Direct Release: Big Data Analytics Mainkan Peranan Penting di Pasar Global Ritel

Jakarta, 12 November 2015,Forum Inovasi Retail Teradata – Erwin Z. Achir, President DirectorTeradata Indonesia menyampaikanbahwa “Pasar retail dapat mendorong nilai bisnis dalam rantai suplai, analisis harga,dan pada saat yang bersamaan dapat menciptakan loyalitas pelanggan.”Erwin menyarankan perusahaan-perusahaan untuk mengadopsi program pemasaran berbasis pelanggan dan loyalitas agardapat tetap kompetitif. Menurut Erwin, hal ini berlaku terutama untuk ritel yang berkembang dari offline ke online dan sebaliknya. Bagi mereka, memiliki pandangan bisnis 360 derajat akan membantu eksekutif untuk memahami bidang yang sedang berkembang dan mengoptimalkan biaya dalam bisnis sehari-hari.
Teradata (NYSE: TDC), adalah perusahaan yang mengembangkanbig data analytics, dengan kantor perwakilan yang tersebar di seluruh dunia. Di Indonesia Teradata telah berpartner dengan dengan nama-nama besar dari dunia perbankan, telekomunikasi dan lembaga pemerintahan.
Sesuai dengan catatan Teradata,Global Retail Development Index (GRDI) tahun 2015 menurut laporan A.T. Kearny, bahwa Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar telah mencapai peringkat GRDI tertinggi. Total penjualan dalam pasar ritel di Indonesia tumbuh sebesar 14,5 persenterutama pada bisnis rItel kelas menengah. Menurut pasar ritel GRDI di Indonesia, saat ini sudah mencapai nilai US $ 326 Miliar.
Terdata juga mencatat pendapat dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), bahwa pasar ritel harus secara efektif memanfaatkan kekuatan Big Data Analytics jika mereka ingin meningkatkan penjualan dan keuntungan.
Kehadiran berbagai macam saluran untuk pemenuhan kebutuhan konsumen membuat pasar ritel harus bertindak dan mengoptimalkan operasi pemasaran untuk mendorong bisnis mereka. Sebagai contoh, penggunaan data yang dapat membantu bisnis ritel seperti yang terjadi pada salah satu merekconvenience store yang mendapatkan data bahwa pembelian produk popok bayi dan minuman kaleng sering terjadi secara bersamaan dan lebih sering dibeli oleh laki-laki. Melalui data ini convenience store tersebut dapat memindahkan lorong belanja popok bayi dekat dengan lorong belanja minuman kaleng sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan keduanya. Selain itu,convenience store ini dapat melakukan promosi yang lebih tepat dari hasil yang didapatkan dari keluaran analisis data tersebut.

Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO), Roy Mandey, berkomentar bahwa pengusaha ritel dapatmengumpulkan sejumlah besar data dari sistem operasional mereka danmenemukan nilai manfaatdari data yang tersimpan. Ia percaya bahwa analisis data yang besar akan membantu pengusaha ritel untuk mendapatkan wawasan yang benar di beberapa channel,seperti sosial media, data unggahan, video pada kanal youtube, dan data email untuk dapat memperluas bisnis mereka.
Kehadiran Teradata secara global untuk pasar ritel terus tumbuh. Tujuh dari sepuluh ritel global, dan 14 dari 20 ritel di Amerika Serikat menggunakan Teradata untuk memperkuat strategi bisnis berbasis data, termasuk hard-line, grosir, spesialis, dan ritel fashion. Mereka menyampaikan bahwa Teradata sangat membantu mereka untuk mendapatkan pelanggan dan wawasan bisnis, mendukung kinerja, dan pertumbuhan yang pesat di seluruh toko, mobile, dan saluran e-commerce. Pelanggan Teradata adalah toko-toko yang memiliki jaringan luas di seluruh dunia dansektor ritel online, seperti Walmart, 7-Eleven, eBay, Rakuten (Jepang), American Eagle Outfitters, Hallmark, dan ratusan lainnya.
“Informasi tentang dunia disekitar kita akan selalu berubah secara konstan. Memahami, mengadaptasi dan identifikasi kesempatan di dunia yang cepat berubah ini, sehingga memerlukan daya analitik yang besar. Saat inilah waktu yang tepat bagi Teradata,” tambah Erwin.
Sejalan dengan perkembangan Big Data Analytics untuk dunia ritel, keberadaan para ahli, atau dalam ranah ini disebut sebagai Data Scientist, untuk melakukan analisis terhadap data-data yang ada juga harus dikembangkan. Sebagai inisiatif Teradata terhadap pengembangan talenta Data Scientist di Indonesia dan bagian dari edukasi terhadap pasar Indonesia, Teradata menginisiasi sebuah komunitas yang bernama Data Science Indonesia. Data Science Indonesia pada awalnya didirikan oleh beberapa karyawan Teradata Indonesia sekitar lima bulan yang lalu, namun karena sifatnya terbuka untuk semua kalangan yang tertarik mempelajari big data dan data science, saat ini telah bergabung lebih dari 100 profesional dari berbagai perusahaan dan institusi di luar Teradata.
Secara rutin komunitas ini mengadakan edukasi melalui pertemuan offline dan online, sosialisasi mengenai pemanfaatan big data, dan juga mengerjakan proyek data science untuk kepentingan publik.Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Data Science Indonesia, silakan mengunjungi situs Data Science Indonesia, datascience.or.id.
















