[PR] Infrastruktur Lebih Baik, Harga Properti Merangkak naik
INFRASTRUKTUR LEBIH BAIK, HARGA PROPERTI MERANGKAK NAIK
Pembukaan akses tol baru di sekitar Jakarta akan memicu
kenaikan harga properti lokal secara dramatis.
JAKARTA, 14 Agustus 2014: Berbagai proyek pembangunan infrastruktur di kawasan Bekasi dan di area Jakarta Barat Daya, diperkirakan mampu mendongkrak harga properti setempat. Menurut analisa portal properti terkemuka, Lamudi, akan ada banyak calon pembeli properti yang melirik kedua daerah ini, utamanya sebagai tempat tinggal.
![[PR] Infrastruktur Lebih Baik, Harga Properti Merangkak naik 1 Lamudi.co.id](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/03/Lamudi.co_.id_-400x224.jpg)
Dalam analisa propertinya, Lamudi mencontohkan pembangunan akses tol Cibatu di Lippo Cikarang, dan JORR 2 di Jakarta yang berdampak signifikan pada nilai properti di sekitarnya. Bahkan, kenaikannya diprediksi terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Hal ini dirasa tidaklah mengherankan, mengingat keuntungan yang didapatkan pengguna kendaraan saat menggunakannya. Gerbang jalan tol Cibatu yang merupakan proyek dari PT Jasa Marga (Persero) dan Lippo Cikarang, mampu mengurangi 77% arus kemacetan menuju Lippo Cikarang melalui tol Cikampek yang tadinya sangat padat melalui pintu Cikarang Barat. Proyek senilai Rp 250 miliar ini bahkan dikatakan bisa menghemat 30 menit waktu perjalanan Anda dari Jababeka menuju Lippo Cikarang.
Hasil riset Lamudi menunjukkan, pasca pembangunan tol Cibatu, nilai tanah di wilayah pemukiman di sekitarnya telah merangkak 30% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Dimana harga tanah di wilayah pemukiman di Ibukota sendiri meningkat lebih lambat selama periode yang sama: 20.14% di Jakarta Pusat, 19.5% di Jakarta Selatan, dan 25% di Jakarta Utara.
Sedangkan untuk pembangunan JORR 2, para analis properti Lamudi memprediksi kenaikannya bisa melebihi 25%. Sebagaimana jalan tol Cibatu, jalan tol ini mampu menghemat durasi perjalanan Anda. Bagi Anda yang datang dari Barat Daya menuju pusat kota, JORR 2 bisa mengefisienkan waktu Anda sebesar 15-20%.
Karan Khetan, Managing Director Lamudi Indonesia, mengatakan bahwa infrastruktur baru di sebuah kota akan sangat mempengaruhi dinamika harga properti. “Ini hanya beberapa contoh dari proyek-proyek infrastruktur besar di Jakarta yang berdampak dramatis pada harga properti lokal dan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Hal ini juga menunjukkan, lanjut Karan, pentingnya berinvestasi jangka panjang dengan mempertimbangkan pembangunan infrastruktur di masa mendatang, serta perubahan-perubahan yang akan terjadi dalam waktu dekat. Bukan hanya berdasarkan kondisi saat ini saja.
Secara umum, menurut laporan penelitian Knight Frank—perusahaan konsultan properti internasional di London—negara-negara Asia akan mengalami pembangunan infrastruktur yang masif dan luas, bertahun-tahun mendatang. Di dalam hasil studi mereka yang berjudul Asia Pacific Residential Review, “Special Analysis: Transport Infrastructure Residential Hotspots,” dinyatakan bahwa pembangunan aneka infrastruktur di negara-negara tersebut akan meningkatkan nilai jual daerah sekelilingnya secara signifikan.[]













