Drone Pengantar Kargo Diujicoba oleh Tentara Amerika Serikat

Reading time:
January 10, 2012

Drone yang berfungsi untuk mengawasi wilayah konflik sudah sering digunakan Amerika di beberapa negara, seperti Afganistan, Irak, dan negara-negara lain di Timur Tengah. Namun, drone versi helikopter untuk menjalankan misi mengantar kargo adalah untuk yang pertama kalinya.

Dua model helikopter tak berawak Kaman K-MAX, sebuah tim yang terdiri dari 16 teknisi dari berbagai perusahaan, dan delapan mariner melakukan program evaluasi terhadap helikopter tersebut. Helikopter tersebut telah berhasil menjalankan 20 misi pengantaran sejak penerbangan pertamanya 17 Desember 2011 lalu. Hingga saat ini, mereka telah mengantarkan hampir 18 ton kargo yang kebanyakan berisi makanan siap saji dan onderdil yang dibutuhkan di tempat yang ditargetkan.

article 2083673 0F5E1EAD00000578 372 634x420

Helikopter ini akan sangat berguna jika digunakan di medan seperti Afganistan yang merupakan negara kaya minyak dan kemungkinan adanya perangkat meledak yang tertanam di bawah tanah menjadi masalah dalam pengiriman kargo dalam bentuk konvoi. “Setiap kargo yang kami daratkan menggunakan sistem konvoi akan membahayakan nyawa marinis, tentara, dan pelaut kami. Dengan menggunakan helikopter tak berawak, kami dapat meminimalisasi kehilangan anggota kami,” ujar Mayor Kyle O’Connor.

Marinir dari Unmanned Aerial Vehicle Squadron One memimpin misi tersebut dan mengantarkan kargo ke zona yang dituju, sedangkan para kontraktor mengoperasikan helikopter-helikopter tesebut dari jauh. Helikopter ini memiliki komputer onboard yang terdapat rencana misi di dalamnya sehingga memungkinkannya untuk terbang dalam mode autopilot. Namun, akan seorang operator yang akan mengontrol pergerakan helikopter tersebut yang sewaktu-waktu dapat mengambil alih kendali untuk operasi manual jika muncul permasalahan.

Helikopter K-MAX merupakan seri terakhir dari helikopter rotor kembar tersinkronisasi Kaman yang telah muncul sejak tahun 1950. Versi tak berawak dari helikopter ini muncul pertama kali tahun 1990, sedangkan prototype versi tanpa pilot diluncurkan tahun 2008. Helikopter ini dapat membawa beban sebanyak 6.855 pon dan membutuhkan dana sekitar US$1.100 per jam untuk pengoperasiannya—beberapa kali lipat lebih rendah dari helikopter berawak yang pernah ada.

Setelah periode pengetesan selama enam bulan berakhir, militer Amerika akan memutuskan “penugasan” yang paling tepat untuk helikopter ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 20, 2026 - 0

ARC Raiders Ubah Sistem Expedition, Timbulkan Pro Kontra di Komunitas

Embark Studios ubah sistem Expedition di ARC Raiders, menggantinya dengan…
April 20, 2026 - 0

Eks Karyawan Ubisoft Halifax Sepakati Deal Kompensasi Dari Serikat Pekerja

Setelah penutupan Ubisoft Halifax yang kontroversial, serikat pekerja CWA Canada…
April 19, 2026 - 0

Chief People Officer Epic Games, Monika Fahlbusch, Resmi Tinggalkan Perusahaan

Executive Officer HR di Epic Games, Monika Fahlbusch, resmi hengkang…
April 19, 2026 - 0

Iron Galaxy Kembali Lakukan PHK Demi Sesuaikan Perubahan Iklim Industri

Iron Galaxy kembali melakukan pemangkasan karyawan di tengah perubahan besar…