[PR] JBoss Data Grid Memberikan Fleksibilitas Lebih Kepada Pengembang Aplikasi untuk Mengakses, Membagi dan Mengolah Data
![[PR] JBoss Data Grid Memberikan Fleksibilitas Lebih Kepada Pengembang Aplikasi untuk Mengakses, Membagi dan Mengolah Data 1 redhat_cmyk_logo](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/11/Red-Hat-logo-High-Res1-500x160.jpg)
Dengan JBoss Data Grid 6.2, Red Hat Membantu Perusahaan Mempercepat Kinerja Aplikasi dengan Akses Cepat dan Skalabilitas untuk Set Data Besar
JAKARTA, Indonesia. – 12 Februari 2014 – Red Hat, Inc (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terdepan di dunia, hari ini mengumumkan bahwa Red Hat memberikan solusi bagi perusahaan untuk mempercepat kinerja aplikasi dengan rangkaian data besar, sehingga memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi lebih baik dengan sifat bisnis yang berubah dengan versi terbaru dari solusi data grid in-memory miliknya, Red Hat JBoss data Grid 6.2.
Lingkungan IT yang ada sebagian besar tidaklah di rancang untuk menghadapi tantangan data besar (big data). Namun yang terjadi saat ini adalah dimana lingkungan IT harus siap mengelola data dengan volume dan jumlah besar dan memberikan akses data yang cepat, ketersediaan yang tinggi dan skalabilitas yang elastis dalam aplikasi-aplikasi dianggap sangat penting untuk aplikasi-aplikasi modern yang bersaing. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kinerja aplikasi yang buruk terletak pada ketidakmampuan database relational lama dalam mengakses, mengolah, menganalisa dan mengintegrasikan data dengan cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan harapan pelanggan.
JBoss Data Grid membantu mengatasi tantangan tersebut tanpa mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi dalam infrastruktur data yang baru dengan memberikan sebuah lapisan tambahan ke dalam database. Data yang tersimpan pada lapisan ini dapat diprioritaskan menurut jenis, frekuensi akses, atau karakteristik lainnya. Dengan grid data, perusahaan dapat memproses data lebih cepat dan dengan latensi rendah, menghilangkan beban database tradisional dalam memberikan kinerja yang skalabel dan memenuhi jangka waktu service level agreements (SLA).
Fitur-Fitur baru dalam versi 6.2 meliputi:
- Queries- ini adalah fitur yang sangat kuat yang memungkinkan pengguna dengan mudah mencari dan menemukan objek di grid data berdasarkan properties atau metadata tanpa perlu mengetahui tombol untuk setiap objek.
- Cache store berbasis file throughput tinggi – Dengan dua cache store berbasis file baru (SingleFileCacheStore dan LevelDB-JNI), JBoss data Grid menawarkan kecepatan dan skalabilitas yang lebih besar untuk high-write throughput dan rangkaian data besar.
- Interoperabilitas data – Interoperabilitas data memungkinkan sebuah aplikasi untuk membaca data dari grid, tanpa perlu tahu bagaimana, atau dengan metode apa data ditulis ke grid. Interoperabilitas ini berlaku di seluruhprotokol, bahasa-bahasa yang berbeda di bawah protokol yang sama, dan mode-mode penggunaan.
- Klien Hot Rod dan keamanan baru – aplikasi-aplikasi C++ kini bisa mengakses data grid melalui klien C++ Hot Rod. Selain itu, fitur-fitur keamanan yang baru terdiri dari otentikasi pengguna dan komunikasi yang terenkripsi di Hot Rod.
- Rolling upgrades untuk REST – Rolling upgrades pada protokol REST memungkinkan pelanggan untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna mereka, menyederhanakan operasional dan mengurangi biaya manajemen ketika bermigrasi dari satu versi dari JBoss Data Grid ke versi berikutnya.
Ketersediaan: Red Hat JBoss Data Grid 6.2 bisa diunduh sekarang.
Kutipan Pendukung Mike Piech, senior director, product marketing, Red Hat JBoss Middleware
“Enterprise Computing bergerak sangat cepat, dan karena trend dan terobosan baru muncul, lanskapnya bergeser untuk mengakomodir hal tersebut. Big data adalah contoh bagus untuk hal ini. Kami melihat nilai dalam middleware modern seperti JBoss Data Grid karena ini mampu membantu memperluas investasi-invesatsi yang ada untuk mengatasi keterbatasan teknologi tradisional, mengatasi kesenjangan dalam fungsi, dan meningkatkan kinerja. ”
Marcia Kaufman, principal analyst dan chief operating officer, Hurwitz & Associates
“Salah satu faktor utama yang menyebabkan kinerja aplikasi yang buruk adalah ketidakmampuan untuk mengakses, mengolah, menganalisa, dan mengintegrasikan data dengan kecepatan cukup cepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan harapan dari pengguna. Dengan memecahkan model arsitektur scale up tradisional yang mengharuskan organisasi untuk mengimbanginya dengan investasi teknologi yang berkualitas, penawaran grid data seperti JBoss Data Grid memberikan organisasi fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perubahan sifat bisnis dengan cara yang kuat dan hemat biaya.”
Sumber-Sumber Tambahan
- Download white paper Hurwitz & Associates, “Improving Application Scalability with In-Memory Data Grids”
- Baca white paper kami, “Supercharge applications and achieve business agility with in-memory data grids”
- Dapatkan informasi mengenai JBoss Data Grid dan fitur barunya di JBoss Data Grid 6.2













