Blackberry “Hanya” Merugi Rp 830 Miliar

Author
Ozal
Reading time:
June 29, 2013

Perusahaan pembuat smartphone Blackberry mengumumkan, kembali mengalami kerugian sebesar US$ 84 juta atau setara Rp 830 miliar. Kendati demikian, Blackberry berhasil menurunkan angka kerugiannya. Pada kuartal yang sama pada tahun lalu, Blackberry sempat merugi US$ 518 juta atau setara kehilangan US$ 99 sen per saham.

BB rugi

Kerugian Blackberry awal tahun Ini disebabkan oleh tingginya marjin bisnis layanan, biaya penyediaan data Blackberry, dan layanan keamanan untuk pelanggan. Rugi bersih US$ 84 juta ini setara dengan kerugian mencapai US$ 16 sen per saham. Berbeda dari tahun lalu, kerugiannya itu sebagian besar disebabkan oleh proses PHK ribuan karyawannya yang menelan biaya hampir US$ 350 juta.

Perusahaan yang berbasis di Kanada itu juga mengatakan, akan tetap mengalami kerugian operasional hingga kuartal berikutnya, September ke depan. Pengumuman tersebut diiringi oleh anjloknya harga saham Blackberry 27,8 persen menjadi US$ 10,46 per saham pada penutupan di bursa Nasdaq, Jumat waktu setempat. Walau begitu, posisi kas Blackberry naik menjadi US$ 3,1 miliar per 1 juni atau naik sekitar US$ 200 juta dari kuartal terakhir tahun lalu. selain itu, perusahaan pun dalam posisi sedang tidak berhutang.

“Kami tidak duduk di sini untuk dirusak atau dihancurkan. Dalam pandangan saya, mengingat di mana kita berada dalam portofolio dan roll-out yang sebenarnya itu baik.” Chief Executive Blackberry Thorsten Heins dalam sebuah wawancara dengan Routers.

BB rugi 2

BlackBerry mengatakah telah melakukan pengapalan sebanyak 6,8 juta smartphones pada kuartal I tahun ini, atau lebih tinggi 13 persen dari kuartal sebelumnya. Pegiriman itu termasuk 2,7 juta perangkat BB10. Jumlah tersebut, ternyata meleset dari perkiraan analis. Sebelumnya mereka menyatakan, pengiriman perangkat BB10, yakni Z10 dan Q10 bakal melebihi 3 juta unit.

BlackBerry telah meluncurkan tiga smartphone baru BB10, yakni Z10, Q10, dan Q5. Blackberry Q5 sendiri yang merupakan perangkat BB10 ber-keyboard dengan harga yang lebih murah dan ditargetkan untuk pasar negara berkembang.

Akhir tahun nanti, pihaknya juga berencana memnurunkan harga smartphone yang berjalan pada platform lama, yakni BB 7. Ini dilakukan untuk menjaga pangsa pasar di negara berkembang yang kini tengah dibanjiri oleh berbagai perangkat murah.

(sumber: Reuters)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 19, 2026 - 0

ARC Raiders Kembali Buka Pendaftaran Untuk Expedition

ARC Raiders kembali membuka pendaftaran untuk pemain end game yang…
April 17, 2026 - 0

Console Legendaris NeoGeo AES Kembali Dirilis Oleh SNK

SNK bersama Plaion kembali rilis console legendaris NeoGeo AES dengan…
April 17, 2026 - 0

Subnautica 2 Hapus Nama Krafton Dari Kolom Publisher di Steam

Setelah Krafton kalah dalam proses peradilan terkait drama Subnautica 2,…
April 17, 2026 - 0

Windrose Berhasil Terjual 500 Ribu Copy Dalam 2 Hari

Baru 2 hari semenjak mulai early access, Windrose telah berhasil…