[PR] Huawei Indonesia Raih Apresiasi Peduli Pendidikan dari Kemendikbud
![[PR] Huawei Indonesia Raih Apresiasi Peduli Pendidikan dari Kemendikbud 1 Huawei APP 2014 - 2](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2014/10/Huawei-APP-2014-2-500x362.jpg)
Jakarta, INDONESIA – 20 Oktober 2014: Huawei, penyedia solusi Teknologi Informasi dan Komunikasi global terkemuka (TIK), meraih penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2014 untuk kategori Perusahaan/BUMN dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Rabu, 15 Oktober 2014. Malam Penganugerahan berlangsung di Gedung Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Jakarta. Sri Wulaningsih Direktur, Public Affairs and Communications (PACD) Huawei Indonesia, menerima pengharaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh.
Penghargaan tersebut merupakan apresiasi kepada Huawei Indonesia atas komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan tema Anugerah Peduli Pendidikan tahun ini yakni “Pendidikan untuk Peradaban Indonesia Unggul”.
Pendidikan adalah pilar utama dari tanggung jawab dan kontribusi sosial Huawei. Huawei yakin dengan mendukung Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan bakat di bidang TIK dan membantu efektivitas sistem pendidikan yang adil dan berkelanjutan. Di Indonesia, Huawei menyadari pentingnya mendorong kemajuan pendidikan bagi peradaban serta daya saing bangsa khususnya di bidang pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seiring dengan meningkatnya industri TIK.
“Kami sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas kontribusi kami di bidang pendidikan. Hal ini memacu kami untuk lebih giat melakukan berbagai inovasi di bidang pendidikan untuk mendidik generasi muda Indonesia”, kata Sri Wulaningsih, Direktur, Public Affairs and Communications (PACD) Huawei Indonesia.
Kontribusi Huawei Indonesia dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang TIK telah dilakukan secara konsisten melalui berbagai program pendidikan, diantaranya:
- Huawei bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengundang 10 siswa terbaik Indonesia untuk berkunjung ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Huawei di Shanghai serta Shanghai World Expo pada tahun 2012.
- Huawei mendirikan Pusat Pelatihan Huawei di STEI ITB, senilai 1 juta dollar AS pada April 2011.
- Sejak tahun 2009, Huawei terus memberikan beasiswa dan program magang untukmahasiswa dari universitas terkemuka di Indonesia seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh November (ITS) dan Universitas Telkom (Tel-U).
- Pada Maret 2012, Huawei mengundang 5 mahasiswa magang terbaik untuk mengunjungi kantor pusat Huawei di Shenzhen, Tiongkok.
- Pada November 2013, Huawei mengundang 15 mahasiswa magang dari ITB dan Universitas Telkom untuk bergabung dengan Program Pelatihan Kerja untuk Sarjana di Shenzhen dan Beijing sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial Huawei Global bertajuk “Telecom
Seeds for the Future Program”. - Pada Oktober 2013, bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Telekomunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Telkom dan Telkomsel. Huawei telah menandatangani kesepakatan untuk melatih talenta lokal untuk 3 tahun kedepan, disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rakyat Tiongkok, Xi Jinping.
- Untuk tahap pertama di bulan Juni 2013, Huawei telah melatih 100 mahasiswa dari ITB, UGM dan Universitas Telkom dalam program bersertifikat Huawei Certified Datacom Associate (HCDA).
Setiap tahun Huawei bekerjasama dengan berbagai mitra melalui program yang membantumemelihara bakat, meningkatkan sektor pendidikan dan meningkatkan akses komunikasi di Indonesia, dengan memanfaatkan potensi penuh dari teknologi komunikasi.
Penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan tentunya semakin memotivasi Huawei untuk melanjutkan program pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Dengan demikian kedepannya Indonesia mampu bersaing dalam industri teknologi informasi dan komunikasi secara global.















