[PR] STUXNET Menggila – Waspada Industri di Indonesia

Reading time:
September 28, 2010

Jakarta, 28 September 2010 – Kisah cerita tentang Stuxnet, virus canggih terus berlanjut, dan semakin menimbulkan dampak. Tentu saja ada banyak pertanyaan seputar masalah tersebut terutama karena akibat yang ditimbulkan yang demikian tinggi. Apakah ini adalah cara baru untuk
memenangkan persaingan dalam industri? Atau lebih karena sebab politis?

Apapun itu, yang pasti virus tersebut telah menyebar dan menimbulkan dampak pada jaringan komputer terutama milik organisasi dan perusahaan di berbagai belahan dunia. Setelah virus meretas PC, Stuxnet mencari perangkat lunak -SCADA, Supervisory Control and Data Acquisition- yang menjalankan sistem kontrol fasilitas di industri seperti pabrik dan pembangkit listrik. Kemudian meluncurkan serangan dengan memprogram ulang perangkat lunak untuk menyebarkan instruksi berbahaya pada mesin industri.

Indonesia termasuk dalam negara dengan tingkat infeksi Stuxnet tertinggi dengan angka prosentase 17.4%. Hanya beda satu peringkat saja di bawah Iran yang ada di posisi pertama dengan prosentase 52.2%.

Secara statistik, perbandingan tingkat infeksi virus stuxnet di berbagai belahan dunia dapat disaksikan pada diagram berikut ini:

STRUXNET 1
Gambar 1. Grafik komposisi serangan Stuxnet di berbagai negara.
STRUXNET 2
Gambar 2. Prosentase tingkat infeksi virus Stuxnet di masing-masing negara.

Menurut Randy Abrams, seorang peneliti sekaligus Director of Technical Education ESET: “Sekali saja worm menginfeksi sebuah sistem dan kemudian membentuk komunikasi dengan komputer server penyerang sehingga dapat digunakan untuk mencuri data perusahaan atau  mengendalikan sistem SCADA”.

Virus Stuxnet tersebut memang secara spesifik dirancang untuk menghantam SCADA , sistem yang banyak digunakan untuk melakukan kontrol dan memonitor kegiatan proses industri, kemudian mencuri data-data rahasia dari sistem SCADA tersebut. Stuxnet hadir secara sistematis
memanfaatkan celah keamanan pada microsoft yang selama ini ada dan tanpa disadari kemudian menggandeng LNK exploit dalam menyebarkan diri.

Dari pola-pola Stuxnet yang terbentuk, ditengarai Stuxnet menyasar pada dua kelompok besar:
1. Pada jaringan komputer perusahaan atau organisasi tertentu – ancaman seperti ini diarahkan langsung pada perusahaan atau organisasi tertentu, sementara tujuan nya adalah masuk secara illegal langsung ke tempat penyimpanan informasi rahasia seperti informasi bisnis dan
perdagangan.
2. Berikutnya adalah sasaran pada perangkat lunak atau infrastruktur IT tertentu. Ancaman jenis ini tidak secara langsung ditujukan ke perusahaan, tetapi yang menjadi target adalah software tertentu di dalam system komputer tujuannya jelas mencuri data rahasia, seperti data nasabah bank atau sistem SCADA .

Merujuk pada kondisi tersebut, dimana Indonesia sebagai negara dengan tingkat penyebaran virus stuxnet nomor dua setelah Iran, kalangan bisnis dan Industri Indonesia perlu mewaspadai ancaman cybercrime. Lembaga-lembaga baik bisnis maupun pemerintahan yang menggunakan jaringan komputer dalam pekerjaannya merupakan target potensial. Karena itulah, maka sistem keamanan komputer perlu dijadikan bagian yang terintegrasi dalam pemahaman teknologi komputer. Cyber security pada era belakangan ini bukan lagi elemen yang terpisah, karena potensial untuk diabaikan.

“Pengguna ESET tidak perlu khawatir, karena ThreatSense Technology sebagai teknologi andalan dalam ESET Antivirus NOD32 dan ESET Smart Security telah mampu mengenali worm bernama Stuxnet tersebut sejak Juli 2010,” demikian disampaikan Yudhi Kukuh, Technical Consultant PT
Prosperita – ESET Indonesia. Periksa kembali antivirus sebelum jaringan komputer di perusahaan menjadi benar-benar tak berdaya.

Untuk penanganan penyebaran, dapat melakukan patch berikut:
1. MS10-046, LNK Exploit. http://support.microsoft.com/kb/2286198
2. MS10-061, Print Spooler Remote Code Execution, http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/ms10-061.mspx
3. MS08-067, Server service Vulnerability http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/ms08-067.mspx

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…

Gaming

June 26, 2026 - 0

GTA 6 Diklaim Miliki Performa Terbaik di PS5 Pro

Informasi baru mengungkap GTA 6 di PS5 Pro akan mendapat…
June 26, 2026 - 0

Xbox Kembali Naikkan Harga Console Hingga $150

Microsoft kembali menaikkan harga Xbox Series X dan Series S…
June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…