Peneliti Australia Kembangkan Prototipe Baterai Kuantum untuk Kendaraan Listrik

Reading time:
March 18, 2026
zaptec 9166Worfn Q unsplash
Photo by Zaptec on Unsplash

Para ilmuwan dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) telah berhasil mengembangkan prototipe baterai kuantum pertama di dunia yang dapat bekerja dengan baik. Berbeda dengan sel baterai konvensional yang bergantung pada reaksi kimia yang lambat, teknologi baterai kuantum ini menggunakan fisika canggih untuk menyimpan dan melepaskan energi.

Melansir Notebookcheck, prototipe baterai kuantum ini dibangun dengan lapisan mikroskopis khusus yang dirancang untuk memerangkap cahaya, memungkinkan seluruh perangkat diisi daya secara nirkabel menggunakan laser yang ditargetkan, dan kemudian diubah menjadi daya arus listrik.

Hal yang paling revolusioner dari baterai kuantum ini adalah kemampuan penskalaannya yang tidak umum, dengan memanfaatkan perilaku fisik yang tersinkronisasi di antara komponen internalnya. Sehingga, ketika unit-unit mikroskopis ini dikelompokan bersama, mereka akan bertindak secara kolektif untuk menyerap energi secara paralel dalam skala besar. Karena unit-unit ini berbagi beban pengisian daya secara bersamaan, sehingga menambahkan lebih banyak komponen sebenarnya yang mampu mempercepat kecepatan pengisian daya secara keseluruhan. Jika diaplikasikan untuk kebutuhan sehari-hari, bukanlah tidak mungkin baterai kuantum ini bisa diaplikasikan untuk kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya lebih cepat, atau pada smartphone untuk pengisian daya lebih instan.

Tapi teknologi ini tidaklah tanpa cela untuk saat ini, karena masih ada beberapa keterbatasan utama yang mencegah teknologi ini untuk bisa digunakan oleh masyarakat umum. Salah satunya adalah karena prototipe yang dikembangkan di lab ini memiliki kapasitas energi mikroskopisa dan hanya bisa memuat daya selama beberapa nanodetik sebelum gangguan lingkungan alami menyebabkan energi yang tersimpan itu hilang. Kondisi yang sangat halus dan sangat sinkron ini dibutuhkan agar baterai bisa berfungsi normal, jika tidak kemampuan baterai akan hilang begitu kontak langsung dengan kondisi lingkungan normal di dunia nyata.

Untuk menjembatani kesenjangan antar pengujian lab dan kelayakan komersial, para peneliti butuh menemukan metode untuk meningkatkan ukuran fisik sistem secara dramatis untuk memperpanjang waktu penyimpanan energinya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

March 24, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 15-gb0555AX: Gaming Adem, Content Creation Adem, Performa Mantap!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HP yang baru aja…
March 24, 2026 - 0

Review ADVAN 360 GO: Laptop Murah Rp 5 Jutaan yang Bisa Jadi Tablet

Ini Laptop Covertible paling terjangkau dari ADVAN untuk saat ini.…
March 18, 2026 - 0

Review ADVAN Workmate Ultra: Laptop Intel Core Ultra di Bawah Rp 8 Juta?!

Laptop pakai Intel Core Ultra 5 cuma Rp 8 Juta?…
March 17, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5 Gen 10: Laptop 16-Core Buat Kerja Berat & Main Game AAA

Hei Lenovo! Kalian itu mau sedekah?! Masa’ harga Laptop Gaming…

Gaming

March 18, 2026 - 0

Co-Founder Embark Studios Tinggalkan Perusahaan Akibat Tuduhan Pelecehan

Co-founder Embark Studios, Rob Runesson, keluar dari studio itu setelah…
March 18, 2026 - 0

Death Stranding 2 Perlihatkan Konten & Fitur Baru Jelang Rilis di PC

Mendekati rilisnya di PC, Death Stranding 2 perlihatkan adanya konten…
March 18, 2026 - 0

Pimpinan Take Two Sebut AI Tak Bisa Ciptakan Game Yang Sukses

Pimpinan Take Two, Strauss Zelnick, menegaskan bahwa AI hanya dapat…
March 18, 2026 - 0

Kreator MindsEye Berpisah Dari Publisher IO Interactive

Publisher IO Interactive resmi mengakhiri kerja samanya dengan Build a…