Hotspot WiFi Gratis di AS Lebih Cepat Dari 4G

Author
Ozal
Reading time:
August 13, 2014

Di Amerika Serikat, kecepatan jaringan LTE 4G diketahui paling lambat dibanding sejumlah negara maju lainnya. Bahkan, dalam sebuah laporan riset tersebut dikatakan, koneksi jaringan hotspot WiFi di AS justru jauh lebih cepat ketimbang 4G.

Ilustrasi
Ilustrasi

Laporan terbaru OpenSignal mengungkapkan bahwa kecepatan rata-rata jaringan WiFi di AS mencapai 8,77 megabyte per detik (Mbps). Umumnya, tingkat kecepatan tersebut dapat ditemui di area hotspot gratis, seperti kedai kopi, hotel, atau sejumlah ritel ternama.

Sementara itu, seperti dikutip dari GigaOM, kecepatan jaringan LTE 4G yang disediakan sejumlah operator di AS, rata-ratanya hanya 6,52Mbps. Sedangkan untuk kecepatan jaringan HSPA 3.5G, berada di kisaran 4,31MBps. Sebagai perbandingan, kecepatan download jaringan 4G di Australia sebesar 24Mbps yang merupakan paling tinggi di antara negara lainnya. Lalu negara Asia seperti Korea Selatan dan Jepang, masing-masing 18,6Mbps dan 11,8Mbps.

Karena kebutuhan bandwidth data yang lebih besar untuk download konten dan streaming film full-HD, tidak sedikit pengguna di AS yang beralih ke WiFi. Kondisi ini justru berbeda dengan sejumlah negara, di antaranya Swedia, Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Inggris. Di sana koneksi LTE justru jauh lebih cepat ketimbang WiFi. Akibatnya, penggunaan WiFi pun mulai menurun.

Lantas, apa yang menyebabkan koneksi 4G jadi lebih lambat dari WiFi? Menurut laporan, operator di Amerika Serikat hanya menggunakan spektrum sebesar 5MHz hingga 10Mhz saja untuk saluran download penggunanya. Padahal sejumlah sejumlah negara maju di Eropa sudah menggunakan spektrum minimal sebesar 20MHz. Di Korea Selatan sendiri, operator menggunakan spektrum 30Mhz guna mengkomersialkan generasi terbaru 4G, yakni LTE-Advance.

Hasil ini cukup ironis, mengingat Amerikat Serikat menjadi salah satu negara pertama di dunia yang mengkomersialkan jaringan LTE 4G. Terlebih, banyak perusahaan internet kelas dunia bertengger di Sillicon Valley, California.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 25, 2026 - 0

Update Besar Slay the Spire 2 Picu Gelombang Review Negatif

Kehadiran update besar untuk Slay the Spire 2 justru memicu…
April 25, 2026 - 0

Xbox Fokus Perkuat Game Pass Dengan Tekankan Harga dan Fleksibilitas

Xbox tetapkan Game Pass sebagai prioritas layanan utama, dengan fokus…
April 24, 2026 - 0

Avalanche Studios Buka Rekrutmen untuk Proyek Game AAA Baru

Kreator dari seri Just Cause, Avalanche Studios, membuka rekrutmen untuk…
April 24, 2026 - 0

Xbox Tinggalkan Branding Microsoft Gaming & Siap Evaluasi Eksklusivitas

Xbox resmi kembali ke branding lama mereka, sambil siapkan untuk…