Rokok Elektrik dapat Hentikan Kecaduan Rokok Tembakau

Author
Ozal
Reading time:
September 12, 2013
rokok

Tim peneliti di Universitas Auckland, Selandia Baru mengklaim, rokok eletrik sama efektifnya dengan plester nikotin (Nicotine Patch) yang dapat membantu orang berhenti dari kebiasaan merokok yang berisi tembakau. Perangkat yang disebut e-cigarettes ini memiliki sensasi sensorik yang sama dengan merokok pada umumnya dan juga menghasilkan uap yang mengandung nikotin.

Tim tersebut melakukan uji klinis tahap awal dengan membandingkan hasil pemakaian e-cigarettes ini dan plester nikotin terhadap 657 orang. Hasilnya, 7,3 persen yang menggunakan rokok ini dapat berhenti merokok selama enam bulan. Sementara 5,8 persennya berhenti merokok setelah menggunakan plester nikotin. Hasil penelitian ini turut dipublikasikan di jurnal ilmiah kesehatan The Lancet.

Kendati demikian, studi ini tidak melibatkan banyak orang untuk membuktikan secara pasti bahwa merokok dengan perangkat ini merupakan pilihan terbaik. Mereka juga tidak menyebutkan, apakah rokok tanpa tembakau ini aman atau tidak.

“Sementara hasil kami tidak menunjukan perbedaan yang jelas antara e-cigarettes dan plester nikotin dalam hal kesuksesan berhenti merokok setelah enam bulan (pemakaian). Tentu saja tampaknya, e-cigarettes yang lebih efektif dalam membantu perokok yang tidak berhenti. Hal yang juga menarik, orang-orang yang ambil bagian dalam penelitian kami, tampaknya jauh lebih antusias menggunakan e-cigarettes ketimbang plester,” kata Profesor Chris Bullen dari Universitas Auckland, dilansir BBC.

Ia menambahkan, penelitian ini akan terus berlanjut di kemudian hari untuk menentukan secara pasti, apakah rokok ini menjadi alat bantu berhenti merokok yang efektif nan populer atau tidak. Sebab saat ini menurutnya, di tengah kepopuleran penggunaan rokok elektrik di banyak negara, namun masih ada ketidakpastian regulasi mengenai keamanan dari rokok ini.

rokok 2

“e-cigarettes juga lebih menarik dari pada plester nikotin untuk para perokok dan dapat diakses di sebagian besar negara tanpa pembatasan seperti obat-obatan untuk terapi pengganti nikotin atau melibatkan profeional kesehatan yang mahal,” ungkap profesor Peter Hajek, direktur penelitian ketergantungan tembakau di Queen Mary University of London, Inggris.

Sekedar informasi, rokok elektrik ini terdiri dari dua bagian, nikotin cair dan baterai. Saat pengguna mengisap rokok non-tembakau itu, nikotin cair terserap di mulut dan apa yang tampak seperti asap sebenarnya adalah air yang menguap atau uap air. Sejauh ini, rokok elektrik belum diatur seperti halnya obat. Sehingga, tidak dapat dipastikan mengenai kemurnian nikotin yang terkandung di perangkat tersebut.

Sementara plester nikotin bentuknya seperti koyo atau plester biasa yang permukaannya mengandung nikotin. Penggunaannya pun dengan cara ditempelkan ke kulit, sehinngga nikotin dapat masuk ke dalam tubuh dan mengurangi kecanduaan seseorang untuk mengisap tembakau. Plester nikotin ini bisa ditemukan di apotek tertentu, tanpa mesti resep dokter.

Bagaimana jadinya, bila perokok malah kecanduan dengan rokok elektrik? Bahaya tidaknya rokok tersebut, masih dikaji hingga saat ini.

(sumber: BBC)

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…
October 31, 2026 - 0

Nintendo Indie World Showcase Pamerkan 23 Game Indie

Nintendo Indie World Showcase untuk Oktober 2026 menampilkan 23 game…
October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…
October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…