Direct Release: Jejaring Sosial Populer Jadi Target Spammer Untuk Dapatkan Nomer Telepon Pengguna

Reading time:
January 12, 2016
facebook (3)

11 Januari 2016

Apa yang Anda pikirkan ketika Anda lagi-lagi menerima spam atau pesan phishing pada ponsel Anda? Kemungkinan besar adalah: “Siapa sih orang-orang ini, dan bagaimana bisa mereka mendapatkan nomor telepon saya?” Pada awalnya, kecurigaan Anda biasanya jatuh pada orang-orang dari perusahaan lain yang Anda berikan nomor telepon pribadi Anda ke mereka. Namun, tidak jarang juga bagi spammer dan penjahat siber menggunakandatabase yang mereka dapatkan dari jejaring sosial dengan menggunakan software khusus, daripada menggunakan database pelanggan ponsel yang “bocor”.

Para pakar keamanan informasi, termasuk Kaspersky Lab, selama bertahun-tahun mengingatkan bahwa penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi apapun tentang diri Anda yang Anda publikasikan pada jejaring sosial. Namun, sejumlah besar pengguna tetap tidak menghiraukan dan terus saja berbagi berita dan sejumlah besar informasi pribadi dengan teman-teman virtual mereka dan juga para pengguna lainnya. Hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menyenangkan dan bahkan tak terduga. Untuk menunjukkan bahwa hal ini bukan hanya keresahan semata-mata, Ruslan Stoyanov selaku Head of Investigation Unit, Kaspersky Lab memberikan salah satu contoh kegiatan terbaru dari tim investigasi kejahatan siber di Kaspersky Lab.

 

Aksi kejahatan siber run-of-the-mill

Musim gugur yang lalu, tim investigasi kejahatan siber Kaspersky Lab membantu lembaga penegak hukum untuk menghentikan kegiatan geng kecil penjahat siber Rusia yang mengkhususkan diri dalam penyebaran malware Android dan mencuri uang dari rekening perbankan online. Rencana jahat kelompok itu cukup sederhana: mereka menggunakan database nomor ponsel yang mereka miliki untuk mengirimkan pesan singkat (SMS) yang berisi link ke Trojan perbankan. Jika infeksi berhasil, perangkat mobile akan menjadi bagian dari botnet, dan Trojan mulai mencari informasi tentang layanan perbankan apapun yang digunakan oleh korban, mengumpulkan data yang diperlukan untuk mengaksesnya. Kriminal di dunia maya kemudian tugas mereka selanjutnya relatif sederhana yaitu mentransfer uang korban ke rekening mereka sendiri.

Namun, ada hal yang sangat menarik untuk diperhatikan disini yaitu tidak satupun anggota di geng penjahat cyber ini yang merupakan seorang programmer profesional. Ketika orang berbicara tentang hacker dan pencurian uang, maka gambaran yang muncul dalam pikiran kita adalah beberapa programmer korup yang menuliskan kode berbahaya dan kemudian menggunakannya untuk menginfeksi perangkat pengguna tanpa mereka disadari. Sayangnya, kali ini kami tidak berbicara tentang para profesional dengan pendidikan dan pengalaman yang relevan. Sebaliknya, kita perkirakan anggota geng kriminal siber ini hanya menghabiskan waktu yang cukup lama di forum hacking umum untuk mengumpulkan informasi dan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan kejahatan dunia maya.

 

Negara-negara di luar Rusia

Salah satu alat yang mereka gunakan yang dikhususkan untuk kepentingan tertentu adalah program parser yang mengumpulkan nomor ponsel dari profil publik di jejaring sosial populer di Rusia, VKontakte. Dengan bantuan alat ini, para penjahat dunia maya ini membuat database nomor ponsel yang kemudian mereka gunakan untuk mengirimkan pesan berbahaya. Sejauh yang kami ketahui, jejaring sosial adalah satu-satunya sumber informasi dari mana penjahat cyber ini mendapatkan data-data mereka.

Forum kejahatan siber Rusia (terutama forum terbuka yang sering dikunjungi oleh penipu amatir) memiliki banyak iklan yang menawarkan perangkat lunak jenis ini untuk dijual atau disewakan. Peralatan ini mampu mengumpulkan dan menyusun semua informasi berharga tentang pengguna, termasuk nama pertama dan terakhir mereka, semua data kontak yang diposting dan pengaturan profil – jadi bukan hanya nomor ponsel. Namun, ada juga penawaran di hacking forum ini untuk alat serupa yang dirancang mengumpulkan data dari jejaring sosial lainnya, termasuk Facebook danInstagram.

Ketersediaan informasi ini menawarkan penjahat siber banyak kesempatan untuk melakukan penipuan. Aksi kejahatan yang paling jelas adalah data yang dikumpulkan tersebut dapat digunakan untuk mengirimkan spam (termasuk iklan dan spam berbahaya), mencuri uang melalui layanan SMS premium, dan menciptakan kartu SIM palsu. Namun, dalam hal ini bukanlah jumlah uang yang dicuri yang menjadi permasalahan utamanya, melainkan jumlah kelompok penjahat siber non-profesional sejenis yang melakukan aktivitas serupa. Dilihat oleh banyaknya jumlah keluhan pengguna yang diposting pada forum dukungan perbankan online, maka tampak jelas bahwa ada puluhan kelompok penjahat siber yang sedang beroperasi.

Fakta bahwa kegiatan penipuan ini sebagian besar mengambil tempat di Rusia dan negara-negara tetangga bukan berarti tidak ada yang perlu ditakutkan oleh orang-orang yang tinggal di negara-negara lainnya. Sangat mungkin bahwa skema serupa yaitu memanfaatkan data yang dikumpulkan dari sumber-sumber publik sudah muncul di luar negara-negara bekas Uni Soviet, atau ada kemungkinan muncul dalam waktu dekat. Negara-negara paling berisiko termasuk negara dimana yang lazim menggunakan telepon pra-bayar serta berbagai layanan SMS populer, termasuk yang memungkinkan kartu bank beroperasi melalui SMS.

 

Apa yang harus dilakukan?

Singkatnya, kami ingin sekali lagi mendesak pengguna untuk mempublikasikan sedikit informasi tentang diri mereka sendiri di jejaring sosial. Khususnya, tidak mempublikasikan nomor ponsel Anda, atau menghapusnya jika Anda sudah posting. Hal ini tentu saja tidak akan sepenuhnya menghilangkan aksi penahat siber yang mencuri informasi pribadi pengguna dari jejaring sosial, tapi setidaknya hal itu mencegah cara termudah bagi penjahat siber untuk mencuri uang Anda.

Jika Anda atau keluarga dan teman-teman Anda menggunakan layanan mobile banking, Anda juga harus menerapkan langkah-langkah keamanan dasar berikut ini:

  • Blok instalasi aplikasi dari pihak ketiga pada perangkat Android yang Anda gunakan untuk melakukan mobile banking;
  • Menetapkan batas penarikan untuk rekening bank Anda;
  • Membatasi atau menonaktifkan pengiriman pesan teks ke nomor premium-rate;
  • Menggunakan solusi keamanan yang handal yang mampu melindungi perangkat Anda dari infeksi.

Jika Anda telah menjadi korban serangan dan uang Anda dicuri, hubungilah lembaga penegakan hukum. Hal ini penting untuk Anda lakukan, karena kita melihat sebuah tren berbahaya sedang berkembang: ketersediaan luas berbagai alat, termasuk yang berbahaya, dan perasaan anonimitas kejahatan siber telah menciptakan rasa aman palsu bagi para penjahat siber, dan diperparah lagi oleh sikap pasif para korban. Hal ini mendorong peningkatan jumlah orang untuk mulai bertindak sebagai penjahat siber dengan harapan mendapatkan keuntungan yang mudah. Semakin banyak penjahat siber ditangkap karena kegiatan illegal ini, maka semakin jelas pula bahwa kejahatan siber  bukanlah lahan yang menguntungkan dan bagi mereka yang berniat untuk melakukan aksi serupa akan mengurungkan niat untuk mulai melakukan kejahatan di dunia maya. Hal ini akan sangat membantu menjadikan dunia maya sebagai tempat yang lebih aman.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 31, 2026 - 0

Dune: Awakening Umumkan Expansion Gratis Blood and Ice

Dune: Awakening siapkan konten ekspansi gratis Blood and Ice untuk…
October 31, 2026 - 0

Honkai: Star Rail Version 4.7 Bawa Kisah Penutup Planarcadia Arc

Honkai: Star Rail Version 4.7 akhirnya membawa kisah penutup dari…
October 31, 2026 - 0

Visa Gandeng MOONTON Untuk Perkuat Ekosistem Gaming Indonesia

Visa berkolaborasi dengan MOONTON sebagai Global Payment Partner M Series…
October 31, 2026 - 0

GameSir G7 Pro Controller Bawa Nuansa Vice City Dari GTA 6

GameSir luncurkan G7 Pro Sunset Boulevard dan Ocean Breeze, hadirkan…