Cybersecurity Whitepaper oleh Indosat: Bodyguard Digital? Buat Apa Ya?

Coba pikir sebentar, ada nggak satu bisnis hari ini yang bener-bener jalan tanpa teknologi dan data? Hampir nggak ada. AI, cloud, macam-macam platform digital, semuanya sudah masuk ke cara perusahaan kerja sehari-hari. Tapi ada satu hal yang ikut naik juga: rsikonya.
Setiap 39 detik, ada satu serangan siber terjadi di dunia. Jadi dari kalimat pertama tadi sampai kalimat ini selesai, sudah ada satu serangan baru yang lagi jalan di suatu tempat. Dan kita makin sering dengar ceritanya. Data bocor, kena ransomware, atau sistem berhenti jalan. Yang kena bukan cuma operasional, tetapi juga kepercayaan pelanggan auto ikut turun, dan itu justru yang paling susah dibangun ulang.
Makanya pertanyaannya sekarang sudah geser. Bukan lagi soal penting atau nggak pentingnya cybersecurity. Tapi soal, perusahaannya sendiri sudah siap belum. Nah, kesiapan seperti itu ada namanya. Ketahanan terhadap serangan siber, atau yang biasa disebut cyber resilience.
Kali ini kita akan lihat seperti apa kondisi cybersecurity di Indonesia, dan gimana caranya membangun ketahanan itu. Simak bincang-bincang kami bersama dengan Dr. Ir. Charles Lim dari Swiss German University, bersama dengan Lucky Kurniawan selaku Head of Security Product Factory untuk Indosat Business di video podcast berikut ini:














