Penemu Mouse Komputer Douglas Engelbart Tutup Usia

Author
Ozal
Reading time:
July 4, 2013

Penemu mouse komputer Douglas C. Engelbart tutup usia dalam usia 88 tahun pada Rabu malam 3 Juli 2013, waktu setempat. Istrinya, Karen O’Leary Engelbart mengatakan, penyebab utama suaminya meninggal dunia adalah gagal ginjal.

engelbert 4

Berita meninggalnya bermula dari sebaran email Profesor David Farber setelah mendapat kabar dari putri Engelbart, Cristina yang mengatakan, ayahnya meninggal dengan tenang dalam tidurnya di rumahnya Atherton, California. Dikutip dari The New York Times. kesehatan Doug, sapaan akrabnya, memang tengah memburuk akhir-akhir ini dan makin memburuk akhir pekan lalu akibat penyakit ginjal yang dialaminya. Selain istrinya, ia telah meninggalkan putrinya Gerda, Diana dan Christina, seorang putra Norman, serta sembilan cucu.

Douglas “Doug” Engelbart dianggap sebagai penemu legendaris asal Amerika yang menemukan mouse komputer. Berkat temuannya itu, Ia telah membantu banyak user di seluruh dunia hingga sekarang dalam mengoperasikan interface PC modern saat ini.

Ia lahir di Portland, Oregeon, Amerika Serikat pada 30 Januari 1925 silam. Doug berhasil menyelesaikan sarjana di bidang teknik elektro di Oregon State University pada 1948. Lalu di University of California Berkeley, Ia juga berhasil meraih gelar sarjananya B.Eng pada 1952. Tiga kemudian, Doug pun menyelesaikan disertasinya dan diberi gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari universitas yang sama di bidang teknik elektro dan ilmu komputer.

Selama 1950-an itu juga, Ia bekerja sebagai teknisi elektronik di laboratorium kedirgantaraan pemerintah di California yang dijalankan oleh National Advisory Committee on Aeronautics (Cikal bakal NASA). Lalu pada Desember 1950, Ia pun mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Ballard. Ia istri pertama Doug yang meninggal pada 1997 silam.

Lulus dari studi doktoralnya, Doug pun mengajar di alamaternya selama setahun. Kemudian, Ia pun mendirikan perusahaan bernama Digital Techniques. Di perusahaan ini, Doug ingin mengimplementasikan hasil penelitian disertasinya berupa alat penyimpanan atau storage device. Akan tetapi, usaha Doug mengalami kemandekan, sehingga hanya bertahan selama setahun.

Lalu pada 1957, Doug bergabung dengan Stanford Research Institud (sekarang SRI International). Selama di SRI, Ia telah mematenkan lebih dari 12 hasil ciptaannya. Dalam perjalannya di SRI, Ia mengerjakan proyek bernama “Augmenting Human Intelect: A Conceptual Framwork” yang didanai oleh Advance Reserch Projects Agency (ARPA) di bawah Angkatan Udara As dan NASA. Doug pun mendirikan laboratorium khusus di SRI bernama Augmentatition Research Center (ARC) guna menunjang penelitiannya itu.

engelbart 3

Di ARC itu lah mouse dapat diciptakan. Akan tetapi ide awal Doug tentang mouse muncul ketika Doug menghadiri konferensi komputer grafis. Dia pun merenung tentang bagaimana caranya memindahkan kursor di layar komputer yang awalnya dianggap sebagai “bug”.

Akhirnya di lab tersebut, beberapa alat yang dapat menggerakan sebuah penunjuk di layar komputer tercipta. Alat tersebut bentuknya terlihat mirip tikus karena terdapat kabel panjang yang terhubung di bagian belakangnya. Sehingga banyak peneliti di Lab itu menyebut alat itu dengan dengan sebutan “Mouse”. Sayangnya, Doug tidak ingat siapa yang pertama kali mengucapkan nama Mouse pada alat ciptaannya itu. Selain itu, ARC pun terlibat dengan proyek bernama ARPANET yang merupakan cikal bakal internet.

Mouse pertama itu memiliki tiga tombol, namun Doug merasa bahwa 10 tombol tampaknya akan lebih berguna. Padahal dua dekade kemudian ketika Apple menambahkan mouse untuk komputer Manchintos-nya, Steve Jobs memutuskan untuk menggunakan satu tombol saja sudah lebih dari cukup dan dipercaya sebagai bentuk kesesederhanaan radikal.

Pada 1967, Doug pun mengajukan paten Mouse. Lalu tepat pada 9 Desember 1968 di Fall Joint Computer Conference di San Francisco. Doug bersama sekelompok peneliti dari Pusat Penelitian Augmentation (ARC) mendemontrasikan hasil penelitiannya sejak 1962 itu selama 90 menit di hadapan publik. Momen ini merupakan debut penting bagi mouse sehingga dapat dikenal luas. Beberapa cuplikan video presentasi Doug dapat dilihat di video berikut:

Beberapa tahun berlalu semenjak Doug dan kawan-kawan mendemonstrasikan Mousenya itu, ternyata menarik minat orang-orang dari Silicon Vallen yang sering disebut sebagai “the mother of all demos”. Akhirnya teknologi ciptaan Engelbart itu disempurnakan di Xerox Palo Alto Research Center dan di Stanford Artificial Intelligence Laboratory. Kemudian pada 1980-an, mouse tersebut diubah untuk penggunaan secara komersil oleh Apple dan Microsoft.

Atas jasa-jasanya dalam dunia teknologi dan Infromasi, Presiden AS ke 42, Bill Clinton menganugrahi the National Medal of Technology kepada Doug.

Selamat jalan Dr. Douglas C. Engelbart. Rest in peace, Doug.

engelbart
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…

Gaming

May 14, 2026 - 0

Film Live Action The Legend of Zelda Dipercepat Rilisnya

Nintendo bagikan berita baik, dengan memajukan rilis film live action…
May 14, 2026 - 0

Capcom Jelaskan Posisi Generative AI Dalam Pengembangan Game Mereka

Capcom gunakan generative AI untuk meningkatkan efisiensi pengembangan game dan…
May 14, 2026 - 0

Frekuensi Update ARC Raiders Akan Dikurangi Demi Jaga Kualitas Konten

Embark Studios mengubah strategi frekuensi update ARC Raiders menjadi dua…
May 14, 2026 - 0

Fortnite Resmi Umumkan Kolaborasi dengan Overwatch

Setelah cukup lama hanya jadi rumor, Fortnite akhirnya berkolaborasi dengan…