Harga Memori Naik, Lexar Pilih Jaga Kualitas dan Siapkan Penyimpanan Khusus AI

Author
Irham
Reading time:
March 16, 2026

Di tengah tren kenaikan harga memori dan penyimpanan yang mulai terasa di berbagai segmen pasar, Lexar menegaskan posisinya sebagai merek yang tetap berfokus pada kualitas produk untuk konsumen. Perusahaan melihat perubahan besar pada kebutuhan penyimpanan data, terutama seiring berkembangnya komputasi berbasis AI yang semakin banyak berjalan langsung di perangkat.

Leanne Tsai LEXAR

Peralihan komputasi AI dari cloud ke perangkat atau edge membuat kebutuhan penyimpanan ikut berubah. Perangkat seperti AI PC, kendaraan pintar, hingga robotika membutuhkan media penyimpanan yang mampu menangani berbagai jenis data secara cepat, sekaligus mendukung aktivitas baca tulis yang intensif.

Menurut proyeksi Gartner, pengiriman AI PC diperkirakan mencapai 143 juta unit pada 2026, atau lebih dari setengah pasar PC global. Situasi ini mendorong kebutuhan penyimpanan dengan bandwidth tinggi serta respons yang lebih cepat.

Konsep AI Storage Core dari Lexar

Melihat tren tersebut, Lexar memperkenalkan konsep AI Storage Core. Platform ini dibangun di atas tiga aspek utama, yaitu performa, keandalan, dan fleksibilitas. Ketiganya dirancang untuk menjawab kebutuhan penyimpanan pada perangkat AI generasi baru.

Dari sisi performa, AI Storage Core menawarkan kecepatan baca dan tulis berurutan yang tinggi untuk memproses data berskala AI. Sistem ini juga mengoptimalkan I/O blok kecil serta memanfaatkan teknologi seperti SLC Boost dan Read Cache agar proses pemuatan model AI besar dan alur kerja generatif dapat berjalan lebih cepat.

Baca Juga: SK Hynix Berhasil Kembangkan LPDDR6, Siap Dukung Era Smartphone AI • Jagat Review

Keandalan juga menjadi perhatian penting. Teknologi paket terintegrasi dari perusahaan induk Longsys memungkinkan perangkat memiliki perlindungan terhadap debu, air, guncangan, hingga radiasi. Beberapa produk yang sedang dikembangkan bahkan dirancang untuk beroperasi pada suhu ekstrem antara –40°C hingga 85°C, sehingga cocok untuk sistem otomotif, robotika luar ruangan, dan aplikasi industri.

Dari sisi fleksibilitas, desain hot-swappable memungkinkan perangkat penyimpanan dipasang atau dilepas saat sistem masih berjalan. Dukungan boot melalui PCIe juga memungkinkan sistem operasi seperti Microsoft Windows dijalankan langsung dari modul penyimpanan, sehingga mempermudah portabilitas sistem antar perangkat.

Melalui kerangka AI Storage Core, Lexar juga menyiapkan beberapa kategori produk baru. Di antaranya AI-Grade SSD untuk AI PC dan komputasi berperforma tinggi, AI-Grade Storage Stick untuk ekspansi kapasitas pada PC generasi berikutnya, serta AI-Grade Card untuk kebutuhan seperti pencitraan AI 8K dan analitik edge secara real time.

Tanggapan Lexar Soal Kondisi Geopolitik Global

Di sisi lain, perusahaan menilai kondisi geopolitik global saat ini tidak memberi dampak langsung terhadap penjualan produk mereka. Lexar menyebut jaringan produksinya yang tersebar, termasuk fasilitas di Brasil dan Vietnam, membantu menjaga stabilitas rantai pasokan.

Ketersediaan produk untuk konsumen juga disebut tetap menjadi prioritas. Lexar memang berfokus pada pasar konsumen, sementara Longsys lebih banyak menangani segmen enterprise. Pembagian ini membuat pasokan produk konsumen tetap terjaga meski pasar memori sedang mengalami tekanan harga.

Soal persaingan harga di pasar, Lexar menilai banyak produk murah beredar karena penggunaan komponen dengan kualitas lebih rendah. Perusahaan mengaku tidak mengambil risiko tersebut dan tetap menggunakan chip dengan standar yang mereka anggap aman untuk menjaga performa dan daya tahan produk.

Dengan perkembangan AI yang semakin cepat, kebutuhan penyimpanan juga ikut berubah. Menarik untuk melihat apakah strategi penyimpanan berbasis AI seperti yang disiapkan Lexar akan menjadi standar baru di perangkat komputasi generasi berikutnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…

Gaming

July 24, 2026 - 0

Philips Perkenalkan Monitor Gaming 4K QD-OLED 165 Hz

Philips meluncurkan monitor gaming Evnia 32M2N6901A dengan panel 4K QD-OLED…
July 24, 2026 - 0

Acer Predator Atlas 8 Ungkapkan Harga yang Sulit Dijangkau

Acer mengungkap harga Predator Atlas 8 mulai US$1.340 hingga hampir…
July 24, 2026 - 0

Valve Perbarui Wishlist & Gift Steam Menjadi Lebih Pintar

Valve memperbarui Steam dengan Wishlist yang lebih pintar serta sistem…
July 24, 2026 - 0

CEO SK Hynix Beri Peringatan, Krisis Memori Terburuk Diprediksi Terjadi di 2027

CEO SK Hynix memprediksi 2027 menjadi tahun terburuk bagi pasokan…