[PR] Red Hat Luncurkan JBoss Data Virtualization 6 untuk Membantu Perusahaan Mengubah Big Data menjadi Informasi yang dapat Ditindaklanjuti
![[PR] Red Hat Luncurkan JBoss Data Virtualization 6 untuk Membantu Perusahaan Mengubah Big Data menjadi Informasi yang dapat Ditindaklanjuti 1 Red Hat logo - Low Res](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2013/01/Red-Hat-logo-Low-Res-500x160.jpg)
Platform integrasi data membantu meningkatkan kesederhanaan, kecepatan, kontrol dan kepatuhan dalam lingkungan data perusahaan
JAKARTA, INDONESIA. – 21 April 2014 – Red Hat, Inc (NYSE: RHT), penyedia solusi open source terdepan di dunia, hari ini mengumumkan ketersediaan Red Hat JBoss Data Virtualization 6, sebuah platform komprehensif untuk integrasi data dan akses terpadu di seluruh sumber data yang berbeda yang dirancang untuk mengubah big data menjadi informasi yang dapat ditindaklanjuti.
Data tersebar di seluruh organisasi dalam berbagai penyimpanan tradisional dan big data seperti Apache Hadoop, database relasional dan penyimpanan NoSQL seperti MongoDB. Mengintegrasikan dan mentransformasi data dari penyimpanan yang berbeda-beda ini menimbulkan tantangan dalam mengakses atau menggunakannya secara produktif. Kesulitan dalam membuat data bisa diakses oleh aplikasi eksternal, seperti analisis dan software intelijen bisnis, dapat menjadi hambatan untuk secara efektif memanfaatkan teknologi ini dalam mengambil informasi yang berharga dan dapat ditindaklanjuti dari data tersebut. JBoss Data Virtualization membantu memecahkan masalah ini dengan memungkinkan akses simultan ke penyimpanan yang berbeda-beda ini.
Red Hat membantu pelanggan mengatasi tantangan ini melalui kolaborasi dengan para pemimpin industri seperti Hortonworks, kontributor utama dan penyedia Apache Hadoop enterprise. Menggabungkan Hortonworks Data Platform (HDP) dengan JBoss Data Virtualization akan mengintegrasikan Hadoop dengan sumber data yang ada dan menciptakan model data virtual yang ramah terhadap bisnis untuk peningkatan akses oleh aplikasi eksternal.
JBoss Data Virtualization menyediakan konektivitas cepat dan asli yang belum pernah ada sebelumnya ke berbagai sumber data dengan metode akses dan model penyimpanan yang beragam. Data dari sumber-sumber ini diabstraksi dan disajikan dengan cara yang membebaskan para pengembang untuk fokus pada penciptaan dan pengiriman aplikasi mereka tanpa harus mengetahui hal-hal teknis dan kompatibilitas yang terkait dengan setiap sumber dan jenis data.
JBoss Data Virtualization mendukung berbagai proyek dan inisiatif TI:
- Self-Service Business Intelligence: Sebuah model data virtual yang dapat digunakan kembali yang menyediakan representasi data yang mendukung bisnis, memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan data tanpa harus mengetahui kompleksitas struktur atau lokasinya dan memungkinkan beberapa alat BI untuk mengambil data dari lapisan data yang tersentralisasi.
- Unified 360◦ View: Memberikan tampilan lengkap data master dan transaksi secara real-time. Lapisan data virtual ini berfungsi sebagai tampilan informasi bisnis terpadu seluruh perusahaan yang meningkatkan kemampuan pengguna untuk memahami dan memanfaatkan data perusahaan.
- Agile SOA Data Services: Lapisan virtualisasi data yang menyampaikan layanan data ke aplikasi service-oriented architecture (SOA). JBoss Data Virtualization mempercepat penciptaan layanan data yang merangkum logika akses data dan memungkinkan beberapa layanan bisnis untuk mendapatkan lapisan data tersentralisasi, sehingga menghasilkan penggabungan layanan bisnis dan sumber data fisik yang lebih longgar.
- Better Compliance Control: Lapisan virtualisasi data yang memberikan fungsi firewall data. Virtualisasi data meningkatkan kualitas data dengan kontrol akses terpusat, keamanan yang tangguh dan pengurangan salinan data fisik. Repositori metadata menyusun lokasi data perusahaan dan hubungan antara elemen-elemen data di penyimpanan unsur data, menyederhanakan audit dan analisis.
Perusahaan yang digerakkan oleh data dapat memaksimalkan nilai bisnis data mereka dengan membangun organisasi, proses dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengelola data sebagai aset strategis, memungkinkan data yang relevan dan terpercaya diberikan dengan cepat kapan saja, dimana saja dan dengan cara apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan bisnis yang berubah. Teknologi JBoss Data Virtualization menyediakan tranformasi data yang ramping dan lincah dari fragmentasi data menjadi informasi yang bisa ditindaklanjuti untuk berkembang dalam ekonomi yang digerakkan oleh data.
Fitur yang disoroti dalam JBoss Data Virtualization 6 meliputi:
- Integrasi big data dan cloud data melalui dukungan untuk Hadoop, database NoSQL, Red Hat JBoss Data Grid dan preview teknologi MongoDB sebagai sumber data;
- Bisnis dashboard untuk secara cepat membuat laporan dan memvisualisasikan data;
- Peningkatan produktivitas pengembang melalui alat desain model data virtual grafis yang terintegrasi dengan Red Hat JBoss Developer Studio, definisi database virtual berbasis SQL-DDL, fungsi impor/penggunaan kembali, dan dukungan untuk query asli;
- Penyederhanaan penggelaran dan pengemasan dengan Red Hat JBoss Enterprise Application Platform HYPERLINK “http://www.redhat.com/
products/ jbossenterprisemiddleware/ application-platform/”(EAP).
JBoss Data Virtualization 6 tersedia untuk diunduh sekarang HYPERLINK “http://www.jboss.org/
Kutipan Pendukung
Craig Muzilla, senior vice president, Applications Platform Products Group, Red Hat
“Manajemen dan pengiriman informasi memegang peran penting dalam operasi bisnis modern. Jika organisasi-organisasi ingin meraih kesuksesan dalam mengubah data tidak penting menjadi informasi yang bisa ditindaklanjuti, alat integrasi seperti JBoss Data Virtualization memegang peran penting dalam mengolah data jadi siap diakses.”
Keizo Sugiyama, Executive Director, Green Cloud Division, KDDI R&D Laboratories, Inc.
“Sebagai operator telekomunikasi, kemampuan memanfaatkan beragam data secara efektif sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan merancang aplikasi baru kami. Kami senang dengan adanya Red Hat JBoss Data Virtualization 6 dan berharap dapat meningkatkan cara untuk analisa big data dalam kerja sama dengan Hadoop dan NoSQL untuk meningkatkan produktivitas, dan yakin bahwa tool ini dapat membantu mengakselerasi aktivitas bisnis dan penelitian dan pengembangan (R&D) kami.
Brad Shimmin, research director, Business Technology and Software, Current Analysis
“Organisasi-organisasi yang mencari wawasan bisnis yang cepat dan transformasional melalui data yang besar seharusnya tidak meremehkan kesulitan-kesulitan yang muncul dalam mengintegrasikan banyak sumber data, yang darinyalah kesuksesan analisa bergantung. Integrasi data besar adalah kunci untuk membuka gabungan sumber-sumber data potensial, seperti kertas kerja, basis data, jajaran aplikasi bisnis, dan cluster Hadoop. Dengan melibatkan lapisan virtualisasi data seperti Red Hats JBoss Data Virtualization, perusahaan-perusahaan dapat berintegrasi dengan lebih baik dan menyatukan sumber-sumber data yang berlainan untuk keperluan konsumsi aplikasi dan analisa.”
John Kreisa, vice president strategic marketing, Hortonworks
“Kami senang melihat Red Hat membawa solusi integrasi data big menarik yang mengatasi kebutuhan penting pasar akan informasi yang lebih baik dan cepat ke data. Teknologi JBoss Data Virtualization dari Red Hat menjadikan penggabungan aset data perusahaan yang sudah ada dengan data yang ada di Hortonworks Platform Data mudah dan cepat. “
Karl Van den Bergh, vice president, Products and Alliances, Jaspersoft Corporation mengatakan
“Volume, kecepatan dan ragam data di perusahaan sedang meningkat. Kebutuhan untuk mengubah data ini menjadi pemahaman yang bisa ditindaklanjuti adalah prioritas utama CIO saat ini. Red Hat dan Jaspersoft menyatukan solusi yang mudah digunakan dan komprehensif yang menyampaikan ‘Data to Actionable Insight’ yang membantu mengubah data organisasi yang belum dimanfaatkan dan kurang dimanfaatkan menjadi keunggulan kompetitif. ”
Sumber-Sumber Tambahan
- Learn more about Red Hat’s strategic alliance with Hortonworks
- Read our blog post, “Build data supply chains, not data warehouses”














