[PR] Laporan Spam Agustus: Musim Libur, Spam Lebih Berbahaya
Jakarta, 30 September 2013 – Berdasarkan catatan Kaspersky Lab, pada Agustus lalu, email mengganggu mencapai 67,6% dari total lalu lintas email di dunia. Angka ini 3,6 persen lebih rendah dibanding jumlah email pada Juli. Jika perubahan ini berhubungan dengan liburan musim panas, maka yang libur hanya spammer kecil-kecilan atau amatir karena tingkat pesan phishing naik lebih dari 10 kali lipat dibanding pada Juli, sementara volume pesan spam dengan lampiran berbahaya naik 2,5 kali, dan mencapai 5,6% dari seluruh trafik email.
Meski telah memasuki musim liburan namun para penjahar cyber terus melanjutkan serangan email palsu dengan menyebutkan reservasi palsu untuk pesawat dan hotel serta mencatut nama-nama besar di kedua industri tersebut. Sebagai contoh, booking.com dan Delta Air Lines adalah dua nama yang sering menjadi sasaran serangan para pelaku spam. Pada Agustus lalu, Kaspersky Lab sekali lagi mencatat email penipuan massal yang sekilas tampak seperti berasal dari kedua perusahaan di atas. Kemiripan ini sering membuat penerimanya tidak waspada. Email semacam ini biasanya meminta penerima untuk segera membuka lampiran berbahaya atau mengklik tautan yang akan membuka jendela unduhan ke hard drive. Bila hal di atas terjadi, komputer korban akan terinfeksi Trojan Tepfer yang akan mencuri kredensial pengguna.
Pada Agustus lalu juga terjadi kenaikan proporsi pesan phishing hingga 10 kali lipat. Kaspersky Lab melaporkan adanya email massal yang seakan berasal dari alamat email resmi Apple yang meminta para penerimanya mengkonfirmasi ulang detail akun iTunes mereka dengan cara mengklik sebuah tautan. Namun, target favorit serangan phishing tetaplah jejaring sosial.
![[PR] Laporan Spam Agustus: Musim Libur, Spam Lebih Berbahaya 1 01](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/10/011.jpg)
Perusahaan-perusahaan pengiriman besar seperti FedEx, UPS atau DHL juga sering muncul dalam email spam. Email seperti ini memberitahu pengguna bahwa ada kiriman yang tidak bisa mereka terima, karena satu dan lain hal, dan untuk bisa mengambil kiriman tersebut, mereka harus mencetak lampiran yang ada di email dan mendatangi kantor perusahaan pengiriman tersebut atau mengkonfirmasi data-data tertentu. Di beberapa kasus, file yang dilampirkan berisi informasi mengenai kiriman yang sebenarnya tidak ada. Para spammer berusaha membuat agar email tersebut terlihat asli dan resmi dengan menggunakan alamat email ‘resmi’, menyediakan informasi detail mengenai kiriman tersebut, data kontak asli dari situs resmi, dan meniru notifikasi rahasia yang relevan.
Pada Agustus, Kaspersky Lab kembali mencatat adanya iklan melalui email massal yang menawarkan kursus belajar secara online. Pesan spam pada kategori ini sebelumnya lebih banyak fokus pada perguruan tinggi dan universitas, serta program-program MA dan PhD, namun bulan lalu, karena dimulainya tahun ajaran baru, ada lebih banyak email yang menawarkan untuk menyelesaikan pendidikan menengah secara jarak jauh bagi mereka yang tidak sempat menyelesaikan pendidikan menengah mereka.
Sumber utama pengirim spam tetap sama dengan 3 Teratas adalah China, Amerika Serikat dan Korea Selatan, dengan jumlah spam ketiganya melebihi separuh jumlah spam global.
![[PR] Laporan Spam Agustus: Musim Libur, Spam Lebih Berbahaya 2 02](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/10/021.jpg)
Tatyana Shcherbakova, Analis Spam Senior, Kaspersky Lab, mengatakan, “Di musim panas, spam jadi lebih berbahaya. Jumlah pesan berbahaya meningkat, begitu pula pesan-pesan dengan lampiran berbahaya. Ingat bahwa perusahaan besar tidak akan meminta Anda memberikan data pribadi baik untuk mengkonfirmasi detail akun Anda tanpa pemberitahuan lebih lanjut atau meminta Anda membuka lampiran email. Jika Anda mengalami hal ini, disarankan untuk menghubungi layanan pelanggan perusahaan yang disebut di dalam email, dan tanya apakah mereka benar mengirim email seperti itu.”
Versi lengkap laporan spam bulan Agustus 2013 bisa dibaca di securelist.com.













