NVIDIA Vera Turut Diluncurkan, CPU Server Berbasis ARM
RTX Spark mungkin jadi yang paling menarik perhatian dari NVIDIA di ajang COMPUTEX 2026. Namun, sementara SoC tersebut hadir untuk pasar konsumer, NVIDIA juga turut meluncurkan CPU anyar untuk kelas server yakni NVIDIA Vera yang berbasis ARM dan diklaim 80% lebih kencang ketimbang CPU server x86 kompetitor.
NVIDIA Vera merupakan bagian dari platform Vera Rubin, pelengkap GPU Rubin untuk kebutuhan server AI. CPU ini memakai 88 core berbasis ARM dengan total hingga 176 thread dalam satu socket. NVIDIA juga menyebut Vera mampu memberikan peningkatan performa rata-rata hingga 1,8 kali dibanding CPU x86 kelas server saat ini.
Vera mendukung RAM LPDDR5X hingga 1,5 TB dengan bandwidth mencapai 1,2 TB/s. Kecepatan transfer data yang tinggi tersebut penting untuk proses AI inference dan pengolahan data skala besar. NVIDIA Vera memang disiapkan buat kebutuhan seperti agentic AI, reinforcement learning, hingga analisis data.
Tak hanya dipakai sendiri, Vera juga dirancang untuk dipasangkan dengan GPU Rubin terbaru milik NVIDIA. Sebagai contoh dalam konfigurasi NVIDIA Vera Rubin NVL72, sistem tersebut memakai 36 CPU Vera dan 72 GPU Rubin sekaligus. Komunikasi antara CPU dan GPU mengandalkan NVLink-C2C dengan bandwidth hingga 1,8 TB/s.
NVIDIA menyebut, beberapa nama besar di industri AI seperti Anthropic, OpenAI, hingga xAI milik Elon Musk bakal memakai platform tersebut untuk infrastruktur mereka. Selain itu, vendor seperti Dell, HP, Lenovo, ASUS, dan Supermicro juga akan membuat server berbasis NVIDIA Vera dalam waktu dekat.













