Rayakan 1 Dekade, Twitter Gelar Party #KarenaTwitter

Tanggal 21 Maret 2016 kemarin adalah hari perayaan ulang tahun kesepuluh Twitter. Selama satu dekade tersebut, Twitter telah menjadi salah satu platform sosial media yang paling berpengaruh di dunia. Berbagai pergerakan secara global banyak yang bermula dari sebuah hashtag Twitter. Menyambut ulang tahun 1 dekade-nya tersebut, Twitter mengadakan perayaan termasuk juga di Indonesia. Perayaan 1 dekade Twitter ini digelar di Conservatory, Jakarta.
“Satu dekade sudah Twitter menjadi bagian dari keseharian masyarakat, untuk saling berbagi keseruan, momen, serta informasi yang menghubungkan semua pengguna kami di negara ini. Terima kasih atas kepercayan dan dukungan yang sudah diberikan. Kepercayaan para pengguna menjadi penyemangat Twitter untuk selalu memberikan terbaik bagi masyarakat Indonesia, kemarin, hari ini , hingga 10 tahun yang akan datang,” ujar Roy Simangunsong, Country Bussines Head Twitter Indonesia.
Dalam perayaan ulang tahun tersebut, Twitter juga mengajak para penggunanya untuk menuliskan tweet moment-moment terbaik pengguna dengan hashtag #karenatwitter. Perayaan ulang tahun Twitter ini juga menggelar talkshow dengan tamu insipratif, diantaranya Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dan Lukman Saifuddin (Menteri Agama RI), yang juga merupakan pengguna Twitter.
“Karena twitter saya telah berhubungan dengan masyarakat lebih luas. Saya jadi tahu bahwa banyak orang yang berwawasan luas diluar sana, membuat saya juga menerima informasi lebih banyak lagi,” ujar Lukman Saifuddin. “Twitter juga sebagai media hiburan, meskipun kadang ada yang suka baper. Tapi saya menghimbau agar semua bisa menjadi pengguna yang santun dan bertanggung jawab,” lanjutnya.
Sementara Ganjar Pranowo menanggapi tentang banyaknya komentar atau kritikan pedas yang seringkali ditujukan oleh orang-orang kepadanya. Ketika ditanya apakah beliau pernah memblokir akun beliau menjawab “Santai aja, ngapai terlalu serius ini kan hanya dunia maya,” ujar Ganjar Pranowo. “Apalagi pakai akun anonim, cuekin saja”. Tapi senada dengan Lukman Saifuddin, santun dan cerdas dalam berkomunikasi di dunia maya harus di perhatikan.















