[PR] XL Axiata Menjadi Penyedia Layanan Pertama di Asia Pasifik dan Jepang
![[PR] XL Axiata Menjadi Penyedia Layanan Pertama di Asia Pasifik dan Jepang 1 839-1020-template-whatshot-new-logo](https://www.jagatreview.com/wp-content/uploads/2015/03/839-1020-template-whatshot-new-logo.jpg)
Mobile World Congress di Barcelona, Spain and Jakarta, Indonesia – 3 Maret 2015 – XL Axiata, sebagai salah satu operator selular di Indonesia untuk layanan konsumen dan M2M (machine-to-machine) di Indonesia, memilih Cisco® virtualized Packet Core (vPC) untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan elastisitas jaringan and kecepatan pelayanan yang diperlukan untuk menunjang pertumbuhan permintaan pasar masa kini yang semakin cepat dan sulit diprediksi. Dengan menerapkan Cisco Virtualized Packet Core, XL Axiata menjadi yang pertama kali menerapkan teknologi tersebut di Asia Pasifik dan Jepang.
Laporan Cisco Mobile Visual Networking Index (2014–2019) yang belum lama ini dirilis, memperkirakan bahwa lalu lintas data di Indonesia akan terus tumbuh 10 kali lipat dari 2014, hingga mencapai 609,5 petabyte per bulan pada tahun 2019. Ditambah dengan peningkatan lalu lintas data tahunan sebesar 136 persen yang dialami XL Axiata, XL Axiata membutuhkan mobile core yang fleksibel dan kemampuan untuk dapat mendukung basis pelanggan M2M selular mereka yang bertumbuh pesat.
Setelah melakukan uji coba dengan seksama, XL Axiata mengimplementasikan Cisco vPC pada jaringan langsung mereka dan solusi tersebut dipastikan akan menjamin reliabilitas, skalabilitas, dan kualitas untuk pelanggan mereka. Cisco vPC, yang dilengkapi dengan Cisco Evolved Services Platform (ESP), memungkinkan XL Axiata untuk menghadirkan layanan baru dalam hitungan menit dan menyesuaikan skala operasional dengan mudah.
Cisco vPC merupakan platform perangkat keras dan solusi hypervisor-independent yang menggabungkan Network Functions Virtualization (NFV) dan Software-Defined Networking (SDN), memungkinkan penyedia layanan, seperti XL Axiata, untuk mengerahkan layanan baru dan mengurangi biaya operasional mereka, selagi tetap menjaga investasi Cisco ASR 5000 Series mereka yang sudah ada dan terus dimanfaatkan dan ditingkatkan untuk layanan konsumen dan enterprise.
Dengan lebih dari 60 juta pelanggan, XL Axiata adalah salah satu penyedia layanan selular terdepan di Indonesia, yang menawarkan beragam tipe produk dan layanan komunikasi seperti, suara, SMS, data, dan layanan telekomunikasi bernilai tambah lainnya dengan jaringan luas di seluruh wilayah Indonesia.
XL Axiata melakukan uji coba terhadap server Cisco Unified Computing System (UCS) sebagai platform komputasi untuk mengerahkan Cisco vPC dan Gateway GPRS Support Node (GGSN). Cisco vPC adalah evolusi packet core yang paling lengkap dan telah tervirtualisasi sepenuhnya, yang fleksibel dan dapat disesuaikan untuk mendukung jajaran penuh jaringan mobile, termasuk untuk pasar yang baru seperti M2M, mobile virtual network operator (MVNO), dan Premium Mobile Broadband Networks. Cisco vPC menggabungkan semua layanan packet core—baik untuk 4G, 3G, 2G, Wi-Fi, maupun jaringan small cell— dalam satu solusi. vPC menyediakan fungsi jaringan-jaringan tersebut sebagai layanan yang tervirtualisasi, memungkinkan penyedia layanan untuk memperluas kapasitas dan memperkenalkan layanan baru lebih cepat dan dengan biaya yang lebih efisien.
XL Axiata melaporkan pertumbuhan lalu lintas data tahunan sebesar 136 persen dengan jumlah pelanggan mencapai 31,2 juta pengguna atau sekitar 53 persen dari keseluruhan basis pelanggan mereka. XL Axiata mengamati adanya pertumbuhan yang kuat dari layanan data smartphone pengguna mereka dengan 25 persen penetrasi smartphone dari total basis pelanggan mereka, mencapai 14,6 juta pengguna pada bulan September 2014. Cisco vPC juga melengkapi XL Axiata dengan perangkat lunak StarOS yang sama yang juga digunakan pada jaringan mereka sekarang, dengan tambahan kemampuan ‘scalable capacity’ yang dimungkinkan oleh virtualisasi, yang diperlukan untuk mendukung kebutuhan pelanggan mereka yang semakin tinggi akan layanan suara, video, data dan M2M.













