Apple Hargai US$ 280 iPhone Bekas Pengguna di AS

Jumat lalu, Apple membuka program “tukar tambah” iPhone bekas milik konsumennya yang ingin beralih ke iPhone terbaru. iPhone bekas tersebut bakal dihargai oleh Apple hingga US$ 280. Ini upaya Apple dalam menarik maupun mempertahankan pelanggannya agar tetap memakai smartphone besutan Apple. Selain itu, memasuki September ini, Apple juga akan memperkenalkan dua smartphone terbarunya, iPhone 5S dan iPhone 5C. Tampaknya, ada keterkaitan antara program tukar tambah dengan peluncuran smartphone baru Apple.
Untuk mendapatkan kredit hingga US$ 280 tersebut, pelanggan mesti terdaftar dalam program “tukar tambah”. Ini artinya, ada syarat dan ketentuan yang berlaku dalam perdagangan iPhone bekas ini. “Selain membantu mendukung lingkungan, pelanggan akan dapat menerima kredit untuk ponselnya kembali yang mereka dapat untuk membeli iPhone baru,” kata juru bicara Apple yang juga mengatakan ini sebagai program “Penggunaan kembali dan daur ulang”, dilansir Wall Street Journal.
Para pegawai Apple Store mulai menawarkan program tersebut kepada pelanggan sebagai bentuk bantuan yang ingin membeli iPhone baru. Bahkan menurut seorang karyawan Apple yang enggan disebutkan namanya mengatakan, program ini sebagai alternatif untuk pelanggan yang merasa, smartphone baru keluaran Apple selalu lebih mahal.
Sebagai bagian dari program tukar tambah ini, iPhone bekas tersebut akan dicek oleh karyawan Apple mengenai kondisi fisik maupun bagian mesinnya, termasuk apakah pernah kemasukan air atau tidak. Setelah dicek, baru keluar berapa harga yang pantas untuk iPhone bekas tersebut dengan jumlah maksimal sebesar US$ 280.
Apple juga menawarkan program tukar tambah ini melalui website resminya, bermitra dengan PowerON. Melalui website tersebut, bahkan Apple menawarkan program tukar tambah di mana iPhone bekas akan dihargai hingga US$ 400 untuk keluaran terbaru, seperti iPhone 4S dan iPhone 5.
Strategi ini juga sebagai bagian untuk menggantikan perangkat iPhone 4 yang seperti diberitakan sebelumnya, lebih populer ketimbang iPhone yang lainnya. Bahkan, hingga saat ini versi tersebut menjadi senjata penjualan smartphone Apple. Ada kemungkinan, Apple tak ingin pelanggannya hanya puas dengan memiliki iPhone 4 saja. Dalam rangka menarik pelanggan lebih banyak lagi, Apple juga berencana untuk mengadakan program serupa di negara Asia yang pertumbuhan pasar smartphone-nya cukup baik, seperti India dan Cina.
Sekedar catatan, Apple bukanlah perusahaan pertama yang menawarkan kompensasi iPhone bekas ini. Sebuah rumah industri, Gazelle menawarkan pembelian iPhone bekas hingga US$ 350, lebih tinggi dari tawaran Apple, melalui situs eBay maupun laman websitenya sendiri. Gazelle menyebut, program ini sebagai “daur ulang gadget bekas”.
Berharap, program ini juga masuk ke tanah air?
Sumber: WallStreetJournal














