Blizzard VS Valve: Hak Atas Nama DOTA

Reading time:
February 13, 2012

Nama besar DOTA (Defense of The Ancients) sebagai salah satu mod game terbaik yang pernah lahir di industri game memang tidak perlu diragukan lagi. Rancangan IceFrog untuk memperkaya unsur RPG Warcraft III lewat mekanisme gameplay pertarungan antar hero ini memang luar biasa. Setelah hidup di bawah naungan Blizzard selama kurang lebih 7 tahun terakhir dan meraih popularitas yang luar biasa, DOTA akhirnya harus “terlepas” begitu saja. Valve, perusahaan developer kompetitor, berhasil menggandeng IceFrog untuk merilis seri keduanya yang tampil dengan visualisasi yang lebih baik. Semudah itukah perjalanan Valve mendapatkan DOTA? Tentu tidak, Blizzard memutuskan untuk memberikan sedikit perlawanan. Persaingan atas nama DOTA ini sendiri memang terlihat begitu jelas di permukaan. Setelah Valve memperkenalkan DOTA 2 kepada publik, Blizzard juga dengan tidak ragu memperkenalkan produk ambisius mereka – Blizzard DOTA. Dengan Valve yang selangkah lebih maju dengan usaha untuk menjadikan DOTA sebagai merk dagang resmi mereka, Blizzard tidak punya pilihan lain selain “menggagalkan” upaya ini. Blizzard pun akhirnya memilih untuk mengambil jalur hukum untuk mendapatkan hak atas nama DOTA ini. Blizzard memberikan argumen yang cukup kuat untuk hal ini. Blizzard merasa berhak karena DOTA sama sekali tidak memiliki asosiasi yang kuat dengan produk Valve sama sekali sebelum ini. Fakta bahwa DOTA dibangun dari semua elemen dan dunia yang diciptakan Blizzard untuk Warcraft III juga memperkuat keinginan Blizzard untuk mendapatkan DOTA. Oleh karena itu, Blizzard menginginkan agar Badan Paten dan Merk Dagang Amerika membatalkan pengajuan permohonon dari Valve. Memang menyedihkan melihat bagaimana dua developer besar dan ternama seperti Blizzard dan Valve harus bertemu di medan pertempuran demi sebuah game. Namun melihat potensi yang mampu dihasilkan DOTA di masa depan, siapapun yang memenangkan pertempuran yang satu ini akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Kesuksesan seolah sudah pasti untuknya. Bagaimana dengan Anda sendiri? Blizzard atau Valve yang lebih pantas mendapatkan DOTA?
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Devil May Cry 5 Catat Penjualan Terbaiknya Setelah 7 Tahun Rilis

Fenomena menarik terjadi pada Devil May Cry 5, yang catat…
June 17, 2026 - 0

PUBG Uji Mode Baru Berbasis AI Pendamping, Ally Duo

Menjelang usia ke-10, PUBG memperkenalkan Ally Duo, memungkinkan pemain bertarung…
June 17, 2026 - 0

Studio Double Fine Ikut Terancam Restrukturisasi Xbox

Restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam Double Fine, kini tengah berupaya mencari…
June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…