McAfee: Empat Tahun, Hacker telah Mencuri Data Militer Korea

Author
Ozal
Reading time:
July 15, 2013

Sebuah kelompok hacker misterius telah menghabiskan waktu selama empat tahun memata-matai dinas militer Korea Selatan. Itu dilakukan guna mencuri data rahasia di dalamnya selama empat tahun tersebut. Demikian menurut hasil penemuan yang dilakukan oleh perusahaan antivirus komputer, McAfee.

McAfee merilis sebuah makalah teknis sebanyak 29 halaman pada hari senin lalu (8/7/2013) yang berisi analisis mereka terhadap kode perangkat lunak yang digunakan hacker tersebut.

korea

Pihaknya merinci, bagaimana para penyusup digital itu menggunakan infrastruktur canggih yang biasa dikenal dengan sebutan “Botnet”. Artinya, kelompok hacker tersebut menginfeksikan PC dengan sebuah software yang secara otomatis mencari dokumen menarik dengan memindai kata kunci militer berbahasa Inggris dan Korea. Setelah mengidentifikasi dokumen yang menarik, lanjut McAfee, file-file itu dienkripsikan dan kemudian dikirim ke server hacker.

McAfee belum bisa mengidentifikasikan siapa dalang sebenarnya yang menjadi sponsor di balik penyusupan ke militer Korea Selatan ini. Akan tetapi, mereka memperkirakan, kelompok hacker itu dikenal sebagai “New Romanic Army Team”.

McAfee menamai serangan ini dengan sebutan “Operasi Troy”. Sebab, kata “Troy” sering muncul dalam kode perangkat lunak berbahaya. Terlebih, The New Rumawi Cyber Team Army sering menggunakan istilah Romawi dan klasik itu di dalam kode mereka.

Pada 4 Juli 2009 silam, mereka meluncurkan serangan pertama yang berbahaya dan signifikan. Akibatnya, data komputer di beberapa situs bisnis dan pemerintah di Korea Selatan dan Amerika Serikat terganggu.

Dilansir dari Reuters, pihak berwenang di Seoul maupun kedutaan Korsel di Washington dan pihak Pentagon belum bersedia untuk berkomentar lebih lanjut atas temuan McAfee ini. Kemungkinan mereka belum menyadari bahwa selama empat tahun, militer korea telah disusupi hacker.

Pihak Korea Selatan maupun sekutunya, yakni AS hanya bisa menyalahkan bahwa serangan ini berasal dari Korea Utara. Sayangnya, pihak Pyongyang membantah keras telah melakukan itu. Bahkan pihak Korea Utara mengklaim, juga ikut menjadi korban dari serangan cyber ini.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…
March 26, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S16 OLED (UM5606GA): Tipis dan Ringan tapi Kencang dan Kekinian!

Ini adalah ASUS Zenbook S 16 OLED keluaran 2026. Desainnya…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…