Meta Mau Sedot 100 Gigawatt Energi Matahari Pakai Satelit, untuk AI !

Author
Irham
Reading time:
April 30, 2026

Meta mulai mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan energi data center AI yang terus naik. Perusahaan ini bahkan melirik solusi yang cukup tidak biasa, yaitu memanen energi matahari langsung dari luar angkasa. Ide ini muncul karena konsumsi listrik AI sudah mulai membebani jaringan listrik di berbagai wilayah.

Meta energi matahari 100 GW untuk AI

Cara Kerja Konsep Energi Matahari Meta

Konsep yang dibawa cukup menarik karena Meta ingin menempatkan satelit di orbit geosinkron sekitar 22.000 mil dari Bumi. Satelit ini akan menangkap sinar matahari yang tersedia hampir sepanjang waktu tanpa terhalang malam atau cuaca. Energi tersebut kemudian dikirim ke Bumi dalam bentuk sinar inframerah berintensitas rendah.

Di permukaan Bumi, energi ini akan diterima oleh fasilitas khusus yang kemudian mengubahnya menjadi listrik. Sistem ini dirancang agar bisa terhubung langsung dengan infrastruktur solar farm yang sudah ada. Jadi, pembangkit listrik tenaga surya yang biasanya berhenti saat malam bisa tetap beroperasi tanpa jeda.

Meta menggandeng Overview Energy untuk proyek ini dengan kapasitas hingga 1 GW. Jika teknologi ini berjalan sesuai rencana, Meta menargetkan uji coba pertama dilakukan pada 2028. Penggunaan secara komersial baru akan dimulai sekitar 2030.

Baca Juga: MacBook Ultra Bakal Jadi Lini Laptop Teratas Apple? • Jagat Review

Selain soal sumber energi, Meta juga menggarap sisi penyimpanan yang selama ini jadi masalah lain. Perusahaan bekerja sama dengan Noon Energy untuk menghadirkan sistem penyimpanan hingga 100 GWh. Teknologi ini diklaim mampu menyimpan energi lebih dari 100 jam, jauh lebih lama dibanding baterai biasa.

Kebutuhan seperti ini memang mulai terasa penting karena energi terbarukan tidak selalu stabil. Tenaga surya dan angin sangat bergantung pada kondisi alam, sehingga suplai listrik bisa naik turun. Penyimpanan jangka panjang diharapkan bisa menutup celah tersebut agar data center tetap berjalan tanpa gangguan.

Meta sendiri bukan satu-satunya yang bergerak ke arah ini. Sejumlah perusahaan teknologi besar sudah lebih dulu mengamankan pasokan energi dari berbagai sumber, termasuk nuklir dan geothermal. Meta bahkan disebut sudah mengontrak lebih dari 30 GW energi bersih untuk mendukung ekspansi AI ke depan.

Rencana memanen energi dari luar angkasa sebenarnya bukan ide baru, tetapi belum pernah diwujudkan dalam skala besar. Proyek Meta ini bisa jadi ujian penting apakah konsep tersebut benar-benar layak digunakan secara komersial. Jika berhasil, model ini berpotensi mengubah cara industri teknologi mendapatkan listrik.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…