[PR] Bantu Masyarakat Awasi APBD DKI, Aplikasi “APBD” Menang #HACKJAK

Reading time:
April 29, 2014
hackjak2-525

Walau kompetisi Hackathon Jakarta (#HACKJAK) telah usai, namun manfaatnya akan terus terasa untuk masyarakat. Demikian diyakini oleh Prasetyo Andy W, anak muda pengembang aplikasi yang menduduki posisi pertama dalam kompetisi yang berlangsung sejak 26-27 April 2014 di Hotel Harris Tebet, Jakarta. Menurut Prasetyo, tantangan dalam #HACKJAK ini sangatlah menarik. “Bagi kami (pengembang aplikasi), kompetisi yang mendorong open data dan transparansi ini  baik sekali dan sangat menarik. Sebab hasil dari kompetisi ini, masyarakat akan bisa mengakses data atau informasi publik yang dibutuhkan,” ujarnya.

Bersama rekan satu timnya sejumlah tiga orang, Prasetyo menciptakan aplikasi yang bernama APBD (Awasi dan Pelajari Belanja Daerah). Aplikasi ini dipilih oleh dewan juri sebagai pemenang pertama karena berhasil menggunakan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014 dan menyuguhkan disain interface yang menarik dan mudah dipahami. “Aplikasi APBD ini juga menyediakan fitur bagi masyarakat untuk mengawasi penggunaan anggaran dan melaporkannya apabila ditemukan penyimpangan atau kejanggalan,” tambah Prasetyo.

Betti Alisyahbana, Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) yang menjadi salah satu anggota dewan juri, memuji ide-ide kreatif yang dihasilkan dari para anak muda pengembang aplikasi yang turut dalam #HACKJAK ini. “Saya senang sekali bisa menjadi tim juri dalam acara ini. Saya melihat sejumlah ide dan aplikasi yang hasil ciptaan generasi muda melalui kegiatan ini,” ujar Betti.

Senada dengan Betti, Setiaji, Ketua UPT PIPP BPPD DKI Jakarta turut mengapresiasi tingginya minat peserta dan hasil dari kompetisi ini. “Kami pernah membuat sejumlah kompetisi, namun baru kali ini kompetisi yang turut dilaksanakan bersama kami, diminati oleh banyak peserta. Ide-ide peserta juga sangat menarik,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dalam acara #HACKJAK ini memang dirasakan sebagai suatu terobosoan tersendiri. “Kami mikirnya, apa iya pemerintah akan membuka datanya untuk dikompetisikan aplikasinya. Dan ternyata, pemerintah merespon acara ini dengan baik,” ujar Prasetyo. Ditambahkan oleh Prasetyo, tantangan yang paling terasa dalam kegiatan ini adalah pada kualitas data yang disediakan. Dalam kompetisi ini, Pemprov DKI menyediakan dua data, yaitu data APBD 2014 dan data trayek angkutan umum DKI Jakarta.

“Tantangan (dalam kompetisi ini) adalah pada kualitas data yang disediakan. Misalnya dari aspek kelengkapan, kejelasan, dan keakurasian data, masih perlu diperbaiki,” harapnya. Hal tersebut diakui oleh Shita Laksmi, Program Manager Southeast Asia Technology and Transparency Initiative (SEATTI), yang turut menginisiasi #HACKJAK.

“Kami sadar bahwa data yang disediakan masih perlu diperbaiki karena kualitas data juga berpengaruh pada aplikasi yang dihasilkan. Pemprov sepertinya punya rencana untuk membuat kualitas data yang dikelolanya menjadi lebih baik. Kami dari SEATTI siap mendukung Pemprov DKI,” tegas Shita.

Keterlibatan pemerintah, warga, dan institusi lain, sebagaimana yang terwujud dalam #HACKJAK, adalah salah satu contoh bentuk kolaborasi yang inovatif. Sebagaimana ditegaskan pula oleh Mardianto Jatna, Asisten Ahli Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), “dengan kolaborasi, maka kebijakan pembangunan akan menjadi lebih terbuka dan efektif, masyarakat dapat berpartisipasi mengawal jalannya pembangunan serta akan memunculkan inovasi untuk mendorong layanan publik yang lebih baik”, ujar Mardianto.

“Untuk itulah kami sungguh berharap Pemprov DKI Jakarta akan menindaklanjuti kompetisi ini dengan mengembangkan aplikasi yang telah diciptakan oleh pemenang, agar dapat makin luas dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Shita.

Pada pelaksanaan #HACKJAK selama dua hari tersebut, dari 200 peserta yang mendaftar, hadir 132 peserta yang menghasilkan 53 aplikasi tentang budget dan transportasi di DKI Jakarta. Peserta bisa membuat aplikasi secara individual maupun kelompok. Dalam perlombaan ini peserta diwajibkan menggunakan data yang telah dibuka oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga data yang telah dibuka oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Sejumlah peserta, selain dari Jakarta, juga datang dari kota lain semisal Yogyakarta, Bandung, dan Malang.

Dari 53 aplikasi yang dihasilkan tersebut, kemudian dipilih empat aplikasi terbaik dan dua aplikasi favorit oleh empat kelompok juri. Masing-masing kelompok juri tersebut terdiri atas tiga juri dari perwakilan pemerintah (Pemprov DKI Jakarta atau UKP4), pemerhati Open Government Partnership (OGP), serta praktisi teknologi informasi (TI). Keempat aplikasi pemenang tersebut akan segera diletakkan di toko aplikasi masing-masing platform yang digunakan, baik itu Google Play Store, Apple App Store, Windows Phone Store, BlackBerry App World, maupun langsung di situsnya sendiri, tergantung pada platform masing-masing aplikasi tersebut, agar mudah diunduh dan digunakan oleh masyarakat.

 

Adapun aplikasi-aplikasi yang menang tersebut adalah:

Juara 1: Awasi, Pelajari Belanja Daerah (APBD).

Aplikasi ini akan menyediakan informasi bagi warga yang ingin mempelajari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan design yang menarik warga akan mudah memahami APBD DKI Jakarta. Tidak hanya itu, aplikasi ini menyediakan fitur bagi masyarakat untuk mengawasi penggunaan anggaran dan melaporkan apabila menemukan penyimpangan atau kejanggalan.

Juara 2: PANTURA.

Aplikasi ini ditujukan untuk menampilkan data-data APBD DKI Jakarta. Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat bisa memelusuri program pemerintah DKI Jakarta dengan memasukan kata kuncinya.  Masyarakat bisa menambahkan bank data dengan meng-capture realisasinya, menambahkan foto dan titik koordinat dan memasukan kesan apakah berjalan dengan baik atau butuh perhatian.  Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur grafik serapan APBD DKI Jakarta serta bank data untuk bisnis dan pemerintahan.

Juara 3: APPAJA.

Aplikasi ini dibuat untuk memudahkan warga DKI yang akan bepergian mengunakan angkutan umum. Aplikasi ini akan menunjukan nama-nama angkutan umum yang ada jika penumpang akan menempuh rute tertentu. Aplikasi ini juga bisa menunjukan keadaan shelter Transjakarta apakah ramai (dengan warna merah), biaasa-biasa (dengan warna biru), dan longgar (dengan warna hijau). Jangan khawatir jika anda sering lupa turun di shelter Transjakarta yang anda tuju, aplikasi ini bisa member notofokasi kapan anda harus siap-siap uturun dan kapan anda harus turun.

Juara 4: KIRI HACK JAK.

Aplikasi ini dapat menunjukan rute dari satu tempat ke tempat tertentu. Bisa menunjukan angkuta umum apa saja yang dilalui serta tepat wisata apa terdekat. Jika warga ingin membeli sesuatu, tinggal memasukan kata kunci maka aplikasi ini akan menunjukan dimana bisa membelinya.

Juara Favorit:

  • JAK APBD.

Aplikasi ini dibuat agar antara warga dan pemerintah tidak ada gap terkait transparansi APBD DKI Jakarta. Aplikasi ini bisa memperlihatkan perkembangan realisasi program di DKI Jakarta, dilengkapi dengan fotonya. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur aspirasi warga untuk pembangunan di DKI.

  • WAY BEE.

Aplikasi ini mengajak warga Jakarta menggunakan Transjakarta dan bukan naik mobil pribadi. Aplikasi ini bisa membandingkan jika anda hendak menggunakan mobil dan Trans Jakarta, berapa menit anda hemat waktu, berapa rupiah anda hemat biaya dan berapa banyak kalori anda terbakar. Setelah selesai menggunakan aplikasi, jika di perjalanan menemukan jalan berlubang, bisa melaporkan langsung ke pemprov DKI.

 

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…