[PR] Kaspersky Lab : Penipuan Cyber Menjadi Momok Pengguna Internet Ketika Bertransaksi dan Berbelanja Secara Online

Reading time:
August 20, 2014

Kaspersky Lab : Penipuan Cyber Menjadi Momok Pengguna Internet Ketika Bertransaksi dan Berbelanja Secara Online

Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Kaspersky Lab dan B2B International, 49% dari pengguna internet di seluruh dunia merasa rentan saat berbelanja online atau melakukan transaksi secara online, dan 42% dari pengguna akan memanfaatkan sistem pembayaran online lebih sering jika mereka merasa dilindungi dari penipuan cyber. Mengingat sikap-sikap ini, maka tampaknya penyedia pembayaran online menderita kurangnya kepercayaan konsumen dalam langkah-langkah keamanan mereka.

Online_Payments_Infographic

Survei menunjukkan bahwa 62% dari pengguna takut akan penipuan keuangan di Internet dan data menemukan banyak contoh akan kegelisahan konsumen ini. Misalnya, 40% dari mereka yang melakukan pembayaran online yakin bahwa bahkan aplikasi mobile resmi yang ditawarkan oleh perusahaan keuangan membutuhkan perlindungan lebih sebelum mereka benar-benar aman. Selain itu, 37% dari pengguna melaporkan akan mengakhiri operasi keuangan di tengah proses karena mereka tidak yakin tentang keamanan transaksi.

Tingkat perlindungan terhadap penipuan cyber merupakan faktor penting bagi pengguna saat memilih toko online atau operator jasa keuangan: 60% responden mengatakan mereka akan lebih memilih perusahaan yang menawarkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk melindungi data keuangan. Selain itu, 75% dari mereka yang disurvei mengharapkan bank, sistem pembayaran online dan toko online untuk melindungi komputer dan perangkat mobile mereka dari penipuan keuangan.

Pada saat yang sama, banyak pengguna menyadari bahwa mereka perlu menerapkan langkah-langkah keamanan mereka sendiri di samping perlindungan yang ditawarkan oleh penyedia pembayaran mereka. Sementara 20% dari pengguna melimpahkan tanggung jawab penuh atas keamanan transaksi keuangan di pihak bank dan 15% percaya bahwa mereka sendiri bertanggung jawab, mayoritas (60%) dari mereka yang disurvei berpikir bahwa baik pengguna dan bank harus bertanggung jawab untuk melindungi informasi keuangan. Ini menunjukkan bahwa pengguna akan bersemangat untuk menerima alat-alat baru dari organisasi keuangan mereka untuk membantu mengelola tanggung jawab mereka secara bersama untuk mencegah penipuan online.

“Banyak pengguna masih merasa lebih aman dengan membayar tunai atau menggunakan kartu ATM mereka langsung di meja kasir, daripada beli online dengan komputer atau perangkat mobile, dan keengganan ini menghambat perkembangan pasar pembayaran online. Untuk mendorong orang untuk mulai menggunakan layanan pembayaran elektronik lebih aktif, bank, toko online dan sistem e-pay perlu meyakinkan pengguna bahwa mereka aman dari penipu cyber. Salah satu caranya adalah penyedia layanan pembayaran menawarkan lapisan keamanan tambahan yang dirancang khusus untuk melindungi transaksi perbankan dan pembayaran yang dilakukan secara online atau dari perangkat mobile terhadap penipuan keuangan. Kehadiran perlindungan tambahan yang berfokus pada transaksi memberikan pengguna jaminan langsung dan jalas bahwa uang mereka aman,” kata Ross Hogan, Kepala Divisi Pencegahan Penipuan di Kaspersky Lab.

Salah satu cara untuk meraih peningkatan kepercayaan dalam sistem pembayaran online dan platform pembayaran mobile adalah dengan bantuan platform Kaspersky Fraud Prevention. Komponen dari solusi multilevel ini dipasang di kedua infrastruktur TI bisnis dan pada perangkat klien termasuk komputer, tablet dan smartphone yang bekerja pada platform yang berbeda. Selain itu, solusi ini mengintegrasikan alat-alat yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi ponsel yang dilindungi berbasis teknologi canggih dari Kaspersky Lab, serta layanan intelektual yang memberikan informasi tentang ancaman cyber terbaru dan cara-cara untuk memerangi mereka.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Dune: Awakening Umumkan Expansion Gratis Blood and Ice

Dune: Awakening siapkan konten ekspansi gratis Blood and Ice untuk…
October 31, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Version 4.7 Bawa Kisah Penutup Planarcadia Arc

Honkai: Star Rail Version 4.7 akhirnya membawa kisah penutup dari…
October 31, 2026 - 0

Visa Gandeng MOONTON Untuk Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia

Visa berkolaborasi dengan MOONTON sebagai Global Payment Partner M Series…
October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…