[PR] Twitter Luncurkan Fitur Twitter Alerts
Ketika muncul berita mengenai cuaca dan keadaan darurat keamanan, instansi pemerintah dan responden keadaan darurat langsung terjun ke lapangan dan ke Twitter, memberikan informasi penting serta tepat waktu dan melebur dengan masyarakat. Kami melihat ini di kejadian badai super Sandy, tsunami di Jepang dan pemboman di Boston.
Hari ini, kami meluncurkan Twitter Alerts, sebuah fitur baru yang membawa kita satu langkah lebih dekat untuk membantu pengguna mendapatkan informasi penting dan akurat selama keadaan darurat, bencana alam atau ketika layanan komunikasi lainnya tidak dapat diakses.
Posting ini memberikan informasi lengkap bagi organisasi yang tertarik untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Untuk mempelajari cara berlangganan mendapatkan Twitter Alerts, baca pengumuman di blog kami.
Bagaimana Alerts Bekerja
Twitter Alerts muncul pada ponsel pelanggan dalam bentuk notifikasi pesan dan/atau SMS ketika akun pihak berwenang menandai Tweet-nya sebagai peringatan. Peringatan akan muncul berbeda dari Tweet biasa pada timeline halaman utama Anda; mereka ditandai dengan ikon bel berwarna oranye.
![[PR] Twitter Luncurkan Fitur Twitter Alerts 1 Untitled-1](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/09/Untitled-1.jpg)
Siapa yang dapat berpartisipasi
Program Twitter Alert tersedia untuk institusi lokal, nasional dan internasional yang menyediakan informasi penting kepada masyarakat umum. Yang memiliki prioritas akses ke fitur ini adalah:
- penegak hukum dan badan penyelamatan publik;
- lembaga manajemen darurat;
- pemerintah daerah beserta lembaga dan perwakilannya;
- lembaga negara dan regional, yang menyediakan layanan publik;
- juga lembaga nasional dan lembaga sosial masyarakat terpilih.
Jika Anda yakin bahwa organisasi Anda memenuhi syarat untuk program Twitter Alert, silahkan isi formulir pendaftaran kami. Saat ini, lebih dari 100 LSM dan instansi pemerintah yang berpartisipasi di Amerika Serikat, Jepang dan Korea dapat mengirim alerts. Kami akan memperluas layanan untuk memasukan lebih banyak organisasi di seluruh dunia.
Kapan Menggunakan Alerts
Sementara organisasi yang berpartisipasi dapat menentukan informasi apa yang pantas dijadikan sebagai Twitter Alerts, fitur ini ditujukan sebagai sarana komunikasi saat terjadi krisis, bencana dan keadaan darurat, seperti:
- peringatan akan terjadinya bahaya
- instruksi pencegahan
- pengarahan evakuasi
- peringatan keamanan mendesak
- informasi mengenai akses ke sumber daya penting
- informasi mengenai transit kritis dan layanan pemadaman
- kerumunan dan manajemen informasi yang salah
Bagaimana Twitter telah digunakan pada saat krisis
Fitur Twitter Alerts dibuat berdasarkan dan memberikan peningkatan visibilitas untuk beberapa praktik terbaik selama krisis, yang telah banyak pemerintah dan responden darurat tunjukkan.
“Sosial media telah mengubah komunikasi selama bencana,” kata FEMA Administrator Craig Fugate (@CraigatFEMA). “Saat ini kita memiliki dua arah jalan – warga diberitahu tentang bahaya secara tepat waktu dan manajer keadaan darurat menerima umpan balik secara langsung mengenai konsekuensi dari sebuah bencana. Twitter Alert memberikan kesempatan untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber yang terpercaya.”
Badai Super Sandy
Ketika badai super Sandy menjadi kenyataan di Timur Laut AS, pengguna Twitter langsung mengikuti akun @FEMA untuk mendapatkan informasi keamanan terkini.
@FEMA menggunakan Twitter untuk menyebarkan informasi penting selama badai Sandy:
![[PR] Twitter Luncurkan Fitur Twitter Alerts 2 Untitled-2](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/09/Untitled-2.jpg)
Gempa bumi dan tsunami di Jepang
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (@StateDept) dan misi diplomatic AS di seluruh dunia – dari Afganistan ke Zimbabwe – juga menggunakan Twitter sebagai sarana yang efektif untuk “menyebarkan informasi penting kepada publik dengan cara secepat mungkin,” kata Luke Forgerson, deputy director of the Office of Digital Engagement. Dia mengutip akun Departemen @TravelGov, yang menginformasikan mengenai kejadian-kejadian kepada warga AS, seperti demontrasi atau bencana alam. “Setelah gempa bumi tragis dan tsunami yang melanda Jepang pada tahun 2011, misalnya, Kedutaan Besar AS di Tokyo menggunakan Twitter untuk membuat orang tetap terhubung,” katanya. @TravelGov akan berpartisipasi dalam Twitter Alert untuk membantu memberikan update penting kepada masyarakat saat diperlukan.
Pemboman Maraton di Boston
Dan pada bulan April, dimana dunia menyaksikan pemboman Maraton di Boston, pengguna mengarah ke akun @BostonPolice dan @DHSgov untuk rincian keamanan. Kedua layanan ini merupakan partisipan di Twitter Alerts. “Selama keadaan darurat maraton, kota Boston menggunakan Twitter sebagai alat yang memberikan informasi yang handal dan resmi dan juga untuk membantu mengoreksi kesalahan informasi,” kata Lindsay Crudele, community and social technology strategist untuk kota Boston. Sekarang, Crudele menambahkan: “Kami berharap Twitter Alert dapat menjadi sarana untuk membantu meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas informasi resmi yang dapat diandalkan. Ini akan membantu kami menjaga keselamatan warga kami.”















