[PR] Ericsson dan Tricolor TV Demonstrasikan Satelit Pertama UHDTV di Rusia

Reading time:
July 17, 2013
ericsson_logo_blue
  • Ericsson mendukung Tricolor TV dengan mendemonstrasikan siaran Ultra High Definition TV pertama di Rusia
  • Dalam waktu dekat, pelanggan Tricolor TV akan dapat menikmati resolusi gambar empat kali lebih tinggi dibanding kualitas Full HD saat ini
  • Solusi ini merupakan kontribusi dari encoder dan modular receiver Ericsson terkini

Tricolor TV, operator televisi satelit terbesar di Rusia, membuat terobosan baru dengan mendemonstrasikan secara langsung siaran Ultra High Definition TV (UHDTV) pada akhir Juni 2013 lalu. UHDTV menawarkan resolusi gambar empat kali lebih tinggi dibanding kualitas gambar Full HD yang ada saat ini di mana sudah menjadi standar di industri televisi berbayar sekarang ini.

Untuk menunjukkan keseluruhan potensi teknologi transmisi terbaru dan kualitas sempurna untuk gambar yang bergerak cepat, Tricolor memilih untuk menyiarkan video olahraga ekstrem selama 16 menit. Selama demonstrasi itu, konten MPEG-4 dijalankan pada frame rate 50 frames per detik yang di-encode pada 40 Mbps.

Igor Kotsarev, Chief Technology Officer (CTO) Tricolor mengatakan pada akhir Juni lalu, “Hari ini kita telah berada pada masa di mana pasar sudah siap untuk pengembangan UHDTV. Terdapat tren baru yang telah diperkenalkan oleh produsen – jenis baru perangkat televisi yang mensyaratkan kualitas tinggi, konten HD. April tahun ini ditandai dengan momen bersejarah ketika HEVC, yang juga merujuk pada konten HD sebagai H.265. diadopsi sebagai standar video internasional. Kode ini memungkinkan untuk mempertahankan kualitas gambar seperti H.264 AVC encoding, namun dengan bit rate 50 persen lebih rendah. Model kompresi yang efisien akan memungkinkan operator untuk menghemat kapasitas satelit secara siginifikan.”

Mobility Report Ericsson terbaru mengungkapkan bahwa pertumbuhan trafik data global terutama didorong oleh video, yang juga merupakan pangsa trafik data terbesar pada jaringan mobile, dan diharapkan tumbuh sekitar 60 persen per tahunnya hingga 2018. Dalam beberapa jaringan, rata-rata konsumsi video sekitar 2,6 GB per pelanggan tiap bulannya. Studi Ericsson ConsumerLab membuktikan bahwa konsumen menginginkan kualitas dibanding kuantitas dan, lebih penting lagi, mereka menunjukkan keinginan tinggi untuk membayar lebih bagi layanan televisi dan video yang berkualitas.

Giles Wilson, Head of Business Line Compression Ericsson, mengatakan, “Permintaan terhadap video dengan kualitas tinggi terus tumbuh. Teknologi transmisi baru menegaskan perkembangan dunia penyiaran yang memiliki pengaruh kuat terhadap kebiasaan menonton. Pertumbuhan permintaan terhadap kualitas video yang bagus terjadi terutama pada siaran olahraga dan peristiwa yang terjadi secara langsung lainnya. Kebiasaan menonton pun mulai berubah di mana jutaan pengguna ingin memiliki akses ke konten video tersebut melalui berbagai device dan ingin membagikan konten tersebut ke pengguna lainnya. UHDTV merupakan terobosan dalam industri televisi dan kami meramalkan peluncuran resolusi 4K langsung ke rumah-rumah akan terjadi paling lambat pada 2015. Memberikan pengalaman menonton yang baru, dengan tingkat kualitas gambar yang lebih baik, memiliki keunggulan kompetitif tersendiri. Hal ini terjadi di pasar Rusia dan saya tidak ragu potensi yang besar bagi UHDTV ada di sini.”

Solusi Ericsson yang digunakan selama demontrasi berlangsung terdiri dari AVP 2000 Contribution Encoders dan RX8200 Advance Modular Receivers, di mana sudah terbukti kesuksesannya ketika diimplementasikan pada siaran langsung peristiwa-peristiwa besar seperti Olimpiade lalu. Kekuatan 4:2:2 10-bit encoding sangat penting untuk contribution links, tapi lebih dari itu untuk konten 4K UHDTV, di mana tampilan hingga 84 inchi akan digunakan oleh pemilik konten yang menuntut kualitas gambar terbaik untuk menunjukkan gambar-gambar yang menarik. Dengan layar besar yang digunakan, ketepatan 10-bit juga merupakan komponen kritikal dalam memaksimalkan kualitas video.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…

Gaming

June 26, 2026 - 0

GTA 6 Diklaim Miliki Performa Terbaik di PS5 Pro

Informasi baru mengungkap GTA 6 di PS5 Pro akan mendapat…
June 26, 2026 - 0

Xbox Kembali Naikkan Harga Console Hingga $150

Microsoft kembali menaikkan harga Xbox Series X dan Series S…
June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…