[PR] Bank Terkemuka di Indonesia Memilih VMware untuk Virtualisasi Datacenter

Memangkas Biaya Secara Signifikan dan Mendorong Utilisasi Server Dengan Virtualisasi dari VMware
JAKARTA, 8 Maret 2012 — VMware, Inc. (NYSE: VMW), pemimpin global dalam virtualisasi dan infrastruktur Cloud, hari ini mengumumkan bahwa PT Bank OCBC NISP Tbk telah memanfaatkan kekuatan virtualisasi VMware untuk membangun infrastruktur data center yang dinamis dan andal untuk menghantarkan berbagai aplikasi bisnis penting.
Melalui VMware vSphere®, OCBC NISP telah meningkatkan keandalan sistem core banking, berhasil melakukan konsolidasi server fisik untuk mengurangi biaya, dan membantu meringankan tekanan beban kerja pada fasilitas data center.
“Virtualisasi telah banyak mengubah bagaimana konsumsi sumber daya TI dan penghantaran layanan TI dalam organisasi jasa keuangan,” kata Andreas Kagawa, Country Manager, VMware Indonesia.”VMware mendapat kehormatan untuk menjadi mitra teknologi strategis OCBC NISP untuk dapat membantu membawa bisnis mereka ke jenjang yang lebih tinggi dalam hal efisiensi dan keandalan TI melalui pemanfaatan model IT-as-a-Service.”
Mengurangi Biaya Peranti Keras dan Peranti Lunak hingga 80 persen
OCBC NISP telah memasang VMware vSphere pada 144 server fisik yang didistribusikan di 10 casis blade yang terhubung ke storage area network. Aplikasi yang berjalan di atas VMware termasuk sistem front-end aplikasi core banking, intranet, database Microsoft SQL Server, SAP Fixed Assets, Oracle PeopleSoft Human Resources Management System, Oracle Database dan Oracle Applications. Tim TI yang terdiri dari teknisi VMware dan staf TI OCBC NISP membutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan proses migrasi.
Infrastruktur server baru OCBC NISP mendukung 1.800 mesin virtual – sekitar 900 masing-masing di dua datacenter bank tersebut. Setelah mengkonsolidasikan infrastruktur SQL Server hingga seperempat dari persyaratan kebutuhan sebelumnya, OCBC NISP telah mengurangi peranti keras dan biaya peranti lunak hingga 80 persen. Pengurangan jumlah server juga memungkinkan tim TI untuk merespon dengan cepat tuntutan penambahan kapasitas dari bisnis sekaligus mengurangi biaya pembuatan server baru untuk bisnis sebesar 60 persen.
“Melalui ® VMware vSphere, kami mampu mengkonsolidasikan infrastruktur server fisik kami dari 12 rak server menjadi hanya dua,” kata Filipus Suwarno, Kepala Divisi TI Bank OCBC NISP. “Kemampuan untuk mengelola infrastruktur virtual dari konsol tunggal juga mengurangi waktu administrasi server kami sebesar 30 persen sehingga staf TI kami bisa fokus pada isu-isu strategis dan menjalankan proyek bisnis.”
Meningkatkan Utilisasi dari Delapan Persen menjadi 70 Persen
VMware vSphere membantu infrastruktur virtual memberikan performa yang sama dengan menjalankan SQL Server di atas server fisik, terutama karena setiap mesin virtual dapat diperluas hingga empat CPU virtual dan 256GB RAM.
“Sebelum kami memindahkan database SQL Server ke VMware, kami hanya bisa mencapai tingkat utilisasi rata-rata CPU 8 persen. Sekarang kami telah berhasil meningkatkan utilisasi ini rata-rata 70 persen sehingga biaya lisensi pun berkurang secara dramatis,” kata Suwarno. “Kami tengah mempertimbangkan penggelaran virtualisasi kita sebagai dasar untuk berpindah ke Cloud Computing sehingga bisa menyediakan akses ke sumber daya secara on-demand bagi unit-unit bisnis kami sehingga berpotensi mengurangi biaya belanja modal kami.”
Kantor Cabang Beroperasi Tanpa Gangguan
Setelah server kantor cabang berjalan di atas infrastruktur virtual yang menggantikan mesin fisik, OCBC NISP mampu mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengirim berkas core banking berukuran besar melalui jaringan untuk setiap cabang setiap malamnya, dari rata-rata 3 jam menjadi hanya 30 menit. Kemampuan ini memastikan bank lebih tahan terhadap masalah jaringan dan pemadaman listrik, sekaligus meningkatkan produktivitas dan tingkat kepuasan pelanggan.
Melalui pembagian beban kerja yang merata di data center perusahaan, OCBC NISP juga mampu untuk mendukung seluruh jaringan kantor cabang dari satu lokasi, sesuai kebutuhan. Bank tersebut juga sudah menguji kemampuan pemulihan bencana dan menemukan bahwa jika salah satu datacenter mengalami pemadaman parah, semua sistem bisa dialihkan ke situs lain hanya dalam 30 menit.
Didirikan pada tahun 1941, Bank OCBC NISP adalah bank keempat tertua di Indonesia. Mayoritas sahamnya dimiliki oleh Bank OCBC yang berbasis di Singapura. Berkantor pusat di Jakarta, Bank OCBC NISP memiliki 412 kantor cabang di 82 kota di seluruh negeri. Bank swasta ini juga mengelola 652 anjungan tunai mandiri yang didukung oleh lebih dari 5.800 staf. Per 31 Desember 2011 memiliki total aset Rp 59,8 triliun.
Sumber-sumber tambahan
- Unduh case study OCBC NISP
Baca bagaimana perusahaan bisa mentransformasikan bisnisnya melalui virtualisasi














