[PR] Produsen Minyak Kelapa Sawit Terkemuka di Indonesia Memvirtualisasikan Infrastruktur TI, Mewujudkan Efisiensi dan Fleksibilitas yang Lebih Besar

Reading time:
October 30, 2014
vmware-partner-link-bg-w-logo

PT Sampoerna Agro Tbk. Mengoptimalkan Investasi TI dan Menurunkan Total Cost of Ownership (TCO) dengan VMware vSphere

Jakarta, 28 Oktober 2014 – VMware Inc. (NYSE: VMW), pemimpin global dalam virtualisasi dan infrastruktur cloud dan PT Sampoerna Agro Tbk. (Sampoerna Agro), sebuah perusahaan produsen minyak kelapa sawit terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan bahwa Sampoerna Agro telah memvirtualisasikan infrastruktur TI yang telah ada untuk mengoptimalkan investasi TI mereka. Melalui penggunaan VMware vSphere®, Sampoerna Agro telah mengurangi total cost of ownership (TCO) mereka dan menyempurnakan manajemen sumber daya, dimana mereka bisa mengukurnya berdasarkan pertumbuhan perusahaan. Melalui kerjasama dengan VMware, Sampoerna Agro bertujuan untuk memaksimalkan return of investment (ROI) dan meningkatkan efisiensi layanan TI.

ROI yang lebih baik melalui optimalisasi sumber daya

Sebelum mengimplementasikan solusi-solusi VMware, Sampoerna Agro sangat bergantung pada server fisik mereka. Model TI kapital dan padat karyanya tidak dipersiapkan dengan baik untuk meningkatkan kecepetan respon dan rencana-rencana ekspansi perusahaan. Sumber-sumber daya digunakan dengan biaya operasional yang tinggi, yaitu dengan hanya 25 persen server-server mereka yang digunakan, ditambah lagi kebutuhan Sampoerna Agro untuk membangun server-server baru untuk setiap aplikasi baru mereka. Penggunaan VMware vSphere memungkinkan optimalisasi sumber daya, dengan kapasitasnya yang meningkat dari 25 persen menjadi 80 persen. Ini juga memotong jumlah server yang digunakan, dari 13 menjadi tiga. Optimalisasi sumber daya ini memberikan Sampoerna Agro sebuah return on investment (ROI) yang lebih baik, menghemat biaya tambahan hasil dari pengurangan penggunaan daya, tenaga manusia dan kebutuhan-kebutuhan ruang untuk menyimpan server-server fisik.

Sebelum mengadopsi VMware vSphere, Sampoerna Agro dibatasi dalam hal kemampuan mereka untuk bisa bereaksi pada berbagai permintaan TI yang baru. Aplikasi-aplikasi dan berbagai pembaruan baru biasanya membutuhkan waktu tunggu dan instalasi selama 8 minggu. Proses baru dengan VMware ini telah mengurangi waktu tunggu hingga dalam hitungan jam, membuat proses bisnis menjadi lebih lancar, lebih sederhana dan lebih mudah diukur.

“Cloud computing dan transisi dari infrastruktur fisik menuju virtual merupakan transformasi TI yang paling signifikan saat ini. VMware vSphere telah mengubah cara kami melakukan kerja operasional dalam mendukung berbagai kebutuhan bisnis. Hal ini membantu kami untuk menyediakan server-server baru dalam hitungan jam, serta mengurangi biaya pengadaan dan energi. Virtualisasi juga memungkinkan kami mengurangi waktu backup, kegagalan sistem, dan meningkatkan server untuk mendukung kontinuitas bisnis – semua dengan kemudahan dalam penggunaan, serta tingkat fleksibilitas dan kemudahan pengelolaan yang sangat tinggi,” ujar Franky Nathanael, ICT Infrastructure Manager, Sampoerna Agro.

Kemudahan manajemen melalui sistem TI yang lebih sederhana, efisien dan agile

Penggunaan vSphere telah memampukan Sampoerna Agro untuk lebih leluasa bergerak dengan biaya kapital dan operasional yang lebih rendah sebesar 60 persen. Lebih lanjut lagi, biaya beban daya dan peralatan pendingin juga berkurang sebesar 50 persen. Infrastruktur virtual Sampoerna Agro kini hanya  membutuhkan satu tim yang lebih ramping untuk pemeliharaan, menghemat sumber-sumber daya dan tenaga manusia untuk mendukung berbagai kantor baru untuk mengejar rencana-rencana perluasan perusahaan yang agresif.

“Sampoerna Agro adalah satu contoh pelanggan kami yang memahami keutamaan virtualisasi bagi bisnisnya, dan telah mengkaji berbagai solusi di pasaran untuk mendorong efisiensi dan produktivitas bisnis,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager, VMware Indonesia. “VMware merasa terhormat untuk mendukung Sampoerna Agro karena mereka terus berupaya mendorong peralihan bisnis melalui transformasi TI pada perjalanan mereka menuju cloud dan memberikan IT-as-a-service.”

Bersama dengan mitranya, Microreksa, migrasi dari server fisik menuju virtual mereka telah selesai dengan downtime yang minimal, yaitu kurang dari dua bulan. Dengan server dan perangkat penyimpanannya yang telah diaktifkan, Sampoerna Agro kini memiliki sebuah infrastruktur TI yang  sangat handal dan mampu menangani kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang terus tumbuh tersebut. Ketika dibutuhkan, Sampoerna Agro kini dapat membangun sebuah server baru kurang dari empat jam.

“Dengan waktu pengadaan yang telah diperbaiki secara signifikan, kini kami mampu untuk lebih cepat merespon kebutuhan-kebutuhan bisnis kami,” ujar Frans Hidajat, Business Solution Manager, Sampoerna Agro. “Tim kami memberitahu saya bahwa karena virtualisasi-lah yang membuat hal ini terjadi.”

Siap untuk masa depan

Sampoerna Agro sedang mempersiapkan untuk lebih jauh lagi memanfaatkan infrastruktur virtualnya dalam rangka memperbaiki kemampuan pengelolaan armada desktop mereka dan mengubah cara tim TI mereka menyediakan sumber-sumber daya kepada bisnis perusahaan. Divirtualisasi dan diperkuat oleh VMware vSphere, Sampoerna Agro kini memiliki fondasi untuk memperkuat perusahaan manfaatkan keunggulan-keunggulan layanan hybrid cloud lebih dalam lagi.

 

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Dune: Awakening Umumkan Expansion Gratis Blood and Ice

Dune: Awakening siapkan konten ekspansi gratis Blood and Ice untuk…
October 31, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Version 4.7 Bawa Kisah Penutup Planarcadia Arc

Honkai: Star Rail Version 4.7 akhirnya membawa kisah penutup dari…
October 31, 2026 - 0

Visa Gandeng MOONTON Untuk Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia

Visa berkolaborasi dengan MOONTON sebagai Global Payment Partner M Series…
October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…