PCB Ini Dibuat Dari Tanah Liat dan Bahan Alami!
Membuat PCB (Printed Circuit Board) biasanya identik dengan proses pabrik yang kompleks dan bahan sintetis. Namun, sekelompok hacktivist justru mencoba pendekatan berbeda dengan memanfaatkan tanah liat alami. Mereka bahkan membagikan panduannya secara terbuka agar bisa dicoba siapa saja.
Ide ini tidak muncul tanpa alasan karena perangkat elektronik modern sering bergantung pada plastik dan material yang rantai pasoknya tidak selalu jelas. Dari situ, mereka mulai mencari alternatif yang lebih sederhana dan lebih ramah lingkungan. Tanah liat dipilih karena material keramik sendiri sudah lama digunakan dalam berbagai komponen elektronik.
Baca Juga: Update Driver GPU Intel Arc Terbaru, Bisa Alokasi RAM Sampai 93 Persen! • Jagat Review
Proses Membuat PCB dari Tanah Liat
Prosesnya pun cukup unik karena dimulai dari mengambil tanah liat langsung dari alam lalu mengolahnya hingga siap dibentuk. Setelah itu, pola sirkuit dicetak menggunakan template hasil 3D printing yang ditekan ke permukaan tanah. Teknik ini butuh presisi karena kedalaman cetakan harus pas agar jalur tetap rapi.

Setelah pola terbentuk, jalur listrik tidak dicetak dengan mesin melainkan dilukis secara manual menggunakan cat berbasis perak. Cat ini berasal dari limbah serbuk perak industri perhiasan sehingga tetap sejalan dengan konsep yang lebih berkelanjutan. Area tertentu juga diperkuat agar bisa digunakan untuk proses solder seperti PCB biasa.
Tahap terakhir jadi bagian paling menarik karena PCB tanah liat ini dibakar menggunakan teknik tradisional dengan api kayu terbuka. Hasilnya memang tidak sepresisi PCB pabrikan karena ada penyusutan material saat dibakar.

PCB ini didesain dengan bentuk Hexagon yang nantinya bisa disambung ke papan PCB lain sesuai kebutuhan. Nantinya pengguna bisa juga menyesuaikan dengan berbagai projek elektronik yang mereka kerjakan, mulai dari lampu, audio dan lain-lain.
Di bagian akhir, proyek ini benar-benar dibuka untuk publik. Semua orang bisa menyalin, mempelajari, dan membagikan ulang panduan yang mereka tulis di blog hacktivist tersebut.
Mereka juga menyediakan versi PDF bagi yang ingin menyimpan atau mempelajarinya secara offline. Selain itu, ada halaman GitHub yang berisi kode pemrograman, panduan solder, hingga file untuk 3D printing yang bisa langsung digunakan.
Akses yang terbuka seperti ini membuat proyeknya tidak berhenti di satu eksperimen saja, tetapi bisa dikembangkan lebih jauh oleh siapa pun yang tertarik mencoba.

















