[PR] Perusahaan di Asia Pasifik Dapat Meningkatkan Pendapatan Sebesar 25% Atau Lebih Dengan Menggunakan Big Data
- Organisasi Yang Berpartisipasi Dalam Survei Economist Intelligence Unit (EIU)
- Berpotensi Meningkatkan Pendapatan Kolektif Mereka Hingga US$ 250 Miliar Dengan Menggunakan Big Data, Demikian Menurut Prediksi Hitachi Data Systems
JAKARTA — 5 Desember 2013—Hitachi Data Systems Corporation (HDS), anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Hitachi, Ltd (TSE: 6501), hari ini mengumumkan hasil penelitian yang mengungkapkan hampir separuh dari perusahaan di Asia Pasifik yang disurvei percaya bahwa big data dapat meningkatkan pendapatan sebesar 25% atau lebih, dengan HDS memproyeksikan US$ 250 miliar kenaikan pendapatan potensial di antara lebih dari 500 perusahaan yang disurvei. Namun, lebih dari separuh perusahaan lainnya hanya membuat sedikit atau tidak ada kemajuan dalam strategi big data mereka.
Para Eksekutif HDS yakin bahwa adalah hal yang penting bagi kalangan pebisnis untuk mengadopsi pendekatan baru tentang ‘data sebagai aset modal’ dan menentukan strategi menyeluruh terkait big data yang akan memberikan wawasan dan kecerdasan. Perubahan fokus memungkinkan organisasi untuk berinovasi dengan informasi dan menghasilkan pendapatan tambahan.
“Saat ini, sebagian besar organisasi memiliki ‘anggaran’ modal-data yang terbatas sehingga menghambat mereka untuk mewujudkan potensi dari informasi yang mereka miliki,” kata Neville Vincent, Senior Vice President dan General Manager HDS Asia Pasifik. “Para staf ingin lebih banyak informasi dan menyadari potensi pendapatannya, tetapi mereka tidak memiliki akses ke sana. Saatnya bagi para eksekutif level-C untuk memastikan penyesuaian budaya di seluruh organisasi mereka, dan untuk memperlakukan data layaknya seperti aset modal yang dapat membawa dampak signifikan bagi bisnis mereka.”
“Visi kami untuk bisnis dari berbagai bentuk dan ukuran adalah menggunakan teknologi canggih untuk mewujudkan nilai data organisasi mereka. Anggota departemen TI harus dilibatkan dalam siklus perencanaan bisnis lebih awal dan lebih terintegrasi erat dengan bisnis dengan tujuan untuk menghantarkan informasi dan wawasan penting bagi orang-orang yang dapat menggunakannya untuk mendorong inovasi bisnis dan mewujudkan pendapatan tambahan,” tambah Vincent.
Big Data Menjanjikan Manfaat Meski Adopsinya Lambat
Hasil survei telah diterbitkan dalam Economist Intelligence Unit (EIU) Survei Big Data Asia Pasifik, yang disponsori oleh HDS, berjudul ‘The Hype and the Hope: The Road to Big Data Adoption in Asia Pacific’. Survei tersebut melibatkan lebih dari 500 eksekutif di Asia Pasifik. Hasilnya menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik sampai saat ini telah mengalami kesuksesan yang terbatas dalam menerapkan strategi big data. Sementara sepertiga mengatakan mereka lebih maju dengan baik, lebih dari setengah mengatakan mereka telah membuat kemajuan yang terbatas. 80% karyawan lini-depan mengatakan bahwa mereka percaya memperbaiki akses ke data adalah sangat penting, dengan hanya 19% dapat mengakses data yang mereka perlukan.
Meskipun kurang berkembang, responden percaya pada kemampuan big data untuk meningkatkan bisnis mereka: lebih dari 70% mengatakan bahwa big data dapat memberikan keuntungan dalam produktivitas, profitabilitas, dan inovasi.
Alasan terkait dengan lambatnya adopsi strategi big data sangat beragam. Responden mengatakan komunikasi internal dan pembagian informasi yang lemah dan juga kurangnya in-house skills dan software. Hampir dua-perlima mengatakan strategi big data perusahaan mereka tidak dikomunikasikan dengan baik. Keterbatasan untuk mengangkat big data juga ada di samping luasnya kepercayaan tentang penggunaan secara efektif data; lebih dari tiga-perempat percaya bahwa big data sangat penting untuk sukses.
Industri telekomunikasi (67%), consumer goods (57%) dan jasa keuangan (52%) merupakan pemimpin yang memahami bahwa big data sangat mampu meningkatkan pemahaman mereka atas apa yang dibutuhkan pelanggan. Meski demikian, lebih dari 60% dari perusahaan di bidang jasa keuangan dan industri consumer goods belum memulai program big data. Healthcare dan life science masih tertinggal jauh di belakang; karena 72% dari mereka belum menjalankan program big data.
Pendekatan Untuk Meningkatkan Adopsi Big Data
Di HDS, kami percaya bahwa organisasi harus mengatasi masalah-masalah ini dan memaksimalkan nilai big data dengan mengubahnya menjadi intelijen bisnis.
Memastikan ‘penyelarasan’ budaya di seluruh organisasi: Para eksekutif level-C harus menyadari dampak signifikan dari big data pada pendapatan dan daya saing mereka, serta mengambil peran untuk mendefinisikan strategi big data. Organisasi harus mengadopsi kebijakan yang membantu memecah silo, meningkatkan komunikasi internal, dan membangun platform teknologi canggih yang dapat mendukung manajemen informasi dan analisis.
Integrasi TI Lebih Awal: Departemen TI harus dilibatkan dalam siklus perencanaan bisnis lebih awal and lebih terintegrasi erat dengan bisnis dengan tujuan untuk menterjemahkan data menjadi informasi bernilai, dan meningkatkan keuntungan dari aset modal data. Kontribusi TI dapat dihitung dan memiliki dampak nyata pada meningkatnya hasil pendapatan. Memahami kebutuhan-kebutuhan bisnis yang nyata dan menghantarkan informasi bernilai dengan menggunakan tekenologi yang tepat dan mitra teknologi yang tidak hanya memberikan analisis canggih, tapi juga menghantarkan otomatisasi tingkat tinggi yang dapat menghilangkan beban operasional harian.
“Mengambil keuntungan dari big data bukan semata tentang teknologi informasi tetapi merupakan praktek bisnis yang sehat,” kata Vincent. “Keberhasilan masa depan organisasi akan tergantung pada pemilik bisnis yang mampu menentukan strategi big data mereka sendiri dan divisi TI yang menyediakan informasi bernilai yang dibutuhkan.”
Bermitra dengan Hitachi, Ltd., HDS mengaplikasikan keahlian selama puluhan tahun di industri vertikal untuk memberikan informasi real-time kepada pelanggan, analisis berguna untuk pengambilan keputusan, serta teknologi otomatis dan terintegrasi. Perusahaan mengintegrasikan infrastruktur, konten, dan informasi dengan aplikasi industri vertikal untuk membantu pelanggan mengubah data mereka menjadi wawasan bisnis yang berharga.
Sumber-sumber di Web
- Baca lebih detail hasil the Economist Intelligence Unit survey “The Hype and the Hope: The Road to Big Data Adoption in Asia-Pacific”
- Pelajari lebih banyak tentang Hitachi Data Systems big data solutions
- Ikuti kami di Twitter
- Terhubung dengan kami di LinkedIn
- Berteman dengan kami di Facebook











