[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda?
Teknologi pelacakan, pemantauan dan terpasang di tubuh
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 1 Untitled](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/Untitled-500x330.jpg)
Setiap hari, jutaan orang di seluruh dunia secara aktif merekam setiap aspek kehidupan, pemikiran, pengalaman dan pencapaian mereka dalam aktivitas yang disebut sebagai pelacakan diri sendiri/self-tracking (atau dikenal juga sebagai quantified self atau life logging). Mereka yang melakukan pelacakan diri sendiri melakukan hal tersebut dengan berbagai alasan. Dengan adanya data pribadi yang dibuat, dipindahkan dan disimpan dalam berbagai lokasi berbeda, privasi dan keamanan merupakan pertimbangan penting pagi pengguna perangkat tersebut. Symantec telah menemukan resiko-resiko keamanan dalam sejumlah perangkat dan aplikasi pelacakan diri sendiri. Salah satu temuan paling signifikan adalah bahwa semua perangkat pelacakan aktivitas yang dikenakan di tubuh, termasuk perangkat-perangkat yang berasal dari brand-brand terkemuka, rentan terhadap pelacakan lokasi.
Para peneliti kami membuat sejumlah perangkat pemindaian dengan menggunakan mini komputer Raspberry Pi dan ketika alat ini dibawa ke event-event atletik dan ruang publik yang sibuk, para peneliti kami menemukan bahwa pelacakan individu mungkin dilakukan.
Symantec juga menemukan sejumlah kerentanan dalam cara data pribadi disimpan dan dikelola, seperti password yang ditransmisikan dalam teks yang jelas dan manajemen sesi yang buruk.
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 2 02](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/02-500x163.jpg)
Bagaimana sistem pelacakan diri sendiri bekerja?
Banyak orang melakukan pelacakan diri sendiri dengan perangkat seperti pita pergelangan tangan elektronik, jam pintar, gelang dan bahkan pakaian pintar. Perangkat-perangkat ini memiliki sejumlah sensor, sebuah prosesor, memori dan antarmuka komunikasi. Dengan perangkat-perangkat tersebut, pengguna dapat dengan mudah mengumpulkan, menyimpan, dan mengirim data ke komputer lain untuk diproses dan dianalisa.
Gambar 1.Salah satu jenis perangkat pelacak diri sendiri
Meskipun jenis perangkat dengan penggunaan khusus tersebut terus meningkat, smartphone mungkin merupakan perangkat yang paling umum digunakan orang untuk melakukan pelacakan diri sendiri. Smartphone modern dikemas dengan beragam sensor yang dapat digunakan oleh banyak jenis aplikasi pelacakan diri sendiri. Banyak orang telah menggunakan smartphone dan banyaknya aplikasi gratis untuk pelacakan diri sendiri memudahkan pengguna untuk melakukan pelacakan diri sendiri.
Gambar 2.Smartphone modern dipenuhi dengan sensor
Untuk memulai pelacakan diri sendiri, seseorang hanya perlu memilih salah satu dari banyak sekali aplikasi yang tersedia di pasar aplikasi, menginstalnya, mendaftarkan akun dan mulai melakukan pelacakan diri sendiri. Di akhir setiap sesi, pengguna dapat mereview dan melakukan sinkronisasi data yang terkumpul ke sebuah server berbasis cloud untuk disimpan.
Seberapa aman informasi tentang diri Anda sendiri?
Ketika kita menyerahkan informasi pribadi dan data pribadi yang bersifat kuantitatif ke penyedia layanan, apakah kita telah salah memberi kepercayaan kepada mereka? Bagaimana kita tahu mereka mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungai informasi kita dan privasi kita? Untuk membantu menangani hal ini, kami telah meneliti hal-hal yang terjadi di dalam dunia pelacakan diri sendiri. Kami meneliti hal-hal yang dilakukan para vendor untuk melindungi pengguna layanan mereka dengan melihat lebih dekat beberapa perangkat dan aplikasi palacakan diri sendiri paling populer yang ada di pasaran.
Perangkat pelacak lokasi yang dikenakan di tubuh
Semua perangkat pelacak kegiatan yang dikenakan di tubuh dapat dilacak atau diketahui lokasinya melalui transmisi protokol nirkabel
Terdapat banyak perangkat pelacak kegiatan olah raga yang saat ini tersedia di pasar. Semua perangkat ini umumnya memiliki sensor untuk mendeteksi gerakan tapi tidak dirancang untuk pelacakan lokasi. Data yang dikumpulkan oleh perangkat-perangkat ini umumnya harus disinkronisasikan ke perangkat lain atau komputer sehingga dapat dibaca. Untuk kenyamanan, banyak perusahaan menggunakan Bluetooth Rendah Daya agar perangkat ini dapat mensikronisasikan data ke smartphone atau komputer. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk kenyamanan ini karena perangkat ini dapat mengirim informasi yang memungkinkan perangkat ini dilacak dari satu lokasi ke lokasi lain.
Untuk menguji cara perangkat-perangkat ini dapat dilacak, kami membuat beberapa alat pemindai Bluetooth menggunakan minikomputer Raspberry Pi dan komponen-komponen yang tersedia di pasar, termasuk adaptor Bluetooth 4.0, baterai dan SD card. Semua komponen ini dapat dibeli dari pemasok komponen di mana saja, kemudian digabung dengan software open source dan beberapa skrip program biasa. Harga setiap perangkat tidak lebih dari US$75 dan dapat dibuat dengan mudah oleh siapa saja yang memiliki keterampilan TI dasar.
Gambar 3.Pemindai Bluetooth portabel yang disebut Raspberry Pi
Pemindai portabel ini kemudian dibawa ke berbagai lokasi publik yang sibuk di Irlandia dan Swis di mana kami menggunakan perangkat ini untuk mengetahui apa yang dapat kami temukan. Kami juga membawanya ke sebuah event olang raga besar dan menempatkanya di sebuah lokasi statis yang memungkinkan kami untuk melacak para pemain yang saling bersaing di pertandingan. Pemindai ini bekerja secara pasif dan tidak mencoba membuat koneksi ke perangkat yang ditemukan. Alat ini hanya memindai gelombang udara untuk menangkap sinyal yang dikirim dari perangkat.
Dalam pengujian tersebut kami menemukan bahwa semua perangkat yang kami temukan dapat dengan mudah dilacak menggunakan alamat hardware unik yang dipancarkannya. Beberapa perangkat (tergantung pada konfigurasinya) memungkinkan dilakukannya ‘remote querying’, sehingga informasi seperti nomor seri atau kombinasi karakteristik perangkat dapat ditemukan oleh pihak ketiga dari jarak dekat tanpa adanya kontak fisik dengan perangkat tersebut.
Gambar 4.Sebagian besar perangkat pelacak kegiatan yang dipakai di tubuh dapat dilacak
Dari hasil riset ini, para produsen perangkat ini (termasuk pemimpin pasar) tidak secara serius mempertimbangkan atau menjawab impikasi penggunaan produk-produk mereka terhadap masalah privasi. Akibatnya, perangkat-perangkat tersebut, serta orang yang mengenakannya, dapat dengan mudah dilacak oleh seseorang yang memiliki keterampilan dasar dan beberapa alat murah-meriah.
Mengapa harus khawatir mengenai hal ini?
Mungkin saja bahwa pencuri atau seseorang yang ingin memata-matai dapat menggunakan informasi pelacakan lokasi ini untuk tujuan jahat. Pencuri diketahui menggunakan sistem pelacakan lokasi untuk mengetahui saat-saat calon korban tidak berada di rumah.
Transmisi data pelacakan dan data pribadi dalam teks yang jelas
20 persen aplikasi mengirim data pribadi pengguna dalam teks yang jelas
Banyak aplikasi pelacakan diri sendiri memiliki komponen berbasis server cloud yang meminta pengguna untuk mengupload dan menyimpan data yang dikumpulkan dari aplikasi dan layanan mereka untuk penyimpanan dan analisis.Disamping menyimpan data tentang kegiatan, beberapa layanan mengumpulkan berbagai informasi pribadi seperti tanggal lahir, status hubungan, alamat, foto dan informasi pribadi lainnya. Untuk mencegah orang yang tidak berhak mengakses informasi tersebut, layanan-layanan ini memerlukan akun pribadi yang dilindungi oleh nama pengguna dan password.
Masalah yang kami amati adalah banyak sekali dari aplikasi dan layanan ini yang tidak menangani data penting milik pengguna seperti nama pengguna (misalnya alamat email) dan password secara aman. Banyak dari aplikasi dan layanan ini mengirim data yang yang dihasilkan pengguna, termasuk informasi login pribadi, melalui media yang tidak aman seperti Internet tanpa upaya untuk melindunginya (misalnya dengan cara mengenkripsi data). Ini berarti bahwa data dapat dengan mudah disadap dan dibaca oleh penyerang. Kurangnya keamanan dasar di tingkat ini merupakan sesuatu yang serius dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai cara perangkat-perangkat ini menangani informasi yang disimpan dalam server mereka.
Mengapa harus khawatir mengenai hal ini?
Transmisi kredensial dalam teks yang jelas terutama menjadi masalah karena banyak orang memiliki kecenderungan menggunakan data login pribadi di banyak situs. Karena adanya penggunaan ulang ini, data login yang dicuri dari satu layanan dapat digunakan untuk mengakses layanan-layanan yang lebih penting seperti akun email atau akun belanja online.
Kurangnya kebijakan privasi
52 persen aplikasi yang diamati tidak memiliki kebijakan privasi
Aplikasi dan layanan pelacakan diri sendiri secara alamian didesain untuk mengumpulkan dan menganalisa informasi pribadi.Oleh karena itu cukup beralasan untuk mengharapkan, dan bahkan secara legal diharuskan oleh banyak peraturan (misalnya Online Privacy Protection Act 2003), perusahaan yang mengumpulkan dan mengelola PII untuk menghadirkan kebijakan privasi yang ditampilkan secara nyata dan mudah diakses.Kebijakan privasi seharusnya mudah dipahami, bahkan oleh mereka yang bukan berprofesi di biang hukum, dan ditunjukkan kepada pengguna sebelum mereka mendaftarkan diri terhadap sebuah layanan sehingga mereka dapat membuat pilihan dengan penuh pertimbangan sebelum menggunakannya.
Meskipun memiliki kebijakan privasi adalah suatu hal yang penting, mayoritas aplikasi yang kami amati tidak memilikinya.
Mengapa harus khawati mengenai hal ini?
Kurangnya kebijakan privasi mungkin menjadi indikator bagaimana masalah keamanan diperlakukan dalam pengembangan dan penyediaan layanan pelacakan diri sendiri ini. Pengguna disarankan untuk mempertimbangkan hal ini sebelum mendaftarkan diri pada satu layanan.
Kebocoran data yang tidak disengaja
Jumlah maksimal domain unik yang dihubungi oleh sebuah aplikasi adalah 14 dan rata-ratanya lima
Rata-rata kami menemukan bahwa aplikasi menghubungi domain Internet berbeda. Dalam kasus paling buruk, kami menemukan sebuah aplikasi yang menghubungi 14 domain berbeda dalam waktu singkat. Meskipun bisa dipahami bahwa aplikasi perlu menghubungi beberapa domain untuk mengirim data yang dikumpulkan dan mengakses API tertentu seperti untuk iklan, sedikit mengherankan menemukan sejumlah besar aplikasi menghubungi sepuluh atau lebih domain berbeda untuk berbagai tujuan. Banyak dari aplikasi tersebut melapor ke layanan analitik, yang mengumpulkan dan menganalisa aplikasi atau perilaku pengguna untuk tujuan pemasaran. Beberapa aplikasi menggunakan aplikasi analitik untuk memeriksa kinerja aplikasi itu sendiri, melaporkan masalah kinerja dan tidak berfungsinya aplikasi.
Meskipun pengembang aplikasi memiliki maksud baik, informasi tentang kegiatan pengguna masih dapat dilihat dengan cara yang paling tidak lazim akibat penggunaan layanan pihak ketiga oleh aplikasi tersebut. Misalnya dalam satu aplikasi yang melacak aktivitas seksual, aplikasi tersebut membuat permintaan spesifik terhadap sebuah URL layanan analitik pada awal dan akhir setiap sesi. Dalam komunikasinya, aplikasi ini mengirim ID unik untuk contoh aplikasi dan nama aplikasi itu sendiri serta pesan-pesan yang mengindikasikan mulai dan berhentinya aktivitas yang dilacak.
Disamping skenario yang disebut sebelumnya, ada banyak skenario lain di mana data pribadi dapat bocor tanpa disengaja, misalnya melalui faktor kesalahan manusia, rekayasa sosial atau penanganan data yang serampangan.
Mengapa harus khawatir mengenai hal ini?
Meskipun banyak dari kita berbagi informasi rinci mengenai kehidupan teman-teman dan keluarga, ada banyak hal yang kita tidak ingin informasikan. Ketika kita memilih untuk tidak membagi sesuatu, kita tentunya tidak ingin penyedia layanan melakukan hal tersebut langsung atau tidak langsung atas nama kita.
Kelemahan-kelemahan keamanan lain
Dalam setiap layanan bersama, akun-akun pengguna digunakan untuk memisahkan status dan data seseorang dari yang lainnya. Sesi digunakan untuk mengelola aliran data dan pemrosesan sehingga pengguna hanya dapat mengakses data mereka sendiri dan mengerjakan tugas pada data yang mereka diijinkan untuk mengakses. Pengelolaan sesi yang lemah dapat dieksploitasi oleh penjahat cyber untuk membajak sesi sehingga dapat berpura-pura menjadi pengguna lain. Ini dapat mengakibatkan terjadinya kebocoran informasi, vandalism data dan masalah-masalah lain.
Dalam penelitian yang kami lakukan, kami menemukan beberapa situs yang tidak secara benar menangani sesi pengguna. Dalam salah satu contoh, mungkin saja mencari data pribadi milik pengguna lain di situs tersebut. Dalam contoh lain, seorang penyerang dapat mengupload pernyataan-pernyataan SQL, seperti perintah untuk membuat tabel database untuk dieksekusi di server. Semuanya ini merupakan masalah keamanan serius yang dapat menyebabkan terjadinya kebocoran database pengguna dalam jumlah besar.
Mengapa kita harus khawatir mengenai hal ini?
Sistem yang dirancang atau diimplementasikan secara buruk dapat memaparkan kerentanan serius yang dapat dieksploitasi oleh penyerang. Hal ini dapat mengarahkan pada kebocoran data pengguna sepenuhnya di sisi penyedia layanan. Tergantung pada tingkat sensitivitas data yang disimpan, implikasinya bagi pengguna sangat beragam, mulai dari data sepele seperti berapa gelas air yang Anda minum hari ini hingga sesuatu yang lebih serius seperti lokasi Anda saat ini.
Apa yang dapat Anda lakukan mengenai hal ini?
Sekilas, pelacakan diri sendiri dan privasi mungkin seperti teman yang aneh. Bagaimana mungkin Anda merekam data Anda sendiri dalam jumlah besar dan tetap menjaga privasi? Dengan mempertimbangkan masalah keamanan dan privasi yang telah kita lihat, kesimpulan yang jelas adalah jika Anda menghargai privasi Anda, hal terbaik adalah tidak melakukan pelacakan diri sendiri sama sekali.
Meskipun adanya resiko keamanan dan privasi, gerakan melacak diri sendiri terus mengalami pertumbuhan dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga beberapa tahun mendatang. Untuk memastikan bahwa pengguna dapat terus menikmati kegiatan ini dengan aman, kami merekomendasikan mereka untuk menjalankan beberapa tindak pencegahan dasar untuk membantu melindungi dari resiko terpaparnya informasi pribadi dan pelacakan diri mereka.
- Gunakan screenlock atau password untuk mencegah akses yang tidak berhak
- Jangan memakai nama pengguna dan password yang sama untuk dipakai di beberapa situs
berbeda
- Gunakan password yang kuat
- Matikan Bluetooth ketika tidak diperlukan
- Waspadala dengan situs dan layanan yang meminta informasi yang tidak perlu atau berlebihan
- Hati-hati ketika menggunakan fitur barbagi di media sosial
- Hindari membagi informasi lokasi di media sosial
- Hindari aplikasi dan layanan yang tidak secara jelas menampilkan kebijakan privasi
- Baca dan pahami kebijakan privasi aplikasi dan layanan
- Instal update aplikasi dan sistem operasi ketika tersedia
- Gunakan solusi keamanan berbasis perangkat jika tersedia
- Gunakan enkripsi perangkat penuh jika tersedia
Informasi lebih lengkap
Jika Anda menginginkan infirmasi lebih lengkap mengenai topik ini, silakan baca white paper kami terbaru yang berjudul How safe is your quantified self?
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 3 03](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/03-500x279.jpg)
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 4 04](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/04-500x398.jpg)
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 5 05](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/05-500x356.jpg)
![[PR] Penelitian Symantec: Seberapa Aman Informasi Kuantitatif tentang Diri Anda? 6 06](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/08/06-500x312.jpg)















