Deal ARM dan Malaysia Senilai Rp4 Triliun Terseret Dugaan Korupsi

Author
Irham
Reading time:
March 5, 2026

Investigasi korupsi kini membayangi kerja sama teknologi antara pemerintah Arm Holdings dan pemerintah Malaysia. Kesepakatan yang sebelumnya diposisikan sebagai upaya memperkuat industri semikonduktor nasional itu kini ikut terseret dalam polemik politik.

Malaysia ARM

Pemerintah Malaysia menandatangani perjanjian dengan Arm pada Maret 2025. Nilainya mencapai 250 juta dolar AS atau sekitar Rp4 triliun yang dibayarkan selama 10 tahun. Melalui kesepakatan ini, perusahaan desain semikonduktor asal Inggris tersebut memberikan lisensi serta transfer pengetahuan teknis kepada perusahaan lokal.

Dugaan Korupsi Dalam Deal ARM dan Malaysia

Namun tiga organisasi non-pemerintah menuding adanya penyimpangan finansial dalam kesepakatan tersebut. Komisi Anti-Korupsi Malaysia, Malaysian Anti-Corruption Commission, kemudian menyita uang tunai sekitar 5 juta ringgit atau sekitar 1,27 juta dolar AS, setara kurang lebih Rp20 miliar, dari sebuah safehouse milik tokoh politik penting di negara itu.

Baca Juga: NVIDIA GeForce RTX 5050 Dikabarkan Dapat Upgrade VRAM ke 9 GB? • Jagat Review

Nama mantan Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, ikut dikaitkan dengan penyelidikan. Ia merupakan sosok yang memimpin negosiasi kerja sama dengan Arm. Ramli membantah keterlibatannya dan menyebut penyelidikan tersebut bermuatan politik.

Ramli sendiri mundur dari kabinet pada pertengahan 2025 setelah kalah dalam pemilihan internal partai dari putri perdana menteri untuk posisi nomor dua di partai pemerintah. Sejak saat itu ia menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap pemerintahan. Dalam sebuah rapat umum di Kuala Lumpur bulan lalu, Ramli bahkan menuduh pimpinan komisi antikorupsi menyalahgunakan kekuasaan.

Tak lama setelah itu, ia mengklaim menjadi target penyelidikan. Ramli menyatakan siap menempuh jalur hukum jika penyelidikan tersebut tidak berujung pada proses pengadilan. Selain dirinya, laporan juga menyebut seorang mantan kepala angkatan darat Malaysia telah ditangkap oleh komisi antikorupsi dalam penyelidikan yang sama.

Penyelidikan ini berpotensi memengaruhi strategi teknologi Malaysia yang sedang berusaha memperkuat industri semikonduktor domestik. Pemerintah sebelumnya menempatkan kerja sama dengan Arm sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan desain chip lokal.

Meski demikian, Kementerian Ekonomi Malaysia menegaskan bahwa kesepakatan dengan Arm merupakan keputusan kabinet dan akan tetap berjalan. Dua perusahaan lokal disebut sudah mendapatkan akses ke IP milik Arm, dan program pengembangan kemampuan desain chip di dalam negeri tetap dilanjutkan.

Di sisi lain, pemerintah juga menyatakan akan bekerja sama dengan komisi antikorupsi dan siap memberikan dokumen maupun keterangan yang diperlukan selama proses penyelidikan.

Kasus ini muncul saat Malaysia sedang berusaha menarik investasi teknologi global. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China membuat banyak perusahaan teknologi memindahkan sebagian produksi dari China ke Asia Tenggara, termasuk ke Malaysia.

Dalam situasi seperti itu, polemik politik dan dugaan korupsi tentu bisa memengaruhi kepercayaan investor. Pertanyaannya sekarang, apakah penyelidikan ini hanya dinamika politik dalam negeri, atau benar akan berdampak pada ambisi Malaysia membangun ekosistem semikonduktor sendiri.

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 29, 2026 - 0

Project Helix Ikut Terkena Imbas Kelangkaan Komponen Memory

Xbox benarkan efek krisis memory global terhadap Project Helix, sebut…
April 29, 2026 - 0

PowerWash Simulator 2 Umumkan DLC Bertema Star Wars

PowerWash Simulator 2 resmi umumkan DLC Star Wars, hadirkan 6…
April 29, 2026 - 0

Masalah DRM PlayStation Indikasikan Game Digital Bisa Kadaluwarsa

Pemain PlayStation dibuat khawatir setelah muncul indikasi DRM baru yang…
April 29, 2026 - 0

ARC Raiders Tambahkan Upgrade Visual PSSR Untuk Pemain PS5 Pro

ARC Raiders tambahkan dukungan upgrade PSSR di PS5 Pro lewat…