Direct Release: Penyerang Mengubah Taktik Mereka untuk Menipu Perusahaan dan Memeras Konsumen secara Digital

Reading time:
April 14, 2015
Symantec_logo_horizontal_2010

Laporan Symantec mengungkapkan serangan terarah melanda usaha kecil-dan menengah (UKM) di Indonesia

JAKARTA, Indonesia – 14 April 2015 – Di dunia yang sangat terkoneksi saat ini, pertanyaannya tidak lagi apakah Anda akan diserang – tapi kapan. Symantec (Nasdaq: SYMC) Internet Security Threat Report, Volume 20, meunjukkan pergeseran taktis oleh penyerang cyber: Mereka menyusup ke jaringan dan menghindari deteksi dengan membajak infrastruktur perusahaan besar dan menggunakannya untuk melawan mereka.

“Kami melihat perubahan dramatis dalam modus serangan. Penyerang telah meningkatkan permainan mereka dengan mengelabui perusahaan-perusahaan agar menginfeksi diri sendiri melalui pembaruan software yang terifeksi Trojan dan mendapatkan akses penuh ke jaringan perusahaan bahkan tanpa harus memaksa masuk,” kata Subhendu Sahu, Senior Director, ASEAN Channels, Symantec.

Dia menambahkan, “Hampir tidak ada perusahaan, baik besar maupun kecil, yang kebal terhadap serangan terarah. Di Indonesia, 60 persen UKM dengan karyawan kurang dari 250 orang menjadi sasaran serangan phishing pada tahun 2014. Mengingat canggihnya serangan ini, keamanan TI yang baik sangat penting dan praktik keamanan cyber yang luas harus menjadi norma.”

Penyerang Sukses Dengan Kecepatan dan Presisi

Pada tahun di mana kerentanan zero-day mencapai rekor, penelitian Symantec mengungkapkan bahwa perusahaan software membutuhkan rata-rata 59 hari untuk membuat dan melakukan tambalan keamanan (patch) – naik dari hanya empat hari pada tahun 2013. Penyerang mengambil keuntungan dari keterlambatan tersebut dan, dalam kasus Heartbleed, merangsek untuk mengeksploitasi kerentanan dalam waktu empat jam. Secara total 24 kerentanan zero-day ditemukan pada tahun 2014, sehingga menciptakan lapangan terbuka bagi para penyerang untuk mengeksploitasi celah keamanan yang diketahui sebelum mereka ditambal.

Selain itu, Symantec mengamati bahwa penyerang:

  • Menggunakan akun email yang dicuri dari satu korban di perusahaan untuk melancarkan spear-phish ke korban lain yang posisinya lebih tinggi;
  • Mengambil keuntungan dari alat dan prosedur manajemen perusahaan untuk memindahkan IP (intellectual property/hak kekayaan intelektual) yang dicuri di dalam jaringan perusahaan sebelum menyelundupkan IP yang dicuri ke luar perusahaan;
  • Membangun software serangan khusus dalam jaringan korban mereka untuk lebih menyamarkan kegiatan mereka.

Pemerasan Digital Meningkat

Email tetap menjadi vektor serangan signifikan bagi penjahat cyber, namun mereka terus bereksperimen dengan metode-metode serangan baru di perangkat mobile dan jaringan sosial untuk menjangkau lebih banyak orang, dengan lebih sedikit upaya.

“Alih-alih melakukan pekerjaan kotor sendiri, penjahat cyber mengambil keuntungan dari pengguna yang tidak sadar, untuk memperluas penipuan mereka,” tambah Sahu. “Saat ini Indonesia berada di posisi 13 tertinggi di kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) untuk penipuan melalui media sosial. Yang menarik, sebagian besar penipuan tersebut, hampir 87 persen, disebar secara manual di mana penyerang memanfaatkan kepercayaan yang dimiliki oleh korban terhadap konten yang dibagi oleh teman-teman mereka.”

Meskipun penipuan media social dapat memberikan keuntungan cepat bagi penjahat cyber, beberapa penyerang mengandalkan metode serangan yang lebih menguntungkan dan agresif seperti ransomware, yang meningkat 113 persen tahun lalu. Secara khusus korban serangan kripto-ransomware meningkat 45 kali lipat dibandingkan pada tahun 2013. Alih-alih berpura-pura menjadi penegak hukum yang mengumpulkan denda dari konten yang dicuri, seperti yang kita lihat pada ransomware tradisional, gaya serangan kripto-ransomware yang lebih ganas menyandera file, foto dan konten digital lainnya tanpa menutupi niat penyerang. Di Indonesia, diperkirakan terdapa 4.000 serangan ransomware sepanjang tahun 2014, urutan ke-10 tertinggi di kawasan APJ.

Amankan, Jangan Sampai Hilang!

Karena penyerang tetap konsisten dan berkembang, terdapa banyak langkah yang bisa diambil perusahaan dan konsumen untuk melindungi mereka. Sebagai permulaan, Symantec merekomendasikan praktik-praktik terbaik sebagai berikut:

Untuk Perusahaan:

  • Jangan kalah tanpa persiapan: Gunakan solusi intelijen ancaman canggih untuk membantu menemukan indikator penyusupan dan merespon lebih cepat saat insiden tesebut terjadi.
  • Gunakan sistem keamanan yang kuat: Implementasikan keamanan perangkat multi-lapis, keamanan jaringan, enkripsi, otentikasi kuat dan teknologi berbasis reputasi. Bermitralah dengan penyedia layanan keamanan untuk memperluas tim TI anda.
  • Bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk: Manajemen insiden memastikan kerangka keamanan Anda dioptimalkan, terukur dan bisa diulang, dan pelajaran diperoleh memperbaiki kekuatan keamanan Anda. Pertimbangkan untuk menambahkan kesepakatan tetap dengan pakar pihak ketiga untuk membantu mengelola krisis.
  • Memberikan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan: Buat pedoman dan kebijakan perusahaan, dan prosedur untuk melindungi data penting pada perangkat pribadi dan perusahaan. Secara teratur evaluasi tim investigasi internal dan jalankan atihan praktis – untuk memastikan Anda memiliki keterampilan yang diperlukan untuk secara efektif memerangi ancaman cyber.

Untuk Konsumen:

  • Gunakan password yang kuat: Hal ini harus ditekankan terus-menerus. Gunakan password yang kuat dan unik untuk akun dan perangkat Anda, dan lakukan pembaharuan secara teratur – idealnya setiap tiga bulan. Jangan pernah menggunakan password yang sama untuk beberapa akun.
  • Berhati-hatilah di media sosial: Jangan mengklik tautan dalam email atau di pesan media sosial yang tidak diharapkan, terutama dari sumber yang tidak diketahui. Scammers tahu orang-orang cenderung mengklik tautan yang dikirimkan teman-teman mereka, sehingga mereka bisa menyusup ke akun untuk mengirim tautan berbahaya ke kontak pemilik akun tersebut.

Ketahuilah apa yang Anda bagi: Ketika menginstall perangkat yang terhubungkan dengan jaringan, seperti router rumah atau termostat, atau mengunduh aplikasi baru, tinjau permintaan izin untuk melihat data yang Anda berikan. Nonaktifkan akses remote bila tidak diperlukan.

 

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Visa Gandeng MOONTON Untuk Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia

Visa berkolaborasi dengan MOONTON sebagai Global Payment Partner M Series…
October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…
October 31, 2026 - 0

Nintendo Indie World Showcase Pamerkan 23 Game Indie

Nintendo Indie World Showcase untuk Oktober 2026 menampilkan 23 game…
October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…