Kekhawatiran Samsung dan LG akan Bisnis TV

Author
Ozal
Reading time:
August 7, 2013
tv 2

Samsung Electronic dan LG Electronics, dua pabrikan TV top dunia tengah berencana melindungi bisnis TV mereka dari berbagi ancaman baru. Dua pembuat TV melihat adanya transisi konsumen elektronik menuju ke perangkat portabel, seperti tablet dan perangkat lainnnya yang berlayar besar. Keberadaan fitur TV semakin tersingkirkan, setelah banyaknya layanan streaming live hadir di tablet atau smartphone. Hal ini membuat permintaan TV high-end, dikhawatirkan mandek.

Seorang eksekutif LG khawatir akan manajemen perusahaannya yang bakal menderita laba kecil dari lini bisnis TV. “Tidak ada jalan keluar. Bahkan di Korea Selatan, LG Electronics sedang berjuang untuk bertahan hidup karena banyak orang tidak membeli TV. Situasi tidak jauh berbeda di Jepang dan pasar negara maju termasuk Amerika Serikat,” kata eksekutif tersebut yang enggan disebut namanya dilansir harian The Korean Times.

Walaupun di pasar negara maju bisnis TV melemah, Ia mengatakan, permintaan di pasar negara berkembang masih stabil. Di sana, LG mengadakan kampanye promosi agresif guna mendatangkan pelanggan lebih banyak lagi.

TV

Bukan hanya keberadaan perangkat portabel yang jadi kekhawatiran LG maupun Samsung. Bagi mereka, keberadaan perangkat penyedia TV internet milik Google yang baru-baru ini dirilis, juga jadi ancaman baru. Itu adalah Chromecast, perangkat yang memungkinkan pengguna dapat menikmati layanan streaming video melalui HDTV-nya. Perangkat berbentuk modem itu dibandrol dengan harga US$ 35. Pada peluncuran pertamanya saja pekan lalu, Chromecast telah habis terjual.

“Jujur, produk itu buruk bagi produsen TV karena konsumen tidak ada alasan membayar lebih untuk web TV yang dibuat Samsung dan LG. Pengguna dapat mengakses semua layanan google dari layar TV mereka hanya dengan menghubungkannya dengan plugging seharga US$ 35 ke TV mereka,” kata seorang pejabat Samsung.

Pejabat itu menambahkan, berbagai produsen TV top dunia bakal berusaha keras memenuhi target penjualan tahun ini hingga 55 juta unit. Perusahaan juga akan mengubah fokus pangsa televisinya ke pasar negara berkembang dengan penetapan harga yang lebih kompetitif.

Penurunan pangsa pasar TV khususnya layar datar di Eropa juga diakui pihak eksekutif pemasaran Samsung. Bahkan permintaan TV lebih parah lagi dari sekedar penurunan. “Permintaan untuk TV layar datar telah terhenti di Eropa, tapi ini agak berbeda di Amerika Utara dan pasar negara berkembang yang mengalami pertumbuhan,” kata Sung Il-Kyung, wakil presiden di divisi strategi pemasaran visual Samsung.

Kedua produsen Tv tersebut juga mulai untuk memperbarui teknologi layar mereka, seperti organic light-emitting diode (OLED) dan ultra high-definition (UHD). Itu dilakukan guna diversitas bisnis baru dalam menggaet konsumen. Namun sayangnya, adaptasi teknologi OLED itu malah bikin harga TV itu pun makin mahal. Banyak konsumen rumah tangga merasa sayang, bila harus merogoh kocek di kisaran US$ 10.000 untuk sebuah TV OLED.

“Tapi masalahnya adalah bahwa konsumen umumnya tidak terlalu tertarik untuk membeli TV tersebut. Mereka ragu akan mendapatkan nilai kreatif dengan membeli TV premium (OLED). Itu tidak penting lagi dalam rumah tangga,” kata Kim Min-kyung, seorang penjaga toko di toko online HiMart yang berbasis di Seoul, Korea Selatan.

 

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…
October 30, 2026 - 0

Thrustmaster Luncurkan TCA Sky Yoke Flight Sim Controller

Thrustmaster TCA Sky Yoke hadirkan controller flight sim dilengkapi tujuh…
October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…