Fiat Terlibat Kembangkan Robot Exoskeleton

Author
Ozal
Reading time:
September 16, 2013
fiat

Pabrikan mobil asal Italia, Fiat bersama 12 lembaga riset di tujuh negara tengah terlibat proyek exoskleton, yakni robot yang mampu mengangkat beban berat yang tidak bisa ditangani kekuatan manusia biasa. Robot itu nantinya akan dikaitkan ke tubuh manusia, sehingga dapat menambah kekuatan penggunanya.

Para peneliti berharap robot tersebut dapat dipekerjakan di area pabrik, sehingga robot pintar nan kuat itu dapat membantu buruh mengurangi kecelakaan kerja. Dalam waktu tiga tahun mendatang, robot tersebut kemungkinan sudah tersedia dalam jumlah massal. Penelitian itu juga mendapat dukungan dana dari Uni Eropa sebesar £6 juta.

Selain Fiat, pihak industri yang terlebat proyek ini, ialah Indra, perusahaan daur ulang kendaraan bermotor yang bermakas di Perancis. Kedua industri itu juga akan memberi masukan secara teknis ke para peneliti dan kelak siap melakukan uji coba.

Fiat

Tujuan utama dari proyek penelitian ini juga guna menangani berbagai tugas berat buruh di pabrik yang cenderung sulit dilakukan secara otomatis, melalui mesin robotik yang biasa ada di pabrik. Perusahaan Indra misalnya, mesti membongkar berbagai jenis kendaraan bermotor dan hanya manusia yang bisa menangani masalah pekerjaan yang rumit itu.

“Orang harus menggerakkan bagian atau komponen yang beratnya lebih dari 10 kilogram. Kegiatan ini tidak dilakukan hanya sekali per hari, tetapi berulang-ulang. Exoskeleton dengan manusia di dalamnya merupakan jenis penelitian baru di industri manufaktur,” kata Dr Carmen Constantinescy, peneliti dari Institut Fraunhofer Jerman yang juga terlibat dalam proyek ini.

Salah seorang peneliti yang terlibat sempat skeptis, semua pekerjaan berat dapat ditangani exoskeleton dan masih memiliki resiko kesehatan bagi persendian pengguna. “Jika Anda memegang kuas cat atau obeng di atas kepala Anda selama lebih dari dua hingga tiga menit, maka lengan Anda (yang dikaitkan ke lengan robotik) akan menjadi sangat lelah dan itu bisa sangat buruk bagi jantung Anda,” kata Profesor Darwin caldwell dari King College London.

(sumber: BBC)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

January 22, 2026 - 0

Mengenal Seri Laptop HP OmniBook: Apa itu OmniBook? Kemana Spectre, Envy dan Pavilion?

Laptop-laptop yang akan kami bahas kali ini adalah laptop thin…
December 31, 2025 - 0

Saran Belanja Laptop Gaming ASUS Keluaran 2025: Ada ROG, TUF dan ASUS Gaming!

Kali ini Kita akan bahas bareng-bareng tentang lini produk Laptop…

Gaming

January 30, 2026 - 0

Divisi Meta VR Alami Kerugian Miliaran Dolar di 2025

Kerugian yang luar biasa besar kembali dialami oleh divisi Meta…
January 30, 2026 - 0

Xbox Kembali Alami Kerugian di Awal 2026

Memasuki tahun 2026, Xbox dilaporkan kembali alami penurunan keuntungan baik…
January 30, 2026 - 0

Wakil Presiden Amazon Games Tinggalkan Perusahaan Setelah 8 Tahun Berkarya

Kondisi Amazon Games tampak semakin memburuk, dengan perginya wakil presiden…
January 30, 2026 - 0

Dispatch Versi Nintendo Switch 2 Akan Disensor

Demi menjaga integritas console, Nintendo dan AdHoc Studio sepakat untuk…