[PR] Survei yang Menyoroti Perubahan dalam Inovasi Bisnis dengan TI, Mengubah Peran CIO
![[PR] Survei yang Menyoroti Perubahan dalam Inovasi Bisnis dengan TI, Mengubah Peran CIO 1 redhat_cmyk_logo](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2012/11/Red-Hat-logo-High-Res-500x160.jpg)
JAKARTA, Indonesia – 11 April 2014 – Tidak mengejutkan bahwa bisnis sedang diubah oleh teknologi-teknologi baru, terutama yang banyak membawa kecerdasan dan mobilitas ke dalam operasional dan produk mereka. Beberapa perusahaan – yang dikenal sebagai “Innovation Accelerators” – mendorong perubahan ini dengan terus menggunakan inovasi bisnis dengan TI sebagai strategi inti di seluruh organisasi mereka, menurut hasil survei “Business Transformation and the CIO Role” yang hari ini diumumkan oleh Red Hat, Inc. (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terdepan di dunia.
Survei yang dilakukan terhadap 420 pemimpin bisnis di dunia, yang ditugaskan oleh Red Hat melalui Harvard Business Review Analytic Services, menemukan bahwa para Innovation Accelerators ini (32% dari responden survei) menantikan perubahan yang signifikan dalam tiga tahun ke depan, terutama dalam hal bagaimana mereka terlibat dengan dan belajar mengenai pelanggan, serta dalam model bisnis mereka, produk dan jasa, juga proses pengguna akhir.
Secara jelas, Innovation Accelerators lebih mungkin berinvestasi lebih dari dua kali lipat dalam menciptakan aplikasi baru dibandingkan dengan perusahaan lain di mana inovasi tidak menjadi prioritas (72% vs 34%). Mereka juga lebih cenderung untuk fokus pada kesempatan untuk menghasilkan pendapatan dengan strategi-strategi pengalaman pelanggan yang baru (71%), inovasi model bisnis (69%) dan inovasi layanan (68%). Sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang tidak menjadikan inovasi sebagai prioritas akan lebih fokus pada otomatisasi proses bisnis (70%).
Cara organisasi terlibat dengan dan memahami pelanggan mereka menghasilkan daftar area yang akan banyak diubah oleh inovasi bisnis dengan TI, dimana 55% dari responden survei mengatakan hal itu akan berubah secara signifikan dan 20% mengatakan itu akan berubah secara keseluruhan (peringkat 10 pada skala 1-10). Responden juga percaya inovasi dengan TI akan mengubah cara karyawan melakukan pekerjaan mereka (48% mengatakan hal tersebut akan berubah secara signifikan, 15% mengatakan itu akan berubah secara keseluruhan); produk/jasa perusahaan (46% mengatakan cara karyawan akan berubah secara signifikan; 11% mempredikasi hal tersebut berubah secara keseluruhan), dan model bisnis (42% berharap akan berubah secara signifikan, 13% mengatakan hal berubah secara keseluruhan). Untuk Innovation Accelerators, jumlahnya jauh lebih tinggi: 70% mengatakan pendekatan mereka ke pelanggan dan wawasan akan berubah secara signifikan, dan 33% mengindikasikan akan berubah secara keseluruhan.
Perubahan-perubahan ini mengarah kepada sejumlah proyek tertentu yang akan dikerjakan para responden dalam 3 tahun mendatang. Lebih dari setengah responden survei berencana untuk mengotomatisasi proses bisnis (67%); menjalankan strategi pengalaman pelanggan (66%); menciptakan aplikasi baru (60%); dan berinovasi dalam layanan (57%) dan model bisnis (56%).
Temuan-temuan survei lainnya mencakup:
- Intelejen/analisis bisnis dan teknologi serta aplikasi mobile memimpin daftar teknologi yang diharapkan oleh responden survei untuk mendorong inovasi bisnis selama tiga tahun ke depan, dengan masing-masing sebesar 66% dan 53%. Ini diikuti oleh otomatisasi proses (44%), alat-alat kolaborasi (29%), komputasi awan (28%) dan media sosial (24%).
- Kepemimpinan C-level memainkan peran penting dalam mendorong inovasi bisnis yang digerakkan oleh teknologi. Menurut responden survei, CIO memimpin inovasi seperti ini di 41% dari organisasi (25% memimpin sendiri dan 16% lainnya memimpin bersama dengan eksekutif lain), CEO memimpin inovasi bisnis yang digerakkan teknologi di 16% dari organisasi, dan eksekutif C-level lainnya sebesar 16%. Sekitar seperlima dari organisasi (18%), komite cross-functional senior atau badan inovasi memimpin inovasi bisnis yang didukung TI.
- Menurut hasil survei, organisasi Innovation Accelerator menilai kolaborasi lintas fungsional ini, dengan hampir setengahnya (48%) melaporkan bahwa TI dan bisnis biasanya terlibat bersama untuk mengidentifikasi peluang inovasi.
- Saat CIO memiliki mandat untuk membantu mendorong inovasi ini, tanggung jawab sehari-hari menjalankan TI dan sumber daya yang terbatas dapat menghalangi kemampuan mereka untuk melakukan hal tersebut. Menurut responden survei, saat 57% percaya bahwa CIO harus mendorong inovasi dan strategi, hanya 12% mengatakan bahwa CIO mereka benar-benar melakukannya. Hasil survei menunjukkan bahwa CIO di perusahaan Innovation Accelerator melakukan peran yang lebih strategis, mengembangkan dan menyempurnakan strategi bisnis (26%), mendorong inovasi bisnis (30%), dan mengidentifikasi peluang untuk diferensiasi yang kompetitif (26%).
“Jelas dari hasil survei bahwa setiap organisasi harus berusaha untuk menjadi Innovation Accelerator,” kata Lee Congdon, CIO, Red Hat. “Perusahaan-perusahaan ini telah beralih dari strategi ‘keep the lights on’ di mana mereka mendorong inisiatif strategis seperti pengalaman pelanggan dan inovasi layanan. Sangat jelas bagi saya bahwa peran CIO juga berubah sebagai hasilnya, sekarang memainkan peran penting dalam inovasi bisnis yang digerakkan TI.”
Untuk melihat hasil dari survei Business Transformation and the CIO Role dalam infografik, bisa klik di http://enterprisersproject.
Metodelogi dan Demografis
Harvard Business Review Analytic Services melakukan survei online atas nama Red Hat untuk mengamati transformasi bisnis dan peran CIO, diikuti dengan 12 telepon interview dengan 12 partisipan terpilih. Survei ini dilakukan terhadap 420 orang di manajemen eksekutif atau posisi-posisi di tingkat dewan direksi dalam perusahaan dengan karyawan 500 orang atau lebih. 45% dari responden berasal dari perusahaan dengan 10.000 atau lebih karyawan. Responden merepresentasikan sektor-sektor besar termasuk teknologi, finansial, pabrikan, layanan kesehatan dan pemerintahan. Responden berasal dari Amerika Utara (40%), Asia (24%) dan Eropa (23%). 13% sisanya berasal dari wilayah-wilayah lain di dunia.
Terhubung dengan Red Hat
- Ketahui lebih jauh tentang RedHat
- Dapatkan lebih banyak atau berlangganan RedHatnewsRSSfeed
- Follow
- Join RedHatonFacebook
- Lihat video HatdiYouTube
- Join RedHatonGoogle+












