[PR] Trend Micro Dorong Enterprise dan Profesional di Bidang Teknologi Informasi

Reading time:
August 21, 2014

 

Trend Micro Dorong Enterprise dan Profesional di Bidang Teknologi Informasi untuk Adopsi Pendekatan Keamanan Informasi yang Lebih Strategis Guna Hadapi Tantangan Menuju Era Internet of Things

Ikhtisar keamanan selama kuartal kedua yang disampaikan Trend Micro soroti meningkatnya kebutuhan akan strategi keamanan cyber yang komprehensif untuk melindungi berbagai informasi penting

Jakarta – 21 Agustus 2014 – CLOUDSEC 2014, konferensi tentang keamanan internet yang diikuti oleh beberapa vendor terkemuka dan diprakarsai oleh Trend Micro (TYO:4704;TSE:4704), hari ini diselenggarakan di Jakarta dan dihadiri oleh para CXO maupun manajer senior yang bertanggungjawab di bidang keamanan internet perusahaan. CLOUDSEC 2014 diselenggarakan untuk menginspirasi para profesional di bidang teknologi informasi di Indonesia untuk terus meningkatkan pemahaman mereka dalam mengamankan infrastruktur digital sekaligus mendorong mereka untuk mengadopsi pendekatan keamanan informasi yang lebih strategis menyongsong era Internet of Things (IoT) yang segalanya serba terhubung.

a4 Rik Ferguson VP Security Research TrendLabs Trend Micro

Meningkatnya jumlah perangkat yang terkoneksi dan terintegrasi dengan Internet di masa kini telah mengubah perilaku pengguna dan cara mereka dalam mengakses dan mengintegrasikan teknologi ke dalam seluruh aspek kehidupan, baik untuk kepentingan personal maupun bisnis. Perangkat yang dilengkapi dengan kemampuan berinternet semakin mudah dijumpai di manapun. Tingginya potensi pengadopsian IoT serta meningkatnya pemanfaatan Internet Connected Devices, Personal Clouds, Wearable Technology, Big Data, Software Defined Computing telah memunculkan tantangan keamanan tersendiri.

“Memasuki era IoT, isu-isu terkait ancaman keamanan dan privasi informasi semakin mengemuka. Meningkatnya pengadopsian teknologi berbasis cloud memperlebar peluang bagi para penjahat cyber atau cybercriminal untuk beraksi akibat begitu dalamnya penetrasi teknologi di segala aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, perspektif pengguna dalam hal pertahanan keamanan terkait pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan,” ujar Dhanya Takkar, Managing Director SEA& India, Trend Micro.

Trend Micro memandang pentingnya edukasi bagi para profesional di bidang TI mengenai solusi keamanan yang relevan yang mampu membendung berbagai ancaman keamanan dan privasi informasi yang kini mulai mengemuka. Seperti yang disebutkan dalam laporan Trend Micro tentang ikhtisar keamanan di kuartal dua bertajuk “Turning the Tables on Cybercrime: Responding to Evolving Cybercrime Tactics,” bahwa ancaman cyber, kejadian pembobolan data, serta celah-celah kerentanan digital beresiko tinggi mendominasi temuan selama tengah tahun pertama 2014. Kejadian-kejadian terkait keamanan di bidang finansial dan perbankan, serta di tingkat peritel juga meningkat. Tercatat hingga Juli 2014, sebanyak lebih dari 10 juta serangan telah dilancarkan dan menyasar ruang-ruang personal pengguna. Hal ini dapat menjadi landasan penting bagi perusahaan untuk segera mengadopsi pendekatan-pendekatan keamanan yang lebih strategis dalam rangka melindungi informasi digital perusahaan dari beragam ancaman.

Dilaporkan pula bahwa hingga pertengahan Juli 2014, telah terjadi lebih dari 400 insiden pembobolan data. Hal ini menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam melakukan identifikasi dan memahami core data perusahaan guna melindungi serta membangun strategi pertahanan keamanan yang solid dan efektif. Perusahaan perlu menentukan terlebih dahulu mana informasi yang diklasifikasikan sebagai core data perusahaan sebelum menentukan strategi dalam melindunginya.

Di Indonesia sendiri, selama kuartal kedua tercatat adanya peningkatan jumlah malware yang menyasar perbankan online sebesar 224% dibandingkan dengan kejadian di kuartal pertama. Hal ini menunjukkan semakin tingginya angka cybercriminal yang menyasar lingkup perbankan online di Indonesia. Selain itu, dilaporkan pula bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara di kawasan Asia Tenggara1 dengan angka aktivitas botnet tertinggi, yakni sebesar 59% dari total koneksi botnet yang terdeteksi di kawasan tersebut.

Di kuartal kedua, Trend Micro juga mencatat adanya ancaman yang menggunakan Bahasa Indonesia, salah satu contohnya adalah munculnya tweet berbahaya yang menumpang kejadian kecelakaan pesawat MH17 untuk mengelabuhi pengguna dan membuat mereka terperangkap sehingga secara tidak sadar mereka diarahkan untuk mengunjungi domain-domain berbahaya yang mengandung malware. Contoh lainnya adalah VOBFUS, yakni worm berbahasa Indonesia yang mampu menggandakan diri dan menginfeksi removable drives lalu melakukan pengunduhan malware berbahaya lainnya, seperti FAKEAV secara otomatis. Kejadian-kejadian tersebut mengindikasikan bahwa Indonesia telah menjadi sasaran empuk bagi para penjahat cyber atau cybercriminal.

Insiden-insiden terkait keamanan di kuartal kedua seperti pembobolan informasi personal, termasuk pencurian data seperti nama, password, alamat email, alamat rumah, nomor telepon, serta tanggal lahir secara tidak langsung berdampak pula pada penjualan dan pendapatan perusahaan karena pelanggan tidak bisa lagi mengakses akun online mereka dan layanan terhadap pelangganpun menjadi terganggu.

“Perusahaan harus menempatkan keamanan informasi perusahaan di posisi yang sangat penting dalam kerangka strategi bisnis jangka panjang, bukan lagi hanya sekadar menjadikannya sebagai isu keamanan yang harus ditanggulangi,” ujar Rik Ferguson, Global VP ofSecurity Research, Trend Micro.

Seperti halnya memiliki strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi perusahaan, perusahaan wajib pula memiliki strategi keamanan yang dirancang dari hasil kajian keamanan yang menyeluruh dan mendalam serta memahami betapa pentingnya penerapan perlindungan dan keamanan bisnis yang kian meningkat dalam rangka meraih keuntungan bisnis jangka panjang. Insiden-insiden keamanan hasil dari observasi Trend Micro hendaknya dapat dijadikan landasan bagi perusahaan untuk segera menerapkan pendekatan keamanan dan kemudian mengimplementasikan strategi perencanaan keamanan yang tangguh untuk merespon segala bentuk insiden yang kini marak terjadi, seperti ancaman terhadap keamanan informasi perusahaan, dengan mengolaborasikan segala upaya perlindungan dan keamanan secara menyeluruh, baik internal maupun eksternal.

Sebagai penutup, Dhanya mengatakan, “Sebagai pemimpin dunia di bidang solusi keamanan dengan kepemimpinan yang panjang selama lebih dari 25 tahun di industri ini, Trend Micro senantiasa menjadi yang terdepan dalam mengidentifikasi tantangan-tantangan baru di bidang keamanan serta dalam mengembangkan beragam solusi keamanan untuk mengatasi berbagai ancaman keamanan. Luasnya solusi keamanan yang dihadirkan Trend Micro menjadi manifestasi dari komitmen kami dalam mendukung para profesional untuk menghadapi tantangan yang selaras dengan paradigma baru strategi keamanan TI menyongsong era IoT.”

1 The Southeast Asian countries included are Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapore, Thailand, and the Philippines

 

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 29, 2026 - 0

Valve Tambahkan Dukungan CD Drive ke Steam Frame dalam Hitungan Menit

Valve tambahkan dukungan CD drive ke kernel Steam Frame setelah…
October 29, 2026 - 0

Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak

Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan…
October 29, 2026 - 0

Epic Games Akan Latih AI Untuk Dukung Unreal Engine

Epic Games akan mengubah EULA Unreal Engine agar game yang…
October 29, 2026 - 0

Nintendo Switch 2 Lite Dikabarkan Pakai Chip Samsung yang Hemat Daya

Nintendo Switch 2 Lite dirumorkan memakai platform Samsung 8LPU+ yang…