Mendengarkan Musik Bervolume Tinggi Picu Tinnitus

Author
Ozal
Reading time:
February 8, 2014
Attractive woman in pain

Bila Anda sering mendengarkan musik dengan volume tinggi sehinggga membuat Anda merasa nyaman dan terbawa suasana, maka berhati-hati lah. Hal ini sangat berisiko mengalami tinnitus, yakni suatu penyakit di mana telinga sering berdenging.

Demikian menurut penelitian yang dilakukan kelompok kampanye Aksi Gangguan Pendengaran (Action on Hearing Loss) terhadap 1.000 orang dewasa. Kelompok ini menemukan, sepertiga dari respondennya telah mengabaikan “level aman” sewaktu mendengarkan musik melalui alat pemutar musik mereka, seperti MP3 Player, smartphone, dan perangkat teknologi lainnya.

Mendengarkan musik keras dalam waktu yang lama dapat memicu tinnitus dan berindikasi pada pendengaran yang rusak. Kebanyakan orang yang mengalami tinnitus, tetapi mereka juga ikut terpengaruh dapat mengalami suatu ketakutan, kecemasan, dan perasaan tak berdaya yang mempengaruhi kualitas hidup mereka,” Paul Breckell, pemimpin Aksi Gangguan Pendengaran, seperti dilansir dari BBC.

Setengah dari responden mengakui, mereka mendengarkan musik antara satu hingga enam jam dalam sehari. Namun, satu dari lima responden tidak melakukan apapun guna menjaga kesehatan pendengaran mereka, seperti mengecilkan volume musik yang mereka nikmati. Terlebih, hanya sepuluh persen dari mereka yang mengetahui, apa itu tinnitus dan dampaknya.

Saat ini tidak ada obat untuk tinnitus. Sebagai badan amal, kita melakukan semua yang kami bisa guna mendanai penelitian demi pengobatan dan dukungan terhadap orang yang menderita gangguan tinnitus,” ungkap Breckel.

Semantara itu, Paul Oakenforn yang merupakan seorang produser DJ dan industri rekaman juga turut memberikan dukungan pada kampanye ini. “Saya mendesak pencinta musik untuk memakai pelindung telinga ketika menghadiri pertunjukan musik dan menghindari volume sangat tinggi di pemutar musik pribadi. Memakai headphone yang layak juga mengurangi risiko rusaknya telinga dan risiko terkena tinnitus yang disebabkan oleh musik yang terlalu keras. Tentu tidak ada yang menginginkan itu,” imbuhnya.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…

Gaming

July 7, 2026 - 0

Console Xbox Generasi Berikutnya Diklaim Tinggalkan Disc Drive

Rumor menyebut Project Helix selaku console Xbox next-gen akan hadir…
July 7, 2026 - 0

Steam Machine Mulai Dihantui “Red Line of Death” Seperti Xbox 360

Kasus pertama “Red Line of Death” dilaporkan terjadi pada Steam…
July 6, 2026 - 0

Sony Mulai Alihkan Fungsi Pabrik Disc PlayStation Terbesarnya

Setelah keputusan 'digital only', pabrik disc PlayStation terbesar milik Sony…
July 6, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Versi 4.4 Hadirkan Kolaborasi Fate Tahap Kedua

Honkai: Star Rail Versi 4.4 siap meluncur dengan hadirkan Himeko…