Wacana Pemblokiran Blackberry Menuai Kontroversi

Reading time:
January 9, 2011

tifatul sembiringJika kita terkoneksi di situs jejaring sosial belakangan ini, kita pasti menyadari bahwa ada begitu banyak pernyataan yang ditujukan sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah yang cukup kontroversial, yakni memblokir layanan Blackberry. Sebagian besar protes tersebut bahkan ditujukan sebagai serangan pribadi terhadap Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika RI itu sendiri. Apa yang sebenarnya mendasari wacana ini?

Dimulai dari desakan Kementrian Komunikasi dan Informatika yang mewakili pemerintah Indonesia terhadap Research In Motion, pemilik dan pengembang smartphones Blackberry yang memang sedang tren di masyarakat sekarang ini. Pemerintah mendesak RIM untuk melakukan penutupan akses terhadap situs-situs pornografi yang masih dapat diakses melalui koneksi internasionalnya. Untuk membuktikan keseriusannya, ancaman penutupan semua layanan Blackberry dalam dua minggu ke depan diajukan sebagai senjata utama untuk menekan RIM. Namun ternyata langkah ini justru menuai kecaman dari masyarakat Indonesia sendiri, khususnya komunitas dunia maya.

Melalui situs seperti Twitter dan Facebook, penolakan terhadap hal ini mengemuka. Sebagian besar beralasan bahwa wacana ini tampak seperti sebuah guyonan, dimana Pemerintah sepertinya hanya berfokus pada hal-hal negatif yang dapat timbul dari penggunaan teknologi itu sendiri dan melupakan esensi manfaat yang sebenarnya. Kita memang harus mengakui bahwa pornografi memang mudah diakses melalui Blackberry, namun kita juga harus menyadari bahwa angka tersebut dapat terbilang kecil dibandingkan yang menggunakannya untuk kegiatan produktif, seperti misalnya membalas dan membaca e-mail kantor secara real-time atau mencari informasi terkini melalui layanan BIS nya. Saya sendiri juga yakin bahwa lebih banyak manusia Indonesia yang menggunakan Blackberry untuk fungsi social network dibandingkan pornografi.

bb banned

Membahas masalah pornografi di dunia maya seperti membicarakan sebuah cerita yang tidak ada akhirnya. Berusaha mencegah akses pornografi di dunia maya memang tindakan mulia, namun memberatkannya kepada RIM? Akan membuat banyak orang tidak senang. Blackberry bukan satu-satunya handset di dunia yang dapat mengakses internet, masih ada ribuan handset lainnya yang memiliki fitur yang sama. Apakah pemerintah lantas akan memblokir semuanya? Bukankah itu membuat kita menjadi beberapa langkah mundur dari negara-negara maju? Jika pemerintah beralasan akan bekerja sama dengan operator lokal untuk menutup akses tersebut, bagaimana jika tiba-tiba seseorang mengirimkan konten tersebut melalui Facebook atau Twitter?

Teknologi itu tak ubahnya sebuah pisau dapur yang tajam luar biasa. Di tangan Chef, pisau itu akan menghasilkan jajaran makanan lezat yang sempurna. Di tangan seorang pembunuh, pisau itu akan mengakhiri begitu banyak nyawa manusia. Apakah kita kemudian menyalahkan sang pisau? Pertanyaan seperti ini yang harus dipikirkan kembali. Salut dan apresiasi tinggi bagi keinginan Menkominfo untuk menghasilkan pengalaman berinternet yang lebih sehat, namun semoga ada cara yang lebih baik daripada sekedar menutup layanan Blackberry secara keseluruhan jika RIM menolak.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Jangan ragu untuk meninggalkan komentar dan berdiskusi.

kids with blackberry

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 20, 2026 - 0

Epic Games Akan Rombak Store Launcher Supaya Lebih Cepat

Epic Games siapkan perombakan besar untuk Epic Games Store, dan…
June 20, 2026 - 0

Sony Mulai Andalkan AI untuk Masa Depan PlayStation

Sony mengungkap rencana penggunaan AI untuk pengembangan game, PS Store,…
June 19, 2026 - 0

Tanggal Rilis GTA 6 Hilang dari Situs Rockstar, Picu Kekhawatiran Akan Delay

Akibat hilangnya tanggal rilis GTA 6 dari situs Rockstar Games…
June 19, 2026 - 0

Pasar Game Global Cetak Rekor Pendapatan di Tengah Gelombang PHK

Pendapatan pasar game global tembus $201,6 miliar pada 2025, di…