meta Bikin Startup AI Agent “Dreamer,” Hugo Barra Ikut Gabung!
Meta kembali memperluas fokusnya di ranah kecerdasan buatan dengan merekrut tim dari startup bernama Dreamer. Perusahaan ini memang masih sangat baru, tetapi langsung menarik perhatian karena fokus pada pembuatan AI agent. Di saat yang sama, Hugo Barra ikut kembali ke Meta, membawa pengalaman panjang dari berbagai perusahaan teknologi besar.
Siapa Hugo Barra?
Kalau kalian sempat mengikuti industri teknologi beberapa tahun terakhir, nama Hugo Barra bukan sosok baru. Ia dikenal sebagai salah satu wajah global Xiaomi saat ekspansi besar-besaran ke pasar internasional, setelah sebelumnya menjadi eksekutif penting di Google dan terlibat dalam pengembangan Android. Di Meta, ia pernah memimpin divisi virtual reality sebelum akhirnya keluar pada 2021, dan kini kembali dengan fokus yang berbeda, yaitu AI.
Baca Juga: Jepang Uji Coba Data Center Modular di Bawah Jalur Kereta Aktif • Jagat Review
Tim Dreamer akan bekerja di bawah Superintelligence Lab yang dipimpin Alexandr Wang. Mereka akan mengembangkan AI agent dan berbagai tools yang membantu pengguna membangun software sendiri dengan lebih mudah. Buat kalian yang tertarik eksplorasi AI, arah ini membuka peluang baru untuk membuat aplikasi tanpa harus terlalu dalam memahami coding dari nol.
Anggota Tim Dreamer Meta Lainnya
Di balik Dreamer sendiri ada nama seperti David Singleton, mantan CTO Stripe yang juga punya pengalaman di Android. Jadi, ini bukan tim sembarangan yang baru belajar AI dari awal. Menariknya, meski bekerja sama dengan Meta, Dreamer tetap berdiri sebagai entitas terpisah dengan skema lisensi teknologi.
Pergerakan ini juga tidak berdiri sendiri jika melihat arah Meta belakangan ini. Belum lama ini perusahaan menghentikan ambisi metaverse mereka, termasuk restrukturisasi besar di divisi Reality Labs dan penghentian beberapa layanan serta studio VR. Bahkan, fokus pengembangan seperti Horizon Worlds juga mulai dialihkan, dengan dukungan VR yang dikurangi dan perhatian lebih besar ke platform mobile serta AI.
Menarik untuk dilihat, apakah manuver Meta ke arah AI Agent ini akan lebih sukses dibanding strategi mereka sebelumnya di industri metaverse. Apalagi di industri AI Agent ini, Meta bisa dibilang sudah kalah start dibanding raksasa software lain.















