[PR] Sennheiser Merayakan Ulang Tahunnya: Melakukan Inovasi Selama 70 Tahun

Reading time:
February 4, 2015
Sennheiser Logo - Black

Jakarta, 4 Februari 2015 – Selama beberapa dekade, nama Sennheiser identik dengan produk-produk berkualitas tinggi, melalui berbagai inovasi yang telah menetapkan standar baru di dunia teknologi audio. Tahun ini, spesialis audio ini merayakan ulang tahun yang ke-70. Sennheiser tetap menjadi perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh keluarga, dan saat ini dipimpin oleh generasi ketiga dari keluarga Sennheiser, yaitu Daniel Sennheiser dan Dr. Andreas Sennheiser yang merupakan cucu pendiri perusahaan, Prof. Dr. Fritz Sennheiser.

Daftar inovasi produk Sennheiser sangat luas dan mengesankan. Sennheiser telah menciptakan dampak signifikan terhadap evolusi teknologi audio selama tujuh dekade terakhir, mulai dari earphone terbuka yang pertama di dunia, HD 414, dan tahap teknologi wireless yang dipelopori oleh sistem Digital 9000, hingga inovasi masa kini seperti TeamConnect, yang merupakan solusi audio streaming yang inklusif bagi penderita tuna rungu atau cacat pendengaran. Berbagai hak paten dan penghargaan – termasuk Emmy, Grammy dan Oscar – menjadi saksi bagi perjalanan perusahaan ini. “Di masa lalu, produk kami terus menerus mengejutkan dunia audio. Kenapa? Karena produk kami melampaui standar umum. Akibatnya, tidak ada yang dapat mengantisipasi hal ini,” ungkap Dr Andreas Sennheiser, co-CEO perusahaan yang berdampingan dengan saudaranya, Daniel Sennheiser.

Permulaan

Perusahaan ini didirikan pada tanggal 1 Juni 1945 sebagai Laboratorium Wennebostel – disingkat ‘Labor W’ – oleh seorang insinyur elektro Prof. Dr. Fritz Sennheiser di Wedemark, dekat Hanover, Jerman. Awalnya, perusahaan ini memproduksi tabung volt meter. Penjualannya sangat baik, namun Fritz Sennheiser memiliki ambisi yang lebih tinggi. Didorong dengan keinginannya untuk membuat produk yang lebih bagus lagi sembari memajukan teknologi baru. Pada tahun 1947, Sennheiser meluncurkan mikrofon pertamanya. Diikuti dengan diluncurkannya mikrofon ‘shotgun’ pertama pada tahun 1956, dan setahun kemudian perusahaan ini telah memproduksi 100 jenis produk yang bervariasi. Pada awal tahun 1958, Labor W berganti nama menjadi Sennheiser electronic – lahirnya sebuah brand yang sepuluh tahun kemudian memicu ledakan di seluruh dunia dengan mengembangkan dan memproduksi earphone terbuka pertama.

Generasi Sennheiser ke-dua dan ke-tiga

Pada bulan Mei 1982, Sennheiser melihat pergantian pertama dari generasinya. Prof. Dr. Jörg Sennheiser, anak dari Prof Dr Fritz Sennheiser, ditunjuk sebagai Managing Director, sementara ayahnya menjadi limited partner. Selama bertahun-tahun, secara bertahap Prof. Dr. Jörg Sennheiser memodernisasi dan menginternasionalisasi struktur perusahaannya, mengubah Sennheiser menjadi GmbH & Co KG. Pengembangan mutakhir di berbagai bidang akustik, serta pembukaan lokasi penjualan dan servis baru di seluruh dunia. Sennheiser membuka pabrik produksi tambahan di Tullamore, Irlandia, dan kantor cabang untuk penelitian dan pengembangan di Burbank, California, Amerika Serikat. Diikuti dengan penambahan pabrik di Albuquerque, New Mexico, Amerika Serikat, dan dimulainya usaha patungan dengan Denmark’s William Demant Holding, yang merupakan awal berdirinya Sennheiser Communications A/S di tahun 2003.

Pada bulan Juli 2013, Daniel Sennheiser dan Dr Andreas Sennheiser, anak-anak dari Prof. Dr. Jörg Sennheiser, mengambil alih jabatan CEO Sennheiser electronic GmbH & Co KG. Keduanya meneruskan ambisi kewirausahaan kakek dan ayah mereka yang bertujuan untuk menciptakan seluruh sektor audio melalui inovasi yang dinamis dan semangat tanpa kompromi untuk menciptakan keunggulan. Berkat semangat ini, Labor W, sebuah permulaan bisnis yang berbasis di Wedemark, telah berkembang menjadi pemain global, mempertahankan kenaikan omset secara terus menerus selama puluhan tahun. Kini, Sennheiser memiliki lebih dari 2.700 karyawan, dan sekitar setengah dari mereka berbasis di Jerman. Pada tahun 2013, perusahaan keluarga, dengan Management Board-nya yang menganggap kemandirian sebagai nilai inti, menghasilkan omset sekitar 590.4 juta euro.

Pendekatan cerdas untuk masa depan

Sebagai perusahaan yang didorong oleh inovasi, Sennheiser terus memainkan peran penting dalam membentuk masa depan audio, melalui pendirian Innovation Campus di lokasi perusahaan di Wedemark, Jerman, dan dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada bulan Maret 2015. “Di sini, seperti di pusat-pusat inovasi kami lainnya di seluruh dunia, kami akan bekerja dalam tim lintas fungsional yang menyatukan keahlian kami untuk menciptakan solusi yang unik, salah satunya mengindividualisasi konten audio lebih banyak lagi,“ ucap Daniel Sennheiser. “Di masa yang akan datang, kami akan menyelaraskan pengembangan produk kami dengan kebutuhan pelanggan, di mana pun mereka berada – di panggung live, di studio produksi profesional, di kantor, atau hanya mendengarkan musik sambil bersantai – sambil berusaha mencapai kesempurnaan akustik.” Dengan produk yang mampu beradaptasi dan semakin cerdas, Sennheiser terus mengembangkan dan memberikan solusi masa depan yang mendefinisikan teknologi audio.

Sepanjang tahun 2015, majalah online “Bluestage” akan menyajikan cerita latar belakang yang menarik tentang produk-produk Sennheiser dan sejarah perusahaan setiap bulan. Informasi lebih lanjut tersedia di: http://en-de.sennheiser.com/bluestagemagazine

 

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 12, 2026 - 0

Sega Resmi Batalkan Proyek Ambisius “Super Game”

Sega resmi membatalkan proyek ambisius Super Game yang telah berjalan…
May 12, 2026 - 0

Arena Breakout: Infinite Siapkan Mode PVE Permanen Mulai Juli 2026

Arena Breakout: Infinite akhirnya putuskan untuk hadirkan mode PVE permanen…
May 12, 2026 - 0

Pocketpair Daftarkan Merek Dagang Baru Bernama Palworld Online

Pocketpair mendaftarkan merek dagang baru bernama Palworld Online, sehingga memicu…
May 12, 2026 - 0

Star Wars: Fate of the Old Republic Dibiayai Oleh Mantan Eksekutif NetEase

Fakta baru mengenai pihak yang mendanai Star Wars: Fate of…