[PR] Dunia Sepakat: Teknologi Membangkitkan Optimisme Pada Perawatan Kesehatan

Reading time:
December 11, 2013

Sebanyak 60 persen responden Indonesia percaya bahwa rumah sakit tradisional akan kurang dimanfaatkan

SOROTAN BERITA

  • Lebih dari 80 persen akan bersedia untuk berbagi informasi secara anonim demi mengurangi biaya kesehatan dan meningkatkan kualitas perawatan
  • Lebih dari 40 persen orang Indonesia yang disurvei mempercayai hasil diagnosis yang dikirimkan oleh dokter melalui video conference
  • Lebih dari 70 persen bersedia untuk mengguanakan sensor toilet, prescription bottle sensors atau swallowed health monitors
  • Lebih dari 80 persen responden global optimistis terhadap kesehatan dalam konteks inovasi dan teknologi

Jakarta, 10 Desember 2013 – Sebagian besar masyarakat merasa optimistis dengan inovasi teknologi untuk memajukan dunia kesehatan, bersedia untuk berpartisipasi dalam kunjungan kesehatan virtual dengan dokter mereka, dan siap menggunakan sensor kesehatan dalam tubuh dan bahkan toilet mereka, demikian menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh Intel Corporation.

Dalam studi ” Barometer Inovasi Kesehatan Intel” (Intel Healthcare Innovation Barometer) yang dilakukan di delapan negara oleh Penn Schoen Berland, menemukan bahwa sebagian besar masyarakat juga percaya bahwa inovasi teknologi memberikan jaminan terbaik untuk menyembuhkan penyakit fatal – lebih daripada meningkatkan jumlah dokter atau dana tambahan untuk penelitian. Sebanyak 92 persen penduduk Indonesia optimistis tentang masa depan kesehatan dalam konteks inovasi dan teknologi.

“Survei ini menunjukkan keinginan yang sangat tinggi dari masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi menghadapi masalah kesehatan dunia dengan bantuan dari berbagai macam teknologi,” kata Eric Dishman, rekan Intel sekaligus General Manager Health and Life Sciences Group. “Kebanyakan orang terlihat kagum akan masa depan kesehatan yang memperbolehkan mereka untuk mendapatkan perawatan di luar rumah sakit, yang memungkinkan mereka secara anonim berbagi informasi untuk hasil yang lebih baik, dan pelayanan personalisasi hingga ke masalah perubahan genetic yang spesifik setiap individu.”

Penelitian Intel mengungkapkan bahwa apa yang paling diinginkan masyarakat di perbatasan antara kesehatan dan teknologi adalah perawatan yang lebih personal berdasarkan perilaku dan fungsi biologis  mereka, yang menyediakan kebebasan untuk mendapatkan kesehatan kapan pun dan di mana pun yang mudah untuk mereka.

Personalisasi: Menempatkan “Saya” dalam Pengobatan

Lebih dari 70 persen responden menerima untuk menggunakan sensor toilet, prescription bottle sensors atau swallowed monitors untuk mengumpulkan data kesehatan pribadi baik yang berkelanjutan maupun yang ditindaklanjuti. Sebanyak 66 persen masyarakat lebih memilih perawatan kesehatan pribadi yang dirancang khusus berdasarkan profil genetik atau biologis.

Dan 53 persen dari mereka yang disurvei secara global mengatakan mereka akan percaya atau lebih percaya hasil tes yang secara pribadi mereka lakukan sendiri daripada berasal dari dokter.

“Teknologi seperti komputasi berkinerja tinggi dan analisis big data memiliki kekuatan untuk mengubah wajah kesehatan di dunia ini, dan kebanyakan orang tampaknya menginginkan hal itu,” kata Dishman. “Ketika diberi pilihan antara mendapatkan perawatan yang sama seperti orang lain yang memiliki gejala yang sama atau mendapatkan perawatan berdasarkan profil genetik mereka, ternyata dua dari tiga responden memilih perawatan yang disesuaikan (customized care).”

Berbagi Informasi Untuk Kebaikan

Masyarakat menunjukkan kesediaan mereka untuk berbagi informasi dalam memajukan bidang kedokteran dan biaya yang lebih murah. Survei mengungkapkan, mayoritas (84 persen) secara global akan secara anonim berbagi informasi kesehatan pribadi mereka, seperti hasil laboratorium, dan jika bisa, menurunkan biaya pengobatan atau biaya keseluruhan sistem kesehatan.

“Peningkatan kesehatan merupakan usaha bersama, termasuk pasien dan keluarga mereka,” Dishman menambahkan. Penelitian Intel menunjukkan bahwa ketika orang melihat keuntungan untuk diri mereka dan masyarakat yang lebih luas, mereka terbuka untuk berbagi informasi sensitif secara anonim.”

Persentase yang lebih tinggi dari orang di seluruh dunia mengatakan mereka lebih bersedia untuk berbagi catatan kesehatan mereka (47 persen) daripada berbagi catatan telepon (38 persen) atau informasi keuangan (30 persen) untuk mendukung inovasi.

Rumah Sakit di Rumah

Sebanyak 57 persen orang di seluruh dunia percaya bahwa rumah sakit tradisional akan menjadi kurang dimanfaatkan di masa depan. Inovasi teknologi memungkinkan mereka  untuk tidak melihat penyedia layanan kesehatan secara langsung dalam beberapa aspek manajemen kesehatan serta memberikan keleluasaan waktu dan tempat kepada semua orang.

“Perawatan harus dilakukan di rumah sebagai konsep standar, bukan di rumah sakit atau klinik,” kata Dishman. “Teknologi-teknologi baru dapat mendukung pengambilan keputusan, memantau kesehatan dan pelatihan kesehatan ke dalam rumah. Hal ini juga menarik melihat bahwa masyarakat di negara berkembang seperti Brazil, China dan India lebih percaya pada diri mereka sendiri untuk menggunakan teknologi pemantauan kesehatan itu lebih dari mereka yang berada di negara yang lebih berteknologi maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Sementara sebanyak 72 persen dari mereka yang disurvei secara global bersedia untuk melihat dokter melalui video conference untuk setiap pertemuan/konsultasi yang tidak mendesak. Dengan meningkatnya teknologi kesehatan dan peralatan pemantau diri sendiri secara jarak jauh, memungkinkan masyarakat menggunakan teknologi tersebut untuk dapat terhubung dengan para pengasuh mereka dengan cara baru, seperti teknologi sensor yang dapat mengirimkan data kesehatan secara real time. Teknologi saat ini, seperti jejaring sosial dan video conference juga dapat membantu orang menerima sejumlah perilaku baru.

Barometer Inovasi Kesehatan Intel: Temuan Kunci

Peningkatan Perawatan Pribadi  dan Pemantauan Diri dengan Teknologi

  • Lebih dari 70 persen masyarakat di seluruh dunia menerima menerima penggunaan sensor toilet, prescription bottle sensors atau swallowed monitors
  • Sebanyak 56 persen orang Indonesia mengatakan bahwa mereka akan lebih memilih pola kesehatan yang lebih pribadi, yang dirancang khusus untuk mereka berdasarkan profil genetik atau biologi.
  • Lebih dari setengah jumlah orang yang disurvei (52 persen) di Indonesia mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada tes yang mereka lakukan sendiri daripada yang dilakukan dokter
  • Sekitar 30 persen masyarakat di seluruh dunia mempercayai diri mereka untuk melakukan tes USG sendiri

Berbagi Arsip Kesehatan Digital Anonim untuk Common Good

  • Orang lebih bersedia untuk berbagi catatan kesehatan atau informasi genetik mereka secara anonim daripada berbagi informasi perbankan atau catatan telepon mereka.
  • Sebanyak 87 persen penduduk Indonesia bersedia untuk berbagi hasil tes laboratorium atau pemantauan kesehatan mereka secara anonim untuk berkontribusi ke penelitian database guna mengurangi keseluruhan biaya untuk sistem kesehatan.

Munculnya Alat Teknologi untuk Peningkatan di Manajemen Kesehatan Rumah

  • Sebanyak 47 persen penduduk Indonesia yang disurvei percaya diagnosis yang disampaikan melalui video conference daripada dokter mereka.
  • Sebanyak 74 persen penduduk Indonesia menerima penggunaan teknologi komunikasi yang memungkinkan mereka dapat terhubung ke dokter mereka dalam area terpencil sekalipun
  • Inovasi paling tidak mungkin untuk dimasukkan oleh populasi global adalah robot yang melakukan operasi sendiri
  • Kurang dari setengah responden di Indonesia (37 persen) mempercayai diri mereka untuk memonitor tekanan darah mereka sendiri
  • Sebanyak 60 persen responden Indonesia mengatakan rumah sakit tradisional akan kurang dimanfaatkan di masa depan, dibandingkan dengan 57 persen responden global

Metodologi Survei

Survei ini dilakukan secara online oleh Penn Schoen Berland atas nama Intel di Brazil, China, Perancis, India, Indonesia, Italia, Jepang dan Amerika Serikat dari 28 Juli-15 Agustus 2013. Survei ini dilakukan diantara sampel 12.000 orang dewasa usia 18 tahun dan lebih dengan margin of error plus atau minus 0.89 poin persentase. Untuk informasi lebih lanjut tentang Barometer Inovasi Kesehatan Intel, silakan kunjungi www.intel.com/newsroom/healthcare

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…