[PR] Menata Ibukota, Pemprov DKI Luncurkan HackJakarta
![[PR] Menata Ibukota, Pemprov DKI Luncurkan HackJakarta 1 Logo Hackathon (FINAL)](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/04/Logo-Hackathon-FINAL-500x326.jpg)
Macet, banjir, sesak! Mungkin itulah yang terbayang oleh kita ketika mendengar kata “Jakarta”. Tak heran, sebab sejumlah kondisi pelayanan publik di ibukota tercinta ini masih perlu pembenahan yang berkelanjutan. Sebagai contoh transportasi publik, macet yang tak kunjung selesai lebih disebabkan banyaknya kendaraan yang melintas dan memenuhi ruas jalan Ibu Kota, sehingga berdampak pada laju kendaraan. Rata-rata laju kendaraan di Jakarta hanya di bawah 18-20 km/jam jauh lebih lambat bila dibandingkan Bangkok (Thailand) dan Tokyo (Jepang).
Sejalan dengan itu pengguna kendaraan umum di Jakarta juga masih rendah, baru 14% sisanya menggunakan kendaraan pribadi. “Kalau Seoul pengguna angkutan umumnya sudah 60%, Hong Kong 90% dan Taipei 50%,” ungkap Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Perikesit kepada detikFinance, Rabu (23/10/2013).
Tentu saja, untuk mengurai dan mencarikan solusi atas tantangan yang ada, dibutuhkan pasokan informasi dari-oleh-untuk masyarakat. Untuk itulah maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan menggelar kegiatan HackJakarta, Jakarta Open Data Challenge (#HACKJAK) pada 26 – 27 April 2014, berkolaborasi dengan Southeast Asia Technology Transparency Initiative (SEATTI).
#HACKJAK adalah hackathon pertama di Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berkomitmen terhadap prinsip “open data”. Kegiatan yang mengundang sejumlah pengembang piranti lunak, programmer ataupun desainer web di seluruh Indonesia ini membangun prototype aplikasi berbasis teknologi informasi. Aplikasi yang dihasilkan dari kegiatan #HACKJAK tersebut nantinya diharapkan dapat membantu mewujudkan Jakarta Baru yang lebih baik.
“Orang bisa tahu bikin bangunan itu habisnya berapa, belanja kursi berapa, ini sesuatu yang bisa membuat ibu-ibu rumah tangga saja bisa tahu, sehingga membaca laporan keuangan tidak perlu bisa membaca neraca, tidak perlu bisa baca laporan keuangan. Ini penting karena pengawasan DKI diserahkan kepada rakyat DKI,” ucap Basuki Tjahaja Purnama (Wakil Gubernur DKI Jakarta) saat mendiskusikan kegiatan ini di Balai Kota (8/4/2014). Basuki (Ahok) mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini. Akan ada hadiah khusus yang disediakan Pemprov DKI Jakarta bagi pembuat aplikasi yang akan membantu langsung pekerjaan Wakil Gubernur.
Tara Hidayat, Deputi-IV Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP atau UKP4) yang hadir dalam audiensi dengan Wakil Gubernur mengungkapkan “UKP4 membantu dari sisi penyediaan data-data tersebut untuk dibuka, harapannya data ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat”
“#HACKJAK terbuka bagi seluruh pengembang software, baik individu ataupun perusahaan start up di Indonesia. Disediakan dua jenis data yang akan disediakan sebagai materi hackhaton, yaitu data trayek angkutan umum darat dan data anggaran DKI tahun 2014,” papar Shita Laksmi, Program Manager SEATTI. Shita berharap, melalui #HACKJAK, akan tersedia berbagai aplikasi inovatif yang menggunakan data tersebut dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Baik pihak Pemprov DKI maupun SEATTI yakin bahwa acara ini dapat terselenggara sebagai wujud komitmen sebuah pemerintahan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Acara ini juga didukung oleh sejumlah organisasi yang peduli terhadap pemanfaatan data terbuka di Jakarta, seperti Daily Social dan Web Foundation.















