Data industri mengklaim PS5 menyumbang hingga 80% penjualan game single player AAA secara global dibandingkan pesaingnya, Xbox.
Meski sebagian pihak berfokus pada jumlah penjualan unit dalam menentukan pihak yang unggul di perang console, pada kenyataannya jumlah game yang terjual di console tertentu juga pegang peranan penting. Bagi publisher, semakin besar potensi pasar sebuah platform, maka semakin tinggi pula kemungkinan platform tersebut mendapat prioritas dalam strategi pemasaran game maupun pengembangannya, bahkan sampai opsi game eksklusif.
Hal itulah yang kini disoroti oleh analis industri Chris Dring, yang merupakan editor di The Game Business. Berdasarkan data confidential yang ia bagikan, PS5 kini menyumbang sekitar 75% hingga 80% dari total penjualan awal game AAA single player yang juga dirilis di Xbox. Artinya, dari setiap 100 copy game yang terjual saat peluncuran, sekitar 75 hingga 80 di antaranya berasal dari penjualan di PlayStation, sementara sisanya dibagi dengan Xbox.
[caption id="attachment_158433" align="aligncenter" width="968"] Image: playstation.com[/caption]
Menurut Dring, kondisi tersebut semakin sering terlihat pada berbagai game AAA non-eksklusif dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor terbesar tentu berasal dari basis pengguna PS5 yang jauh lebih besar dibanding Xbox Series X|S. Dengan jumlah calon pembeli yang lebih banyak, publisher pun memiliki peluang lebih tinggi untuk meraih penjualan pada platform milik Sony tersebut.
Meski demikian, angka tersebut tidak berarti Xbox kehilangan keuntungan sepenuhnya. Strategi Microsoft kini memang telah bergeser dari sekadar mengejar penjualan game di console menjadi membangun ekosistem yang lebih luas melalui Game Pass, PC, cloud gaming, hingga merilis game first party di platform lain, termasuk PlayStation. Pergeseran fokus ini membuat performa penjualan game di console Xbox tidak lagi menjadi satu-satunya indikator keberhasilan bisnis divisi gaming Microsoft itu.
Di sisi lain, dominasi PlayStation juga memberikan sinyal penting bagi publisher pihak ketiga. Semakin besar kontribusi penjualan dari PS5, semakin besar pula kemungkinan platform tersebut menjadi prioritas dalam berbagai aspek, mulai dari kerja sama pemasaran, bonus pre-order, konten eksklusif sementara, hingga prioritas untuk proses optimisasi saat pengembangan game.
Fenomena ini sekaligus membantu menjelaskan mengapa Sony masih begitu percaya diri mempertahankan bisnis hardware mereka. Sebelumnya, perusahaan itu juga menegaskan bahwa console dedicated akan tetap menjadi inti bisnis dari PlayStation, meski cara bermain gamer terus berubah. Dengan basis pengguna yang besar dan kontribusi signifikan terhadap penjualan software, posisi PlayStation sebagai platform utama untuk game AAA single player tampaknya masih sangat kuat.
Meski begitu, perlu diingat bahwa angka 75% - 80% tersebut merupakan estimasi berdasarkan data industri yang dibagikan Chris Dring, dan bukan laporan penjualan resmi dari Sony maupun Microsoft. Persentasenya juga dapat berbeda tergantung judul game, genre, serta wilayah penjualan.
Bagaimana menurut Anda mengenai data yang menarik ini? Apakah Anda melihat dominasi PS5 ini akan membuat publisher memprioritaskan PlayStation dibanding Xbox pada masa mendatang?